Jakarta, TeropongJakarta.com – Rohidah, seorang wanita yang lahir pada tanggal 20 April 1992, telah menorehkan kisah hidup yang luar biasa, dipenuhi dengan prestasi dan dedikasi dalam berbagai bidang. Lahir dan besar di Kampung Tarikolot, RT 3 RW 6, Nanggewer Mekar, Cibinong, Kabupaten Bogor, Rohidah memulai perjalanannya sebagai seorang atletik di SD 2 Ngasinan Bonorowo, Kebumen, Jawa Tengah.

Setelah menyelesaikan pendidikan dasarnya, Rohidah mendapat kesempatan untuk tinggal di Pangandaran bersama kakak iparnya. Di SMP Negeri 1 Pangandaran, dia terus mengembangkan bakatnya dalam olahraga atletik, namun takdir membawanya beralih menjadi seorang atlet sepeda, didorong oleh dukungan penuh dari keluarganya.

Keberhasilan Rohidah dalam dunia sepeda sangat mengesankan. Dia aktif bergabung dalam berbagai tim dan mengikuti kompetisi baik di dalam maupun luar negeri, termasuk tur di Thailand, Vietnam, dan Malaysia, serta kejuaraan dunia di China. Prestasinya yang gemilang, dengan meraih medali emas dan perak di ajang PON serta keikutsertaannya dalam TC Seagame dan Asian Games, membuktikan ketangguhannya di kancah internasional.

Setelah meniti karir sukses dalam olahraga, Rohidah beralih fokus ke dunia bisnis. Dengan tekad dan semangat yang kuat, dia membuka toko sepeda dan berhasil merintis bisnisnya dari nol. Dari sepeda anak-anak hingga sepeda balap dan aksesorisnya, Rohidah membangun bisnisnya dengan penuh dedikasi.

Meskipun tidak lagi aktif sebagai atlet, Rohidah masih menjadikan sepeda sebagai bagian penting dalam kehidupannya. Reboan Pakansari, tim yang terbentuk oleh suami, istri, dan para pendiri, merayakan seri ke-24. Bulan Juni mendatang, mereka merayakan ulang tahun ke-2 dengan lomba spesial yang lebih besar dan menarik dari sebelumnya. Semoga lebih sukses dan inspiratif!. Rohidah juga memiliki cita-cita untuk kembali merasakan podium kejuaraan dengan bergabung dalam kelas women master di dunia sepeda.

Prestasi Rohidah tidak hanya membanggakan bagi keluarganya, tetapi juga menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang. Suaminya, yang memiliki profesi yang sama, memberikan dukungan penuh dalam mengejar impian Rohidah. Mereka bersama-sama membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk mengejar passion dan meraih kesuksesan.

Dengan semangat dan keteguhan hati, Rohidah menjadi teladan bagi banyak orang, khususnya para ibu rumah tangga, bahwa dengan tekad yang kuat dan semangat yang membara, segala hal yang diimpikan dapat terwujud. Rohidah adalah bukti hidup bahwa dengan kerja keras dan keyakinan pada diri sendiri, tak ada yang tidak mungkin untuk dicapai.