Surabaya, TeropongJakarta.com – Agnes Wongso memulai perjalanan hidupnya yang penuh tantangan sejak masih di bangku SMA. Didorong oleh keinginan untuk membantu meringankan beban orang tua, ia mulai berjualan kecil-kecilan. Bahkan, untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, Agnes memilih untuk bekerja dan membiayai kuliah dengan hasil dari jualan. “Tujuan utama saya adalah membahagiakan orang tua. Itu yang selalu menjadi motivasi saya,” ujar Agnes mengenang masa-masa awal perjuangannya.
Namun, takdir berkata lain. Pandemi COVID-19 datang sebagai pukulan yang sangat berat. Impian besar untuk lanjut mengimpor barang yang sudah sempat berjalan terpaksa dihentikan. Dunia berubah, dan Agnes harus beradaptasi dengan cepat. Walaupun sempat merasakan kejatuhan, semangatnya tidak luntur. “Situasi yang berubah membuat semuanya terasa begitu sulit, tetapi saya tahu saya harus bertahan. Orang tua, terutama ibu, menjadi alasan saya untuk terus maju,” ungkap Agnes.
Kehilangan ayahnya di tengah perjalanan hidupnya menjadi tantangan emosional yang besar. Bagi Agnes, kehilangan tersebut adalah hal yang tak pernah terbayangkan sebelumnya. “Kehilangan papa adalah hal yang sangat berat. Tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan perasaan ini. Namun, saya sadar bahwa hidup harus terus berjalan. Saya masih punya mama yang menjadi semangat saya untuk terus berjuang,” katanya dengan mata yang mulai berkaca-kaca.

Di tengah proses berduka, Agnes menemukan bahwa salah satu tantangan terbesar yang dihadapinya adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan zaman. Dunia bisnis yang terus berkembang pesat memaksa dirinya untuk terus belajar dan mengikuti tren. “Konsistensi itu menjadi hal yang sangat penting, terutama dalam dunia yang terus berubah ini. Saya harus bisa mengatur waktu dengan bijak agar tidak ada waktu yang terbuang sia-sia, tetapi tetap menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi,” jelasnya.
Selain berjualan, Agnes juga memutuskan untuk terjun ke dunia influencer dan konten kreator. Meskipun baru 2,5 tahun berkecimpung di dunia ini, ia merasa bahwa keputusannya adalah langkah yang tepat. “Saya merasa semakin berkembang di dunia digital ini. Konten kreator dan influencer memberi saya ruang untuk lebih dikenal, sekaligus memberi peluang baru dalam bisnis,” kata Agnes dengan penuh antusias.
Meski terkadang harus menjadi host live untuk jualannya sendiri, Agnes merasa bahwa inilah cara terbaik untuk mengasah keterampilan komunikasi dan lebih dekat dengan audiensnya. “Terkadang, saya harus menjadi host untuk jualan online saya. Meskipun melelahkan, motivasi utama saya tetap sama: ingin membanggakan orang tua dan meraih kebebasan finansial. Itu yang selalu memotivasi saya,” tambahnya.

Agnes tidak datang dari keluarga yang bergerak di dunia bisnis yang sama. Keluarga besarnya memiliki berbagai bidang usaha yang berbeda, namun ia tidak gentar untuk mengejar impian di jalur yang telah ia pilih. “Keluarga saya memiliki bidang usaha yang beragam, tetapi saya percaya bahwa setiap orang punya jalannya masing-masing. Saya memilih untuk fokus pada bisnis yang saya geluti, meski sempat mengalami kerugian yang cukup besar,” ceritanya.
Meski menghadapi kerugian yang mencapai ratusan juta rupiah, Agnes tidak pernah menyerah. “Pernah merasa down setelah kehilangan banyak uang, tapi saya selalu ingat bahwa setiap kegagalan adalah bagian dari proses belajar. Perlahan, saya bangkit dan berusaha untuk memulihkan semuanya,” ungkapnya. Keuletannya membuahkan hasil, dan kini ia kembali membangun bisnisnya dari awal.
Agnes Wongso kini bukan hanya seorang pebisnis, tetapi juga seorang perempuan yang menginspirasi. Dengan semangat juang yang tak kenal lelah dan keyakinan bahwa setiap tantangan adalah peluang untuk tumbuh, ia terus maju menuju tujuannya: membahagiakan orang tua, meraih kebebasan finansial, dan menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya. Sebuah perjalanan yang dimulai dari impian kecil, kini menjadi kisah inspiratif tentang keteguhan hati, cinta, dan semangat pantang menyerah.
