Bogor, TeropongJakarta.com – Tidak semua orang langsung mengetahui apa yang menjadi kelebihannya. Ada kemampuan yang justru ditemukan setelah seseorang berani mencoba, keluar dari zona nyaman, dan membuka diri terhadap berbagai pengalaman.
Hal tersebut menjadi bagian dari perjalanan Gita Octaviani, seorang banker, MC profesional, dan digitalpreneur yang hingga kini terus mengembangkan berbagai peran yang dijalaninya.
Bagi Gita, kemampuan yang dimiliki saat ini tidak hadir begitu saja. Banyak di antaranya justru bermula dari keberanian mencoba sesuatu yang pada awalnya hanya dilakukan untuk mencari pengalaman.
Saat memasuki dunia perkuliahan, Gita memutuskan untuk aktif mengikuti organisasi. Tujuannya sederhana, yakni menambah pengalaman sekaligus memperluas relasi.
Namun, keputusan tersebut kemudian membawanya pada sebuah kesempatan yang tidak pernah ia rencanakan sebelumnya.

Gita dipercaya menjadi Ketua Himpunan Mahasiswa. Peran tersebut membuatnya semakin sering berbicara di depan banyak orang, mulai dari menyampaikan sambutan, memimpin kegiatan, hingga berkomunikasi dengan orang-orang dari berbagai latar belakang dan karakter.
Dari pengalaman tersebut, Gita mulai menyadari bahwa ia memiliki kemampuan sekaligus ketertarikan pada bidang public speaking.
“Dari situ saya mulai menyadari bahwa ternyata saya memiliki kemampuan dan ketertarikan di bidang public speaking,” ujar Gita.
Alih-alih berhenti pada pengalaman organisasi, Gita justru melihatnya sebagai titik awal untuk terus belajar. Ia mulai mengasah kemampuan komunikasi dan mengambil berbagai kesempatan yang dapat membantunya berkembang.
Dari situlah peluang menjadi MC mulai berdatangan.
Apa yang awalnya hanya berupa pengalaman di lingkungan kampus kemudian berkembang menjadi profesi. Sejak 2015, Gita telah menjalani peran sebagai MC profesional untuk berbagai kegiatan.
Semangat untuk mencoba berbagai hal ternyata bukan sesuatu yang baru bagi Gita.
Tumbuh sebagai anak pertama dari tiga bersaudara dalam keluarga sederhana, Gita terbiasa memahami bahwa untuk mendapatkan sesuatu dibutuhkan usaha.
Sejak sekolah, ia sudah mencoba berbagai aktivitas untuk mendapatkan pengalaman sekaligus penghasilan.
Saat SMP, ia pernah berjualan pulsa. Ketika SMA, ia mencoba berjualan kue dan membuka online shop. Memasuki masa kuliah, ia juga mengajar les privat matematika, baik di Kumon maupun secara panggilan ke rumah.

Dari setiap pengalaman tersebut, ia belajar mengenali dirinya sendiri, memahami apa yang ia bisa lakukan, sekaligus melihat bahwa sebuah kemampuan dapat dikembangkan menjadi sesuatu yang bernilai.
“Dulu saya tidak pernah berpikir bahwa pengalaman-pengalaman tersebut akan membawa saya sampai di titik sekarang. Tapi dari mencoba berbagai hal, saya jadi semakin mengenal kemampuan diri sendiri,” ungkap Gita.
Bagi Gita, salah satu hal penting dalam perjalanan mengembangkan diri adalah berani mengesampingkan gengsi.
Menurutnya, banyak orang sebenarnya memiliki kemampuan, tetapi belum berani menjadikannya sebagai peluang karena terlalu memikirkan penilaian orang lain.
“Kadang kita merasa malu ketika harus menawarkan sesuatu kepada orang lain, apalagi saat masih muda. Tapi saya belajar untuk tidak terlalu memikirkan gengsi,” katanya.
Selama dilakukan dengan cara yang positif, halal, dan memberikan manfaat, menurut Gita tidak ada alasan untuk merasa malu ketika sedang berusaha.
Prinsip tersebut kemudian menjadi salah satu cara pandangnya dalam menjalani berbagai peran.
Baginya, skill tidak harus berhenti sebagai skill. Ketika terus diasah dan berani ditawarkan kepada orang lain, sebuah kemampuan dapat berkembang menjadi peluang, bahkan menjadi sumber penghasilan.
Perjalanan profesional Gita juga tidak berhenti pada profesi sebagai banker dan MC.
Di lingkungan BSI, ia mendapat kesempatan untuk terlibat dalam berbagai aktivitas di luar pekerjaan utamanya, termasuk sebagai bagian dari BSI Rangers, Change Agent, hingga Relawan Bakti BUMN.
Berbagai pengalaman tersebut menjadi ruang bagi Gita untuk terus belajar, membangun relasi, meningkatkan kemampuan komunikasi, sekaligus memberikan kontribusi.
Di luar pekerjaan, Gita juga mengembangkan aktivitas sebagai digitalpreneur dan content creator.
Baginya, menjalani berbagai peran bukan berarti harus menjadi ahli dalam segala hal. Justru dari berbagai pengalaman tersebut, ia belajar menemukan apa yang menjadi kekuatannya dan bagaimana kekuatan tersebut dapat memberikan nilai bagi orang lain.
Perjalanan tersebut juga membentuk pandangannya bahwa bertumbuh tidak selalu berarti harus meninggalkan satu hal untuk mengejar hal lainnya.
Seseorang tetap bisa memiliki karier, membangun kemampuan, mencoba peluang baru, dan terus berkembang dalam fase kehidupan yang berbeda.
Tidak Harus Menunggu Siap untuk Memulai

Bagi Gita, kesempatan besar sering kali tidak datang dalam bentuk yang besar sejak awal.
Ada yang bermula dari organisasi kampus. Ada yang dimulai dari berjualan pulsa. Ada yang berawal dari mengajar les. Ada pula yang hanya dimulai dari keberanian mengambil kesempatan berbicara di depan orang lain.
Semua pengalaman tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan yang membentuk dirinya hari ini.
Karena itu, Gita percaya bahwa seseorang tidak harus menunggu merasa siap untuk mulai mencoba.
Coba dulu. Belajar dari prosesnya. Kenali kemampuan yang muncul. Kemudian kembangkan kemampuan tersebut menjadi sesuatu yang bernilai.
Perjalanan Gita menjadi bukti bahwa tidak semua peluang harus dicari jauh-jauh. Terkadang, peluang justru sudah ada di dalam kemampuan yang selama ini dimiliki, tetapi belum disadari atau belum berani dikembangkan.
Bagi Gita, kemampuan bukanlah sesuatu yang berhenti pada satu titik.
Dengan keberanian untuk mencoba, kemauan untuk terus belajar, dan konsistensi untuk mengasah diri, sebuah kemampuan dapat berubah menjadi peluang.
Dan mungkin, dari satu keberanian kecil untuk mencoba hari ini, seseorang sedang membuka pintu menuju kesempatan yang bahkan belum pernah ia bayangkan sebelumnya.
