Jakarta, TeropongJakarta.com – Evelyn Imeldinata kembali ke industri kreatif pada September 2026 setelah beberapa tahun mengurangi aktivitas entertainment untuk fokus menyelesaikan pendidikan dan membangun pengalaman profesional. Perempuan kelahiran Jakarta, 9 September 2003, itu kini membawa pengalaman tersebut ke EVETA Official, inisiatif yang dirancang untuk mempertemukan talent, creator, brand, perusahaan, dan peluang kerja.
Perjalanan Evelyn di dunia kreatif dimulai sejak 2019. Ia terlibat dalam pembuatan iklan, endorsement, serta berbagai proyek di Instagram dan TikTok. Ketika pandemi mengubah aktivitas, Evelyn justru memanfaatkannya untuk belajar membuat konten dan editing secara mandiri melalui YouTube dan TikTok.
Proses belajar tersebut dijalaninya dengan banyak mencoba sekaligus mengevaluasi hasil. Kesempatan profesional kemudian datang, termasuk keterlibatannya dalam kampanye Street Sushi bersama Grab. Ia juga pernah terlibat dalam aktivitas brand seperti Street Sushi dan Miniso.
Dari pengalaman sebagai creator, Evelyn mulai melihat persoalan lain di balik industri entertainment. Talent tidak hanya membutuhkan proyek, tetapi juga akses terhadap informasi, jaringan, dan kesempatan yang sesuai. Ia kemudian membangun jaringan yang menghimpun lebih dari 3.000 talent untuk berbagi informasi mengenai endorsement, shooting, freelance, pekerjaan, dan berbagai proyek.

Pengalaman itu menjadi salah satu alasan Evelyn melihat potensi membangun ekosistem yang lebih luas. Ia ingin mempertemukan pihak-pihak yang selama ini berada dalam rantai industri kreatif, mulai dari talent dan creator hingga brand serta perusahaan.
Namun, Evelyn tidak langsung meneruskan langkah tersebut. Sekitar 2022 hingga 2025, ia mengurangi aktivitas entertainment untuk berfokus pada pendidikan. Ia menyelesaikan S1 Akuntansi dengan konsentrasi Perpajakan di Institut Bisnis dan Informatika Kwik Kian Gie dalam waktu sekitar 3,5 tahun.
Di saat yang sama, pengalaman profesionalnya bertambah. Evelyn pernah mendapatkan pengalaman di PT Astra International Tbk, Bursa Efek Indonesia, KAP PwC, KAP Paul Hadiwinata PKF, serta sejumlah lingkungan kerja lainnya. Ia juga menguasai Accurate, Excel, SAP, Coretax, MYOB, dan Odoo.
Latar belakang tersebut kini menjadi bekal ketika Evelyn kembali ke industri kreatif. Ia tidak hanya membawa pengalaman sebagai creator, tetapi juga perspektif dari pendidikan akuntansi, perpajakan, dan lingkungan korporasi.

Dari sinilah EVETA dikembangkan dengan konsep “Every Talent”. Gagasannya berangkat dari keyakinan bahwa kesempatan tidak seharusnya hanya terbuka bagi mereka yang sudah terkenal atau memiliki banyak followers.
“Every Talent Deserves a Chance,” menjadi salah satu prinsip yang dibawa Evelyn.
EVETA diarahkan untuk membuka peluang full-time, part-time, freelance, hingga pekerjaan berbasis proyek. Selain akses pekerjaan, Evelyn ingin menghadirkan ruang untuk mentoring, networking, personal branding, dan pengembangan karier.
Pengalaman memimpin HIMA ASTA 2023 – 2026 dengan lebih dari 140 anggota turut membentuk cara pandangnya tentang kepemimpinan dan kerja tim. Ia juga pernah menjadi relawan pajak yang membantu masyarakat melaporkan SPT melalui DJP Online.

Kini, comeback Evelyn bukan sekadar kembali menjadi creator. Ia mencoba menghubungkan pengalaman entertainment dengan pengetahuan bisnis dan profesional yang diperolehnya selama beberapa tahun terakhir.
“Jangan menunggu kesempatan, tapi ciptakanlah,” kata Evelyn.
Melalui EVETA, ia ingin membuka lebih banyak pintu bagi talent yang sedang mencari ruang untuk belajar, bekerja, membangun jaringan, dan berkembang. Bagi Evelyn, perjalanan baru ini bukan hanya soal membangun nama, tetapi menciptakan kesempatan agar lebih banyak talent dapat menunjukkan kemampuan dan mengambil bagian dalam industri kreatif secara profesional dan berkelanjutan.
