Jakarta, TeropongJakarta.com – Kesadaran perempuan untuk menjaga kesehatan mental dan mengenal diri sendiri terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Tidak sedikit perempuan mulai mencari aktivitas yang bukan hanya menyehatkan tubuh, tetapi juga membantu mereka merasa lebih percaya diri dan nyaman dengan dirinya sendiri.
Hal tersebut juga yang dilihat oleh Sally Corita melalui pendekatan body awareness dan sensual movement yang ia jalani. Menurutnya, banyak perempuan datang bukan hanya ingin belajar movement atau dance, tetapi juga ingin kembali terkoneksi dengan dirinya sendiri.
“Awalnya mereka datang untuk memperbaiki flexibility, mobility, atau belajar movement. Tapi perlahan saya melihat cara mereka berdiri, bernapas, hingga memandang dirinya mulai berubah,” ujar Sally.
Ia menilai banyak perempuan terlalu lama hidup dalam tekanan dan tuntutan untuk selalu kuat bagi orang lain. Kondisi tersebut membuat sebagian perempuan perlahan kehilangan koneksi dengan tubuh dan emosinya sendiri.

Menurut Sally, tekanan sosial, rasa tidak percaya diri terhadap tubuh, stres, hingga pola hidup yang terlalu sibuk menjadi beberapa faktor yang membuat perempuan merasa “terputus” dari dirinya sendiri.
Karena itu, ia percaya proses mengenal diri dapat dimulai lewat langkah sederhana seperti intentional breathwork, movement, self-care, hingga membangun self-love tanpa memberikan judgement pada diri sendiri.
Selain itu, Sally juga menilai feminine energy sering kali disalahartikan. Baginya, feminine energy bukan tentang terlihat lemah atau pasif, melainkan tentang perempuan yang sadar terhadap tubuh, emosi, batas diri, dan energinya sendiri.
Dalam kehidupan sehari-hari, konsep tersebut menurutnya bisa diterapkan lewat berbagai aktivitas seperti dance, olahraga, weight training, hingga pelvic floor exercise yang dilakukan dengan penuh kesadaran.
“Feminine energy terasa ketika seorang perempuan nyaman menjadi dirinya sendiri,” katanya.

Sally mengatakan perubahan paling besar yang biasanya dirasakan perempuan setelah mulai mengenal tubuhnya lebih dalam adalah meningkatnya rasa percaya diri. Banyak perempuan yang sebelumnya merasa insecure dan tidak nyaman dengan tubuhnya perlahan menjadi lebih tenang dan berani mengekspresikan diri.
Tidak hanya secara fisik, perubahan tersebut juga dirasakan secara emosional. Beberapa perempuan disebut mulai merasa lebih stabil secara mental, lebih tenang, hingga memiliki hubungan yang lebih baik dengan dirinya sendiri maupun orang di sekitarnya.
Menurut Sally, ketika perempuan mulai terkoneksi dengan tubuhnya, perubahan positif dalam hidup biasanya ikut tumbuh secara alami.
