Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Dr. Yesi Oktavia Dewi: Tantangan Kesehatan Anak di Era Digital dan Beban Ganda Gizi
    Education

    Dr. Yesi Oktavia Dewi: Tantangan Kesehatan Anak di Era Digital dan Beban Ganda Gizi

    AdminBy AdminFebruary 17, 20263 Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Keputusan dr. Yesi Oktavia Dewi, Sp.A., memilih spesialisasi kesehatan anak berangkat dari pengalaman klinisnya sendiri. Saat masih menjadi dokter umum, ia kerap menjumpai bayi lahir dalam kondisi tidak optimal termasuk tidak langsung menangis sesaat setelah dilahirkan.

    “Di situ saya menyadari bahwa fase awal kehidupan sangat menentukan kualitas tumbuh kembang anak ke depan,” ujar alumnus spesialis anak , Semarang, itu kepada TeropongJakarta, Selasa, 17 Februari 2026.

    Setelah menuntaskan pendidikan spesialis pada 2015, Yesi melangkah ke babak baru kehidupannya dengan pindah ke Jakarta mengikuti suami, lalu mulai berpraktik sebagai dokter anak pada Juli 2016. Baginya, dokter anak bukan sekadar profesi, tetapi komitmen jangka panjang untuk hadir dalam setiap fase awal kehidupan seorang anak.

    Ia meyakini bahwa tugas seorang dokter anak tidak berhenti pada terapi dan resep, melainkan juga pada edukasi, empati, dan pendampingan keluarga agar setiap anak dapat bertumbuh optimal sesuai potensi genetiknya. Dalam setiap konsultasi, Yesi melihat lebih dari sekadar pasien ia melihat harapan, masa depan, dan kesempatan untuk membentuk generasi yang lebih sehat secara fisik maupun emosional.

    Yesi menilai tantangan kesehatan anak saat ini lebih kompleks dibanding satu dekade lalu. Bukan hanya soal penyakit, melainkan perubahan pola hidup dan pola asuh. Arus informasi digital yang deras membuat orang tua dihadapkan pada beragam referensi, namun tidak semuanya berbasis bukti ilmiah.

    “Orang tua sekarang semakin sadar pentingnya kesehatan anak, tetapi juga lebih mudah cemas karena paparan informasi yang tidak terkurasi,” ujarnya.

    Dari sisi nutrisi, Indonesia menghadapi beban ganda: kekurangan gizi dan stunting di satu sisi, serta peningkatan obesitas anak di sisi lain. Stunting, menurut Yesi, bukan sekadar persoalan tinggi badan, melainkan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis yang berdampak pada perkembangan kognitif dan produktivitas jangka panjang.

    Di saat bersamaan, konsumsi makanan ultra-proses tinggi gula, garam, dan lemak, serta minimnya aktivitas fisik akibat penggunaan gawai, memperbesar risiko gangguan metabolik sejak dini. “Pendekatannya harus holistik dan preventif, bukan hanya kuratif,” katanya.

    Yesi menegaskan peran orang tua tak tergantikan dalam proses tumbuh kembang anak. Parameter kesehatan, menurut dia, tak hanya diukur dari berat dan tinggi badan, tetapi juga perkembangan motorik, bahasa, kognitif, sosial, dan emosional.

    Intervensi dimulai sejak 1.000 hari pertama kehidupan melalui pemenuhan gizi adekuat, pemberian ASI, imunisasi lengkap, dan pemantauan pertumbuhan rutin. Namun stimulasi emosional dan sosial juga sama pentingnya.

    “Kontak mata, pelukan, membaca bersama, dan komunikasi dua arah yang hangat memiliki dampak besar pada perkembangan koneksi saraf anak,” ujarnya.

    Ia menyoroti sejumlah kekeliruan yang masih kerap terjadi di masyarakat, seperti fokus akademik terlalu dini, kebiasaan membandingkan anak dengan teman sebayanya, hingga penggunaan gawai sebagai pengganti interaksi langsung. “Tumbuh kembang bukan perlombaan,” katanya.

    Dalam praktik sehari-hari, Yesi menyebut infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, alergi seperti dermatitis atopik dan asma, serta gangguan nutrisi sebagai kasus yang paling sering ditemui. Faktor lingkungan seperti polusi udara, paparan asap rokok, dan sanitasi yang kurang memadai turut memperburuk situasi.

    Ia menekankan pentingnya imunisasi lengkap, ASI eksklusif, MPASI bergizi seimbang, kebiasaan cuci tangan, serta lingkungan bebas asap rokok sebagai langkah preventif utama. “Pencegahan jauh lebih efektif dan berdampak luas dibandingkan pengobatan,” ujarnya.

    Bagi Yesi, kesehatan fisik dan mental anak tak dapat dipisahkan. Anak yang sehat bukan hanya yang jarang sakit, tetapi yang merasa aman, dicintai, dan dihargai di lingkungannya.

    Ia berharap orang tua tidak menunggu anak menunjukkan masalah untuk mulai peduli. “Bangun kebiasaan sehat dan komunikasi terbuka sejak dini. Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, tetapi yang hadir dan konsisten,” katanya.

    Yesi meyakini, investasi terbesar bangsa bukan pada infrastruktur, melainkan pada kualitas generasi yang sedang tumbuh hari ini. “Kesehatan anak hari ini adalah fondasi masa depan bangsa esok hari.”

    1.000 hari pertama kehidupan ASI eksklusif dan MPASI bergizi beban ganda gizi Indonesia Berita dokter spesialis anak di Jakarta Dr Yesi Oktavia Dewi education Health imunisasi lengkap anak dampak gadget pada anak ISPA dan diare pada anak kesehatan anak news peran orang tua tumbuh kembang stunting dan obesitas anak tantangan kesehatan anak era digital TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleMenjadi “Jembatan” Kebijakan di BTN, Luluu Maknai Karier sebagai Perjalanan Panjang
    Next Article Profesionalisme Tanpa Batas: Sertu Aisya Sekar Ayu Dipercaya Memimpin Upacara Kenegaraan HUT RI ke-78
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    October 10, 2026

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    October 6, 2026
    View 3 Comments

    3 Comments

    1. Porn Pics on July 11, 2026 7:44 pm

      Hahahaha You are so good

      Reply
    2. pornip on July 30, 2026 4:25 pm

      Good a blog toper

      Reply
    3. Free MetArt Porn Pics on August 19, 2026 2:14 am

      Great post,Thanks for sharing

      Reply
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.