JAKARTA, TeropongJakarta.com – Tidak semua perjalanan menuju kesuksesan berjalan sesuai rencana. Bagi Rizka Varazita Rahim, seorang model busana asal Aceh, langkah menuju dunia kedisiplinan militer menjadi pengalaman baru yang penuh tantangan sekaligus membentuk karakter.
Rizka menjadi salah satu peserta yang berhasil menyelesaikan Pendidikan Latihan Dasar Militer (Latsarmil) KDKMP dan KNMP yang digelar di kawasan Halim Perdanakusuma, Jakarta. Saat ini, para peserta KDKMP masih menunggu penerbitan Surat Keputusan (SK) penempatan setelah dinyatakan lulus.
Bagi Rizka, keberhasilan tersebut menjadi pencapaian yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Terlebih, latar belakangnya yang berasal dari dunia modeling membuat pengalaman mengikuti latihan militer menjadi sebuah tantangan besar.
“Awalnya setelah melihat pengumuman kelulusan KDKMP, saya sempat merasa galau karena harus mengikuti Latsarmil di Rindam Jaya Jakarta Timur, sementara domisili saya berada di Aceh. Setelah berdiskusi dengan orangtua, akhirnya saya mendapat dukungan penuh untuk berangkat ke Jakarta,” ujar Rizka.

Memasuki lingkungan Rindam Jaya Condet, Rizka harus menghadapi perubahan besar dalam kesehariannya. Jika sebelumnya terbiasa dengan aktivitas modeling di ruang nyaman, ia kini harus menjalani rutinitas penuh kedisiplinan dengan berbagai latihan fisik di lapangan.
“Model dan militer adalah dua hal yang sangat berbeda. Awalnya fisik saya harus ekstra beradaptasi karena latihan dilakukan dengan intensitas tinggi. Namun, alhamdulillah saya merasa menikmati prosesnya dan ternyata ini menjadi pengalaman yang membuat saya semakin berkembang,” katanya.
Menurut Rizka, tantangan terbesar selama mengikuti Latsarmil adalah perubahan pola aktivitas yang sangat drastis. Dari yang sebelumnya banyak beraktivitas di ruangan ber-AC, ia harus terbiasa menghabiskan hampir seluruh waktu di luar ruangan dengan kondisi panas dan penuh keringat.
“Awalnya memang agak risih karena tidak terbiasa. Tapi ketika melihat teman-teman yang lain mampu menjalani tanpa mengeluh, saya berpikir kenapa saya tidak bisa. Dari situ saya mulai memotivasi diri bahwa saya juga mampu keluar dari zona nyaman,” ungkapnya.
Perlahan, proses adaptasi tersebut berhasil dilalui. Bahkan, setelah menjalani satu bulan penuh latihan militer, Rizka mengaku merasa nyaman dengan lingkungan Rindam Jaya hingga merasa berat ketika harus meninggalkan tempat tersebut.
Perjalanan panjang Rizka selama mengikuti Latsarmil semakin berkesan ketika dirinya dipercaya menjadi salah satu perwakilan dalam upacara penutupan Latsarmir dan managerial KDKMP dan KNMP untuk penyematan pin bela negara dan penerimaan ijazah.

Bagi Rizka, kesempatan tersebut merupakan sebuah kehormatan besar. Dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan, dirinya tidak menyangka bisa mendapatkan kepercayaan tersebut.
“Momen itu sangat penting dan berharga bagi saya dan keluarga. Saya bisa membuktikan kepada diri sendiri bahwa saya mampu memberikan kontribusi dan memiliki peran dalam kegiatan ini,” tuturnya.
Ia mengaku harus mempersiapkan mental dan fisik agar dapat menjalankan tugas sebagai perwakilan dengan baik saat hari pelaksanaan upacara.
“Menjadi perwakilan bukan hal yang mudah. Saya harus memastikan tidak ada kesalahan. Berkat didikan para pelatih hebat di Rindam Jaya, saya berhasil dibentuk menjadi pribadi yang lebih mandiri dan tangguh,” jelasnya.
Setelah menyelesaikan rangkaian Latsarmil dan kegiatan managerial selama dua minggu, Rizka bersama peserta lainnya akhirnya dinyatakan lulus.

Baginya, pengalaman tersebut bukan hanya tentang pendidikan militer, tetapi juga perjalanan menemukan kemampuan baru dalam dirinya.
“Ini menjadi kehormatan dan kebanggaan buat saya. Setidaknya saya bisa membanggakan orangtua, satuan pendidikan saya Rindam Jaya Condet, dan diri saya sendiri,” kata Rizka.
Kini, Rizka menantikan langkah berikutnya setelah kelulusan KDKMP. Ia berharap pengalaman selama menjalani pendidikan militer dapat menjadi bekal untuk menghadapi tantangan baru di masa depan.
Dari dunia modeling hingga medan latihan militer, Rizka membuktikan bahwa keberanian keluar dari zona nyaman mampu membuka kesempatan untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih kuat.
