Jakarta, TeropongJakarta.com – Tinggal jauh dari keluarga besar selama tiga tahun menjadi pengalaman berharga bagi Anysa Dewi saat mendampingi suaminya menjalankan penugasan di London, Inggris, pada 2022 hingga Desember 2025. Sebagai personel TNI AU sekaligus ibu rumah tangga, ia belajar beradaptasi dengan lingkungan baru, membangun kemandirian, dan menjaga keseimbangan antara kehidupan keluarga sekaligus berperan sebagai pendamping untuk mendukung penugasan suami.
Sebelum berangkat ke London, Anysa bertugas di Mabes TNI. Selama mendampingi suaminya di luar negeri, ia menjalani cuti di luar tanggungan negara. Pengalaman tersebut menjadi babak baru dalam kehidupannya karena untuk pertama kalinya ia menjalani hal tersebut sekaligus tinggal di luar negeri dalam waktu yang cukup panjang.
“Pengalaman selama tiga tahun di London sangat berharga, terutama karena saya telah mendapatkan berbagai macam pelajaran dari hal-hal baru serta bertemu dengan banyak orang dalam situasi dan budaya berbeda ,” ungkap Anysa.
Kehidupan di London menghadirkan tantangan yang berbeda dari kesehariannya di Indonesia. Perbedaan budaya dan kebiasaan hidup di London secara otomatis menuntut kemandirian serta mengasah kejuangan sebagai ibu rumah tangga sekaligus pendamping suami saat bertugas agar mampu bertahan dan merespon setiap dinamika.

Sebagai contoh sederhana dalam hal makanan yaitu kemudahaan akses untuk mendapatkan makanan, kesesuaian rasa dan menu, serta ketersediaan makanan halal juga menjadi pertimbangan tersendiri. Tidak semua restoran atau tempat dapat menyediakan pilihan tersebut sehingga ia perlu lebih cermat dan kreatif dalam menghadapi salah satu tantangan tersebut.
Baginya, tinggal di negara lain bukan hanya tentang mengenal lingkungan baru, melainkan juga belajar menghadapi perubahan dan menjalani tanggung jawab dengan lebih matang.
Pengalaman tersebut turut memberikan pembelajaran bagi anak-anaknya. Tinggal di lingkungan dengan budaya dan kebiasaan berbeda menjadi kesempatan bagi keluarga mereka untuk memperoleh pengalaman hidup di luar negeri.

Selain mendampingi keluarga, Anysa juga membantu mendampingi delegasi TNI yang melakukan perjalanan ke London serta terlibat dalam beberapa kegiatan Darma Wanita Persatuan di KBRI London. Peran tersebut menjadi bagian dari pengalamannya sebagai wadah silahturahmi, peningkatan kualitas dan keterampilan, promosi budaya Indonesia, serta kegiatan sosial dan kolaborasi lainnya.
Setelah menyelesaikan masa tinggal di London pada Desember 2025, Anysa kembali ke Indonesia untuk melanjutkan perjalanan kedinasan militernya. Ia mendapat perintah untuk mengikuti jenjang pendidikan militer dimana kesempatan tersebut menjadi bagian dari kelanjutan pengabdiannya sebagai prajurit.
Pengalaman tinggal di luar negeri pun menjadi bekal dalam menghadapi lingkungan dan tanggung jawab yang berbeda. Keinginan utamanya adalah untuk terus mengabdi kepada nusa dan bangsa dengan menjalankan tugas sebagai Wanita Angkatan Udara (Wara) secara profesional dan sebaik-baiknya, sekaligus memberikan perhatian kepada keluarga secara maksimal.

“Saya ingin terus menjalani pengabdian sebagai bagian dari TNI, khususnya wanita Angkatan Udara. Saya juga ingin menjalankan peran sebagai istri dengan baik dan menjadi ibu yang baik bagi anak-anak saya,” tuturnya.
Bagi Anysa, pengabdian tidak hanya berkaitan dengan tanggung jawab kedinasan, tetapi juga komitmen dalam keluarga. Pengalaman tiga tahun di London mengajarkannya tentang kemandirian, adaptasi, dan arti kebersamaan sebagai bekal untuk melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan mendampingi keluarga. Banginya, menetapkan tujuan adalah langkah pertama dalam mengubah yang tidak terlihat menjadi terlihat dan yang tidak mungkin menjadi mungkin.
