Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Merantau untuk Berdamai dengan Diri: Kisah Hanifah Samir Mencintai Ketidaksempurnaan
    Health

    Merantau untuk Berdamai dengan Diri: Kisah Hanifah Samir Mencintai Ketidaksempurnaan

    AdminBy AdminDecember 18, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Cirebon, TeropongJakarta.com – Merantau tidak hanya soal berpindah tempat, tetapi juga tentang berjumpa dengan diri sendiri. Bagi Hanifah Samir, perempuan asal Cirebon, Jawa Barat, yang telah empat tahun tinggal di Hong Kong, jarak dari rumah justru membuka ruang refleksi yang selama ini tertutup oleh tuntutan dan rasa tidak aman terhadap diri sendiri.

    Sejak kecil, Hanifah hidup dengan luka yang sunyi. Warna kulitnya yang gelap kerap menjadi bahan ejekan teman sebaya. Pengalaman itu menanamkan rasa rendah diri yang ia bawa hingga dewasa. “Dari kecil saya sering diolok-olok karena warna kulit. Sampai pernah berpikir ingin memutihkan kulit supaya dianggap cantik dan tidak diremehkan,” kata Hanifah.

    Rasa insecure tersebut membuatnya tumbuh menjadi pribadi tertutup dan kurang percaya diri, terutama di tengah banyak orang. Ia kerap meremehkan kemampuannya sendiri dan merasa mimpinya terlalu jauh untuk diraih. “Saya selalu berkecil hati melakukan apa pun. Rasanya seperti ada suara di kepala yang bilang, kamu tidak cantik, kamu tidak akan bisa mewujudkan impian kamu seperti mereka,” ujarnya.

    Di balik itu, Hanifah menyadari bahwa rasa tidak aman tersebut mendorongnya menjadi people pleaser. Ia lebih sering mengutamakan orang lain, bahkan mengabaikan kebutuhan dan kenyamanan dirinya sendiri. “Dulu saya mengira mencintai diri sendiri itu egois. Padahal sekarang saya tahu, self-love itu adalah batasan boundaries untuk melindungi diri kita,” katanya.

    Kesadaran itu tidak datang tiba-tiba. Ia tumbuh perlahan melalui proses belajar dari pengalaman hidup, termasuk di perantauan. Hanifah mulai memahami bahwa memenuhi kebutuhan dasar adalah bentuk kepedulian paling awal terhadap diri sendiri. “Saya mulai lebih care. Merawat diri, makan apa yang saya suka, pakai baju yang saya nyaman, dan menjalani skincare routine. Hal-hal kecil itu ternyata sangat berarti,” ucapnya.

    Proses tersebut juga disertai keberanian untuk memaafkan masa lalu, termasuk kegagalan yang pernah membuatnya kecewa. “Saya belajar memaafkan diri sendiri. Menyadari bahwa yang saya anggap kegagalan itu sebenarnya proses untuk sesuatu yang lebih baik ke depan,” kata Hanifah.

    Kini, ia juga membiasakan diri mengapresiasi setiap langkah kecil. Baginya, ucapan terima kasih kepada diri sendiri bukanlah hal berlebihan. “Saya berterima kasih pada diri saya atas hari ini, atas semua yang sudah dilewati. Terima kasih sudah kuat sampai sejauh ini,” ujarnya. Kebiasaan ini, menurut Hanifah, membuat kesehatan mentalnya jauh lebih baik dan hidup terasa lebih ringan.

    Di Hong Kong, Hanifah mulai mengembangkan potensi diri dengan mencoba hal-hal baru. Ia menekuni hobi hiking dan fotografi, serta melanjutkan pendidikan di Indonesian Academy. Kepercayaan dirinya pun tumbuh seiring waktu. Ia kini lebih berani bepergian sendiri dan mengambil keputusan tanpa rasa takut berlebihan.

    Bagi Hanifah, mencintai diri sendiri bukanlah bentuk keegoisan, melainkan fondasi untuk kehidupan yang lebih bahagia dan bermakna. “Setelah kita benar-benar menerima diri sendiri, rasanya banyak hal jadi lebih dipermudah. Kita lebih tenang, lebih percaya diri, dan lebih siap mencapai tujuan hidup,” katanya.

    Berita Cerita Perantau Cirebon Hanifah Samir Health Insecure Kisah inspiratif Mental health news Pengembangan Diri Perempuan Indonesia Perempuan Tangguh PMI Hong Kong self love TeropongaJakarta
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleAtika Hamid Raih 1st Runner Up Miss Hijab Indonesia 2025, Prestasi Tertinggi Puteri Maluku Utara
    Next Article Muthia Islami Nisa: Tujuh Tahun Meniti Bisnis Skincare, dari Bangku SMK hingga Pengusaha Muda Beromzet Miliaran
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    September 25, 2026

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    September 14, 2026

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    September 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.