Jakarta, TeropongJakarta.com – Perjalanan sebuah komunitas kreatif tidak selalu berhenti pada panggung dan pertunjukan. Hal itu pula yang dialami Shine Management, yang berawal dari sekumpulan mahasiswa Universitas Pelita Bangsa dengan kecintaan terhadap dunia dance, sebelum berkembang menjadi wadah bagi dancer, MC, penyanyi, hingga pengelolaan event.
Cikal bakal Shine bermula pada 2021 ketika Dina dipercaya menjadi Ketua Divisi Tari di UKM Seni (Kaselia) Universitas Pelita Bangsa. Berasal dari fakultas, program studi, dan angkatan yang berbeda, para mahasiswa tersebut dipertemukan oleh kecintaan terhadap seni tari.
Dina kemudian memiliki gagasan agar kelompok tersebut tidak hanya aktif dalam kegiatan kampus, tetapi juga mempunyai identitas dan ruang untuk berkembang secara mandiri. Dari situlah nama Shine Dance Crew diperkenalkan.
“Harapannya setiap anggota dapat terus berkembang, menunjukkan potensinya, dan bersama-sama menjadi sesuatu yang bersinar,” ujar Dina mengenai filosofi nama Shine.

Pada awal perjalanannya, Shine membawakan dance modern dan tradisional. Seiring berkembangnya tren K-pop dan tingginya antusiasme masyarakat, Shine mulai memperkuat identitas sebagai grup dance cover K-pop.
Berbagai kompetisi dan showcase kemudian menjadi bagian dari proses membangun eksistensi. Pada 2023, Shine mulai dikenal di wilayah Jabodetabek dan mendapatkan panggilan untuk mengisi berbagai acara K-pop, hotel, hingga perayaan pergantian tahun. Salah satu lokasi yang pernah didatangi adalah Anyer.
Meski berbasis di Cikarang, kesempatan tampil terus meluas ke berbagai kota, mall, dan hotel. Pada akhir 2023, Shine bahkan mendapatkan kontrak dengan salah satu mall.
Memasuki 2024, Shine mengambil langkah berbeda. Mereka tidak lagi hanya menunggu panggilan untuk tampil, tetapi mulai membuat dan mengelola event sendiri, seperti Independence Day, Halloween, dan Christmas Day.
Perubahan tersebut menjadi salah satu titik penting hingga akhirnya Shine Dance Crew berkembang menjadi Shine Management.

Kini, aktivitas Shine juga tidak terbatas pada dancer. Mereka mulai menaungi dan menyediakan talent seperti MC dan penyanyi, sekaligus menangani kebutuhan event planning. Ketika sebuah mall, hotel, atau penyelenggara membutuhkan talent tertentu, Shine dapat membantu menyediakan sesuai konsep acara.
“Kami melihat kebutuhan talent dalam sebuah event cukup luas. Dari pengalaman menangani event dan talent, kami akhirnya mulai berkembang ke arah management,” kata Dina.
Salah satu pengalaman yang memperkuat langkah tersebut terjadi ketika Shine dipercaya menyediakan dancer dan MC untuk rangkaian acara di sebuah mall yang berlangsung sekitar dua bulan.
Selain mengelola talent, Shine juga membuat berbagai kegiatan seperti dance competition, dance showcase, noraebang, random play dance, hingga party celebration. Tujuannya bukan sekadar membuat acara, tetapi membuka ruang bagi orang-orang yang memiliki passion di dunia dance untuk tampil secara langsung.
Menurut Shine, media sosial memang memberikan kesempatan bagi dancer untuk menunjukkan karya melalui video. Namun, pengalaman berada di atas panggung memberikan pembelajaran berbeda, mulai dari membangun kepercayaan diri, menguasai panggung, bekerja dalam tim, hingga berinteraksi dengan penonton.

Dalam sejumlah showcase, Shine juga memberikan penghargaan seperti Best Solo, Best Group, dan Best Stage Act sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi peserta.
Bagi Dina dan tim, showcase bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, panggung menjadi tempat untuk berani tampil, mendapatkan pengalaman, membangun relasi, dan menemukan potensi yang masih bisa dikembangkan.
Saat ini, beberapa member inti yang masih menjadi bagian dari perjalanan Shine sejak awal antara lain Dina sebagai Leader & Main Dancer, Ira sebagai Main Dancer, Tazkia sebagai Main Dancer, dan Dita sebagai Lead Dancer. Di sisi lain, Shine terus membuka ruang bagi anggota dan talent baru.
Ke depan, Shine Management ingin berkembang sebagai entertainment management yang lebih luas dengan tetap bertumbuh secara bertahap melalui pengalaman dan berbagai kesempatan.
“Jangan pernah berhenti berkarya. Jangan meredupkan diri hanya karena belum mendapatkan kesempatan besar. Setiap orang punya waktunya masing-masing untuk bersinar,” tutur Dina.
Pesan tersebut sekaligus menjadi makna di balik nama Shine. Mereka percaya setiap orang memiliki potensi dan cahaya masing-masing. Melalui Shine Management, cahaya itu diharapkan mendapat ruang untuk terlihat melalui panggung, karya, relasi, dan kesempatan baru.
