Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Evelyn Imeldinata Comeback ke Industri Kreatif, Bawa Misi Buka Peluang Talent

    Gak Harus Jago Main, Ini Deretan Profesi di Balik Industri Game dan Esports

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Gak Harus Jago Main, Ini Deretan Profesi di Balik Industri Game dan Esports
    Entertaiment

    Gak Harus Jago Main, Ini Deretan Profesi di Balik Industri Game dan Esports

    AdminBy AdminSeptember 16, 2026Updated:September 17, 2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Harus jago bermain game untuk bisa punya masa depan di industri game dan esports? Anggapan tersebut mulai bergeser. Di balik pertandingan yang ditonton banyak orang, terdapat ekosistem besar yang membutuhkan developer, desainer, broadcaster, kreator konten hingga pengelola event.

    Perkembangan itu menjadi salah satu pembahasan dalam JITEX 2026 melalui sesi “Level Up Jakarta: Game Development & E-Sports Future Creativity”. Forum tersebut mempertemukan Luat Sihombing, Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif; Nicko Aryo Bimo, Program Director Yayasan Odong Prestasi Indonesia; serta Devrin Cahyanto Pratama, Ketua Bidang Event Management ESI DKI Jakarta yang hadir mewakili Ketua Umum ESI DKI Jakarta Mayjen TNI Tjahjono Prasetyanto.

    Pembahasan dalam forum tersebut menempatkan game dan esports bukan sekadar sebagai aktivitas hiburan, tetapi sebagai bagian dari ekonomi kreatif digital. Artinya, peluang di dalamnya tidak hanya terbuka bagi orang yang ingin menjadi atlet esports.

    Salah satu gambaran mengenai potensi tersebut terlihat dari pasar game Indonesia yang disebut memiliki porsi sekitar 40 persen. Besarnya pasar menunjukkan adanya ruang ekonomi yang dapat dikembangkan jika dibarengi ekosistem industri, talenta, dan standar kompetensi yang memadai.

    Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Kementerian Ekonomi Kreatif Luat Sihombing menyoroti pentingnya peningkatan kualitas industri game nasional. Menurutnya, perkembangan industri membutuhkan standar yang semakin matang dan relevan dengan kebutuhan pasar.

    Standar tersebut, kata dia, tidak dapat hanya dibangun dari sisi pemerintah. Pelaku industri juga memiliki peran karena memahami kebutuhan kompetensi tenaga kerja serta perubahan yang berlangsung di pasar game dan ekonomi digital.

    “Standar industri tidak hanya dapat dibangun dari sisi pemerintah. Pelaku industri juga memiliki peran karena memahami kebutuhan kompetensi, tenaga kerja, serta perubahan pasar,” menjadi salah satu poin yang disampaikan dalam forum tersebut.

    Ketika sebuah pertandingan esports berlangsung, perhatian publik biasanya tertuju kepada pemain yang bertanding. Padahal, ada banyak pekerjaan yang memastikan pertandingan tersebut dapat berjalan dan dinikmati penonton.

    Nicko Aryo Bimo menekankan pentingnya melihat esports sebagai sebuah ekosistem. Pengembangan talenta tidak cukup hanya mencari pemain berbakat, tetapi juga perlu memperkenalkan berbagai profesi yang berada di belakang industri.

    Mulai dari game developer, desainer, event management, broadcaster, kreator konten hingga produksi video memiliki peran masing-masing. Setiap bidang membutuhkan kompetensi berbeda dan membuka jalur karier yang tidak selalu bergantung pada kemampuan seseorang dalam memenangkan pertandingan.

    Yayasan Odong Prestasi Indonesia turut mendorong ruang edukasi melalui talkshow dan program pengembangan talenta. Edukasi tersebut penting agar generasi muda memahami bahwa ketertarikan terhadap game dapat dikembangkan menjadi keterampilan yang memiliki nilai profesional.

    Dengan demikian, seorang anak muda yang menyukai game tidak harus selalu bermimpi menjadi pemain profesional. Ketertarikannya dapat diarahkan ke desain, teknologi, komunikasi, produksi konten, penyelenggaraan acara maupun bidang kreatif lainnya.

    Persoalan lain yang muncul adalah akses terhadap talenta di luar ibu kota. Jakarta memang memiliki keunggulan dari sisi infrastruktur, venue, dan basis audiens. Namun, potensi talenta game dan esports tidak hanya berada di Jakarta.

    Dalam pembahasan JITEX 2026, pemerintah bersama stakeholder membahas program yang dapat menjangkau tujuh kota di Indonesia, mulai dari Padang hingga Ambon.

    Perluasan tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada talenta daerah untuk memperoleh akses terhadap edukasi, kompetisi, serta pengembangan karier. Dengan begitu, industri tidak hanya bertumpu pada kota-kota besar.

    Devrin Cahyanto Pratama, Ketua Bidang Event Management ESI DKI Jakarta yang hadir mewakili Mayjen TNI Tjahjono Prasetyanto, turut menyoroti pentingnya membangun ekosistem esports yang lebih luas.

    Pengembangan esports tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bermain. Pembinaan, penyelenggaraan event, serta penciptaan ruang kompetisi yang sehat menjadi bagian penting dalam proses tersebut.

    Perhatian juga perlu diberikan kepada pemain berusia 13-15 tahun. Tekanan saat bertanding, ejekan, hingga bullying setelah mengalami kekalahan menjadi tantangan yang perlu diantisipasi dalam pembinaan talenta muda.

    Kolaborasi dengan Dinas Olahraga DKI Jakarta dan ESI DKI Jakarta turut diarahkan untuk menghadirkan kegiatan serta turnamen berskala kecil, termasuk melalui gim populer seperti Mobile Legends dan Free Fire.

    Pada akhirnya, perkembangan industri game dan esports membuka peluang yang jauh lebih luas daripada sekadar menjadi pemain. Game bisa menjadi pintu masuk ke berbagai profesi kreatif dan digital, selama ekosistem, pendidikan, kompetisi, dan pengembangan talenta dibangun secara berkelanjutan.

    JITEX 2026 memperlihatkan satu hal penting: di industri game, masa depan tidak hanya berada di tangan mereka yang jago bermain, tetapi juga mereka yang mampu menciptakan, mengelola, menyiarkan, dan mengembangkan ekosistem di belakangnya.

    atlet esports broadcaster esports ekonomi kreatif digital ESI DKI Jakarta Esports Indonesia event management esports Free Fire game developer game development Industri Esports Indonesia industri game Indonesia JITEX 2026 JITEX 2026 Jakarta Kementerian Ekonomi Kreatif kreator konten game Mobile Legends peluang karier industri game peluang kerja esports perkembangan esports Indonesia profesi di industri game profesi esports TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleShine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event
    Next Article Evelyn Imeldinata Comeback ke Industri Kreatif, Bawa Misi Buka Peluang Talent
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Evelyn Imeldinata Comeback ke Industri Kreatif, Bawa Misi Buka Peluang Talent

    September 17, 2026

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    September 15, 2026

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    September 14, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Advertisement
    Demo
    Latest Posts

    Evelyn Imeldinata Comeback ke Industri Kreatif, Bawa Misi Buka Peluang Talent

    Gak Harus Jago Main, Ini Deretan Profesi di Balik Industri Game dan Esports

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.