Jakarta, TeropongJakarta.com – Menjadi dokter bukan hanya tentang menangani pasien di ruang praktik. Di balik profesi tersebut, ada tanggung jawab untuk terus belajar, memahami persoalan kesehatan secara lebih luas, sekaligus berbagi pengetahuan agar semakin banyak masyarakat memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan.
Nilai tersebut tergambar dalam kiprah Dr. dr. Ratna Dewi Puspita Sari, Sp.OG., Subsp. Obginsos, MARS., FISQua., FISOG., dokter spesialis obstetri dan ginekologi yang mendedikasikan perjalanan profesionalnya pada kesehatan perempuan.
Bagi Ratna, kesehatan perempuan merupakan bidang yang memiliki cakupan luas. Persoalannya tidak hanya berkaitan dengan kehamilan dan persalinan, tetapi juga kesehatan reproduksi, perubahan hormonal, hingga berbagai kondisi yang dapat memengaruhi kualitas hidup perempuan.

“Bagi saya, menjadi dokter bukan hanya tentang memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga bagaimana ilmu yang kita miliki bisa terus berkembang dan memberikan manfaat bagi pasien maupun masyarakat,” ujar Ratna.
Dedikasi tersebut tidak berhenti pada pelayanan medis. Ratna juga aktif dalam dunia akademik, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta organisasi profesi. Berbagai aktivitas tersebut menjadi bagian dari upayanya untuk terus mengembangkan pengetahuan sekaligus memberikan kontribusi di luar ruang praktik.
Bagi Ratna, perkembangan ilmu kedokteran membuat seorang dokter dituntut untuk tidak berhenti belajar. Pengetahuan yang terus berkembang perlu diikuti dengan kemauan untuk memperbarui wawasan dan meningkatkan kualitas pelayanan.
“Pengetahuan di bidang kesehatan terus berkembang. Karena itu, seorang dokter juga harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengikuti perkembangan ilmu,” tuturnya.
Selain itu, Ratna turut aktif memberikan edukasi mengenai berbagai persoalan kesehatan perempuan, Ia juga menyoroti persoalan pubertas dini pada anak. Ratna menjelaskan bahwa kondisi tersebut dapat dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kondisi hormonal, metabolisme dan paparan lingkungan. Pemahaman orang tua terhadap perubahan tubuh anak menjadi bagian penting dalam menghadapi kondisi tersebut.

Kiprah Ratna tidak hanya dibangun melalui pelayanan medis. Penelitian, pengabdian masyarakat, organisasi profesi, dan edukasi publik menjadi ruang lain baginya untuk memberikan manfaat.
“Saya percaya kesehatan perempuan membutuhkan perhatian yang berkelanjutan. Karena itu, saya ingin terus belajar, memberikan pelayanan terbaik, dan berbagi pengetahuan yang saya miliki,” kata Ratna.
Dari ruang praktik hingga kegiatan akademik dan edukasi, perjalanan menunjukkan bahwa profesi dokter bukan sekadar tentang gelar. Lebih dari itu, ada ilmu yang terus dikembangkan, kepedulian yang dijaga, dan pengabdian yang diharapkan dapat memberi arti bagi kesehatan perempuan.
