Sambas, TeropongJakarta.com – Perjalanan hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ratih Purwasih, perempuan asal Sambas, Kalimantan Barat, membuktikan bahwa mimpi yang sempat tertunda tetap bisa diperjuangkan. Setelah merintis Golden Club sejak 2015, ia kini kembali melanjutkan pendidikan keperawatan sambil menjalankan peran sebagai ibu empat anak dan pelaku usaha nutrisi.
Perjalanan Ratih dimulai dari dunia kesehatan. Setelah lulus D3 Keperawatan di ITEKES Muhammadiyah Kalimantan Barat, ia bekerja di Puskesmas Matang Suri pada 2009. Ia kemudian sempat bertugas di RSUD Pemangkat dan RSIA Anugrah Bunda Khatulistiwa Pontianak.
Keinginannya melanjutkan pendidikan membawanya ke Universitas Tribhuwana Tunggadewi, Malang. Namun, karena perubahan kondisi kehidupan dan pernikahan, studi S1 Keperawatan yang dijalaninya selama kurang lebih dua tahun harus tertunda.

Pada 2026, Ratih kembali mengejar cita-citanya dengan melanjutkan pendidikan S1 Keperawatan dan Profesi Ners di Universitas Ganesha Husada, Kediri.
“Belajar tidak mengenal batas usia. Selama masih diberikan kesempatan, saya ingin terus bertumbuh, memperluas pengetahuan, dan meningkatkan kemampuan diri,” ujar Ratih.
Ketertarikan Ratih terhadap nutrisi bermula sekitar 2013, ketika ia mengenal Herbalife saat mencari dukungan bagi kedua orang tuanya yang menghadapi masalah kesehatan.
Pengalaman tersebut membuatnya tertarik mempelajari nutrisi lebih jauh. Awalnya, ia hanya ingin memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga. Namun, perubahan yang menurutnya terlihat pada keluarganya memunculkan pertanyaan dari orang-orang di sekitarnya.

Ratih kemudian mengikuti pelatihan, belajar dari mentor, dan memperdalam pengetahuan tentang produk serta pendampingan nutrisi. Ia menyadari bahwa ketertarikan masyarakat harus diimbangi pemahaman yang memadai.
Pengalaman keluarganya menjadi bagian dari perjalanan pribadi, bukan jaminan hasil kesehatan yang sama bagi setiap orang. Ia juga menilai edukasi dan kebiasaan hidup sehat perlu mendapat perhatian.
Pada 2015, Ratih membuka rumah nutrisi yang kemudian dikenal sebagai Golden Club. Tempat tersebut berkembang menjadi komunitas bagi masyarakat yang ingin belajar mengenai nutrisi dan membangun kebiasaan hidup lebih sehat.
Selama menekuni bidang ini, ia mengikuti berbagai pelatihan Herbalife di sejumlah negara, termasuk Singapura, Thailand, Hong Kong, Korea Selatan, Jepang, Malaysia, Turki, dan Taiwan.
“Bisnis ini bukan hanya tentang produk. Ada pelayanan, edukasi, hubungan antarmanusia, dan kepercayaan yang harus dijaga,” katanya.
Bagi Ratih, tantangan terbesar adalah membantu orang menjaga konsistensi. Ia ingin Golden Club menjadi ruang belajar dan pendampingan, bukan sekadar tempat berkumpul untuk sarapan.

Ke depan, ia berencana memperluas jangkauan Nutrition Club ke Singkawang, Pemangkat, Tebas, Jawai, Sambas, hingga Bengkayang. Ia juga ingin membangun tim yang berintegritas, mau belajar, dan peduli terhadap pelanggan.
Ratih mengaku bersyukur atas berbagai pengalaman yang diperolehnya selama membangun usaha, termasuk kesempatan menunaikan ibadah umrah sebanyak empat kali serta mengajak keluarga dan kedua orang tuanya ke Tanah Suci.
Kini, ia ingin mengembangkan Golden Club sekaligus menyelesaikan pendidikan keperawatan yang sempat tertunda.
“Kita tidak harus menunggu semuanya sempurna untuk memulai. Kita cukup berani melangkah, mau belajar, konsisten berusaha, dan menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah,” tuturnya.
Bagi Ratih, perjalanan dari perawat hingga membangun komunitas nutrisi mengajarkannya bahwa kesempatan untuk bertumbuh selalu terbuka. Ia berharap Golden Club terus berkembang dan menjadi ruang belajar yang bermanfaat bagi lebih banyak keluarga.
