BANDUNG, TeropongJakarta.com – Setiap perjalanan memiliki cerita tersendiri. Bagi Jihan Nabillah Wiradisuara, dunia seni bukan hanya menjadi tempat untuk menyalurkan passion, tetapi juga menjadi bekal berharga dalam membangun karier baru di industri kecantikan.
Perempuan kelahiran Bandung yang kini berdomisili di Cimahi ini sebelumnya dikenal sebagai seorang penari yang aktif mengikuti berbagai kegiatan seni dan misi budaya. Melalui kesempatan tersebut, Jihan dipercaya untuk membawa serta memperkenalkan seni dan budaya Jawa Barat ke berbagai negara.
Pengalaman tampil di panggung internasional seperti China, Amerika Serikat, Korea Selatan, Singapura, hingga Tiongkok menjadi perjalanan yang membentuk karakter Jihan. Dari dunia tari, ia belajar tentang arti disiplin, kerja keras, kreativitas, hingga keberanian untuk tampil di hadapan banyak orang.
Namun, perjalanan Jihan tidak berhenti di dunia seni pertunjukan. Kecintaannya terhadap dunia kecantikan yang sudah tumbuh sejak lama membuatnya berani mengambil langkah baru sebagai seorang Makeup Artist (MUA).

“Awalnya aku memang sering menerima tawaran untuk makeup-in teman, tetangga, maupun saudara terdekat. Dari situ akhirnya aku memutuskan untuk mengembangkan hobi yang aku punya menjadi makeup artist profesional,” ujar Jihan.
Untuk memperkuat kemampuannya, Jihan mengikuti kelas makeup di Kiranafary Pro Class Bandung. Setelah menyelesaikan kelas basic hingga advanced, kemampuan dan konsistensinya membuat ia dipercaya menjadi coach Self Makeup Class di tempat tersebut.
Bagi Jihan, pengalaman panjang sebagai penari menjadi nilai tambah dalam menjalani profesinya sebagai MUA. Sebab, sejak kecil ia sudah terbiasa memahami pentingnya tata rias dalam mendukung sebuah penampilan.
“Dunia makeup sebenarnya sudah dekat dengan aku sejak menjadi penari. Saat mengikuti misi budaya, kami harus bisa mempersiapkan diri sendiri, mulai dari makeup, sanggul, hingga penggunaan kostum,” ungkapnya.

Salah satu pengalaman yang paling membekas bagi Jihan adalah ketika mengikuti misi budaya pertamanya ke China saat masih duduk di kelas 1 SMP. Dari perjalanan tersebut, ia belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri dan disiplin.
Menurutnya, seorang penari dalam misi budaya tidak hanya dituntut memiliki kemampuan seni, tetapi juga harus mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan kelompok.
Nilai-nilai tersebut kini menjadi bekal penting ketika Jihan menghadapi berbagai karakter klien dalam dunia makeup. Ia merasa pengalaman di bidang seni membuatnya lebih percaya diri, mudah beradaptasi, serta memahami kebutuhan setiap orang yang dipercayakan kepadanya.
Saat ini, Jihan terus mengembangkan kariernya sebagai MUA dengan menangani berbagai kebutuhan makeup, mulai dari personal makeup hingga kebutuhan profesional. Selain merias, ia juga aktif berbagi ilmu melalui kelas self makeup agar semakin banyak orang dapat memahami teknik dasar kecantikan.

Ke depan, Jihan berharap dapat menjadi MUA yang selalu dipercaya dan diandalkan oleh para klien, baik untuk kebutuhan personal seperti brides maupun kebutuhan profesional bersama brand.
“Aku masih ingin terus mendalami ilmu dan seni dalam bermakeup. Karena menurut aku, belajar tidak pernah dibatasi oleh usia. Selama masih ada rasa ingin tahu, selalu ada ruang untuk bertumbuh dan menjadi lebih baik,” tuturnya.
Perjalanan Jihan menjadi bukti bahwa passion yang ditekuni dengan serius dapat membuka berbagai peluang. Dari panggung tari yang membawa nama budaya Indonesia hingga dunia makeup yang penuh kreativitas, ia terus membangun karya dengan semangat yang sama: menciptakan keindahan melalui seni.
