Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Menjeda untuk Kembali Kuat: Resya Nabila dan Seni Mendengarkan Tubuh
    Health

    Menjeda untuk Kembali Kuat: Resya Nabila dan Seni Mendengarkan Tubuh

    AdminBy AdminDecember 26, 2025No Comments2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Tasikmalaya, TeropongJakarta.com – Dalam dunia olahraga, jeda kerap dipersepsikan sebagai kemunduran. Namun bagi Resya Nabila, jeda justru menjadi ruang belajar paling penting dalam hidupnya. Perempuan asal Tasikmalaya ini pernah menjadikan senam trampolin sebagai pusat aktivitas, identitas, sekaligus sumber penghidupan. Hingga cedera lutut memaksanya berhentidan menata ulang seluruh ritme hidup.

    Sejak 2022, Resya aktif sebagai instruktur senam trampolin. Awalnya, semua berangkat dari kegemaran pribadi. Ia rutin mengikuti latihan, bahkan kerap mengambil dua kelas dalam satu hari. Intensitas itu berujung pada pelatihan profesional dan sertifikasi instruktur. Dari sana, trampolin tak lagi sekadar hobi. Dalam satu hari, Resya bisa membuka hingga empat kelas, menjadikannya pekerjaan utama.

    “Trampolin membentuk banyak hal dalam hidup saya, bukan hanya fisik, tapi juga mental dan disiplin,” ujar Resya. Aktivitas tersebut menjadi poros keseharian sekaligus ruang aktualisasi diri.

    Namun tubuh memiliki batas. Cedera lutut yang dialaminya menjadi alarm keras. Resya akhirnya memutuskan vakum dari trampolin dan olahraga berat lainnya. Keputusan itu bukan perkara sederhana. Ia harus merelakan dua hal sekaligus: hobi yang dicintai dan pekerjaan yang dibangun dari proses panjang.

    “Tantangan terberatnya bukan soal berhenti olahraga, tapi menerima kenyataan bahwa saya harus meninggalkan sesuatu yang selama ini menjadi bagian dari hidup,” katanya.

    Tahun ini, Resya memilih kembali bergerak dengan pendekatan berbeda. Ia mulai bersepeda dan berlari dua olahraga yang relatif ringan untuk fase pemulihan. Bagi Resya, keduanya bukan sekadar alternatif, melainkan pintu masuk untuk membangun ulang kekuatan fisik tanpa tekanan profesional.

    Menariknya, ia memilih bersepeda fixie, jenis sepeda yang menuntut kontrol dan ketahanan tinggi. “Mungkin karena dari dulu saya memang menyukai olahraga yang menantang,” ujarnya. Pilihan itu sekaligus mematahkan stereotip bahwa cabang olahraga tertentu hanya identik dengan laki-laki.

    Peralihan dari olahraga dalam ruangan ke luar ruangan menghadirkan sensasi baru. Jika trampolin berlangsung dalam ruang tertutup dengan pola gerak terukur, bersepeda dan lari memberi kebebasan lanskap dan ritme. Meski berbeda, Resya melihatnya sebagai proses berkelanjutan. Ia meyakini, ketika fisiknya telah kembali stabil, kembali ke trampolin bukanlah hal yang berat.

    Kecenderungan Resya pada olahraga menantang bukan hal baru. Ia pernah menekuni surfing, mengikuti kompetisi, bahkan meraih juara. Namun cabang itu ia tinggalkan karena dampaknya terhadap kesehatan kulit. Pengalaman tersebut memperkaya perjalanan olahraganya bahwa keberanian juga berarti tahu kapan harus berhenti.

    Di tengah pemulihan, Resya belajar satu hal penting: mendengarkan tubuh. Baginya, jeda bukan akhir, melainkan strategi untuk bertahan lebih lama. “Berhenti sementara bukan berarti kalah,” katanya. “Kadang itu justru cara agar kita bisa kembali lebih kuat.”

    bersepeda fixie perempuan cedera lutut atlet Health instruktur senam trampolin jeda dalam olahraga mendengarkan tubuh atlet news olahraga pemulihan cedera olahraga perempuan dan olahraga Resya Nabila Sport Tasikmalaya TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleJika Medis Adalah Bahasa Tubuh, Musik Adalah Bahasa Hati: Widya Wirayanti Merilis Lagu ‘Saling Jaga’
    Next Article Muktamar Ditunda, Aktivis NU Ingatkan Risiko Kehilangan Arah
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Gak Harus Jago Main, Ini Deretan Profesi di Balik Industri Game dan Esports

    September 16, 2026

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    September 9, 2026

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    September 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.