Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Buy SmartMag Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • Sport
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Bertumbuh di Perantauan, Nadya Azhari Memilih Setia pada Diri Sendiri
    Lifestyle

    Bertumbuh di Perantauan, Nadya Azhari Memilih Setia pada Diri Sendiri

    AdminBy AdminJanuary 25, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Merantau sering kali menjadi titik balik bagi seseorang untuk mengenali dirinya sendiri. Bagi Nadya Azhari, perempuan asal Kota Pariaman, Sumatra Barat, perjalanan hidup di perantauan justru menjadi ruang refleksi tentang makna bertumbuh tanpa harus kehilangan jati diri. Kini menetap di Ibu kota DKI Jakarta, Nadya menjalani proses pendewasaan yang membawanya pada satu kesimpulan: penerimaan diri adalah fondasi utama untuk tumbuh.

    “Bagi aku, bertumbuh tanpa harus menjadi orang lain berarti berproses menjadi versi terbaik dari diri sendiri, tanpa kehilangan jati diri,” kata Nadya saat diwawancarai, Minggu 25/01/2025. Kesadaran itu, menurutnya, tidak datang secara tiba-tiba. Ada fase di mana ia merasa harus menyesuaikan diri dengan standar tertentu demi diterima oleh lingkungan.

    Tekanan tersebut kian terasa ketika Nadya mulai banyak berinteraksi di ruang publik. Penilaian orang datang dari berbagai arah mulai dari cara bersikap, berpenampilan, hingga pilihan hidup yang diambil. “Ada ekspektasi tentang bagaimana seharusnya aku bersikap, bahkan menentukan jalan hidup,” ujarnya.

    Namun, tekanan itu justru menjadi pemicu refleksi. Nadya mengaku berada di titik lelah ketika terus berusaha terlihat kuat dan sempurna. “Aku sadar, aku capek berpura-pura. Dari situ aku mulai berdamai dengan kekurangan yang aku punya,” kata dia. Momen tersebut menjadi awal baginya untuk menerima diri sendiri secara utuh. “Menerima diri sendiri itu ternyata bentuk keberanian,” tambahnya.

    Dalam prosesnya, Nadya belajar untuk memilah suara-suara dari luar. Ia tidak lagi menjadikan semua opini sebagai rujukan. “Tidak semua pendapat harus diikuti. Aku belajar memilih mana masukan yang membangun dan mana yang justru menjauhkan aku dari nilai yang aku pegang,” ujarnya.

    Menjaga identitas di tengah tuntutan lingkungan, menurut Nadya, membutuhkan kesadaran akan nilai dan tujuan hidup. Ia selalu mengingat alasan awal mengapa melangkah sejauh ini. “Kalau kita tahu apa yang kita pegang dan tujuan kita apa, tuntutan dari luar tidak mudah menggoyahkan,” kata Nadya. Baik dalam kehidupan personal maupun profesional, ia berusaha tetap jujur pada diri sendiri dan tidak memaksakan diri menjadi sesuatu yang bukan dirinya.

    Nadya juga tak menampik pernah berada pada fase merasa tertinggal. Membandingkan diri dengan orang lain yang tampak lebih cepat berhasil sempat membuatnya ragu. “Aku sering merasa kurang dan tertinggal,” tuturnya. Namun perasaan itu perlahan ia atasi dengan mengubah cara pandang. “Setiap orang punya waktunya masing-masing. Aku memilih fokus pada prosesku sendiri dan menghargai setiap langkah kecil,” katanya.

    Kepada perempuan muda dan generasi sekarang yang sedang mencari jati diri, Nadya berpesan agar tidak takut menjadi diri sendiri. “Kamu tidak harus menjadi orang lain untuk layak diterima,” ujarnya. Ia menilai proses menemukan jati diri memang tidak mudah, tetapi penting untuk dijalani dengan jujur.

    “Bertumbuhlah dengan caramu sendiri,” kata Nadya. “Karena versi dirimu yang paling jujur adalah hal paling berharga yang bisa kamu miliki.”

    Berita Bertumbuh di perantauan cerita motivasi DKI Kisah inspiratif merantau Mengembangkan jati diri Meranta Merantau dari Sumatra Barat Nadya Azhari news Penerimaan diri Perjalanan hidup perempuan Teropong Jakarta Tips self-acceptance
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleDari Jaga Lansia hingga Panggung Kompetisi, Kisah Yati Nurhayati di Hong Kong
    Next Article Fauziah Eka Risna Puspita: Merawat Ruang Berbagi di Tengah Peran sebagai Pendidik dan Ibu
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    September 10, 2026

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    September 9, 2026

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    September 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta Kesehatan Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model Music news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya Technology TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travel Travelling Video

    Advertisement
    Demo
    Latest Posts

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    5 Tahun Jadi Kowal, Adila Wujudkan Mimpi Masa Kecil Melihat Salju di Eropa

    Trending Posts

    Maersk CEO Vincent Clerc Speaks to ‘Massive Impact’ of the Red Sea Situation

    January 20, 2021

    These Knee Braces Help With Arthritis Pain, Swelling, and Post-Surgery Recovery

    January 15, 2021

    How to Keep Your Pets Safe During the Solar Eclipse 2024

    January 15, 2021

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.