Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Single Mom Asal Jepara Ini Buktikan, Ditinggalkan Bukan Akhir Segalanya!
    Entertaiment

    Single Mom Asal Jepara Ini Buktikan, Ditinggalkan Bukan Akhir Segalanya!

    AdminBy AdminOctober 8, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jepara, TeropongJakarta.com – Di antara riuh kehidupan pesisir Jepara, seorang perempuan bernama Defasela memulai kembali babak hidupnya dengan cara yang tak mudah. Ia bukan hanya harus berjuang sebagai seorang ibu tunggal, tapi juga sebagai perempuan yang menemukan kembali dirinya lewat dunia yang pernah ia tinggalkan: dunia konten.

    Kisahnya dimulai dari pernikahan yang semula diharapkan menjadi rumah, namun justru membuatnya kehilangan arah. “di pernikahan yang tidak sehat,” katanya lirih. Dari situ, hari-harinya perlahan dipenuhi rasa hampa, seolah setiap mimpi dan potensi yang dulu ia miliki terkubur oleh ketidakpastian.

    Sebelum menikah, Defasela sudah dikenal sebagai konten kreator yang aktif. Ia menikmati dunia digital, berbagi hal-hal inspiratif, dan menjadikan kreativitas sebagai ruang untuk bertumbuh. Namun semuanya berubah ketika ia masuk dalam pernikahan yang tak memberi ruang untuk berkembang. “Saya merasa makin terpuruk, bukan bertumbuh,” tuturnya.

    Titik balik itu datang ketika ia menyadari sesuatu yang sederhana tapi dalam: ia telah kehilangan dirinya sendiri. “Saya sadar, kalau saya terus bertahan di situasi itu, bukan hanya saya yang terluka, tapi juga anak saya,” ucapnya. Keputusan untuk meninggalkan pernikahan yang tidak sehat menjadi langkah besar bukan karena mudah, tapi karena ia tahu, diam berarti tenggelam.

    Bangkit bukan perkara sehari. Defasela mengakui bahwa perjalanannya dipenuhi luka dan ketakutan. “Ketika saya meninggalkan dunia konten, saya merasa kehilangan arah. Tapi setelah melewati masa sulit, saya tahu, dunia itu adalah bagian dari diri saya,” ujarnya. Dunia konten, baginya, bukan sekadar tempat mencari penghasilan, tapi sarana untuk menyembuhkan diri dan menemukan kembali jati dirinya.

    Ia memulai kembali dari nol dari kamera sederhana, ide-ide kecil, dan keyakinan bahwa setiap langkah kecil berarti. Namun di balik layar, perjuangan itu kerap disertai air mata. “Tantangan terbesarnya adalah menghadapi rasa takut. Takut gagal, takut dihakimi, takut tidak bisa memberikan yang terbaik untuk anak,” ungkapnya.

    Dalam situasi serba terbatas, Defasela belajar menata ulang hidupnya. Ia bekerja, mengasuh anak, dan tetap menyiapkan waktu untuk membuat konten. “Saya belajar fokus pada langkah kecil yang pasti akan membuahkan hasil,” katanya. Kini, ia mulai memanen hasil dari konsistensinya: perlahan, pengikutnya kembali bertambah dan kontennya mulai banyak diapresiasi.

    Sebagai ibu tunggal, sumber semangat terbesarnya adalah sang anak. “Dia alasan saya untuk terus maju. Ketika saya lelah, saya lihat wajahnya, dan saya tahu saya harus tetap kuat,” ucap Defasela dengan mata berbinar. Ia menambahkan, dukungan keluarga dan sahabat juga menjadi penopang besar dalam masa-masa sulitnya.

    Namun, di balik semangatnya, Defasela juga jujur bahwa ia memberi ruang bagi diri untuk lelah. “Saya tidak harus kuat setiap waktu, tapi saya harus berani untuk bangkit lagi,” katanya. Ia membiasakan diri untuk bersyukur atas hal-hal kecil, seperti waktu bersama anak atau momen sederhana di rumah.

    Dalam dunia digital yang cepat berubah, ia memilih untuk tetap berpegang pada nilai kejujuran dan niat baik. “Saya tidak ingin hanya mengikuti tren. Saya ingin membuat sesuatu yang punya makna,” katanya. Bagi Defasela, keaslian dan ketulusan adalah hal yang tak bisa digantikan oleh algoritma.

    Kini, perjalanan Defasela bukan hanya tentang bertahan hidup, tapi juga tentang tumbuh. Ia ingin menjadi contoh bagi banyak perempuan di luar sana yang mungkin sedang terjebak dalam hubungan yang membuat mereka kehilangan jati diri. “Perempuan bisa bangkit. Tidak ada kata terlambat untuk memulai lagi,” ujarnya.

    Dari Jepara, kisah Defasela bergema sebagai kisah tentang keberanian keberanian untuk meninggalkan yang melukai, menemukan diri yang hilang, dan menata masa depan dengan cinta yang lebih sehat. Karena pada akhirnya, seperti katanya, “Saya tidak hanya ingin hidup, tapi ingin benar-benar berarti untuk diri saya, dan untuk anak saya.”

    Bangkit dari keterpurukan Berita Cerita motivasi perempuan Defasela Dunia konten kreatif Entertainment Ibu tunggal bangkit inspirasi wanita Indonesia kisah inspiratif perempuan Indonesia Konten kreator Jepara perempuan mandiri Indonesia Single mom Jepara TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleSalut! Kapten TNI Ini Ungkap Sisi Lain Kehidupan Prajurit Lewat Kamera
    Next Article Gekrafs Desak Regulasi Berpihak: Ekonomi Kreatif Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Nasional
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    September 25, 2026

    Agata Selia Keylani, dari Catwalk hingga Panggung Seni: Remaja 16 Tahun yang Berani Mengejar Mimpi

    September 23, 2026

    Anindiya Delia Renata Bawa Pesona Nusantara ke Panggung ASEAN Fashion Festival 2026

    September 21, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.