Gorontalo, TeropongJakarta.com – Dalam keseharian yang penuh dengan aktivitas padat, Ayu Suwantika Habibie membuktikan bahwa kunci konsistensi dalam olahraga bukanlah soal waktu luang, melainkan komitmen yang dijadwalkan dengan baik. Sebagai seorang ibu rumah tangga dengan jadwal yang sering kali padat, Ayu memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk menjaga kesehatan tubuh dan mentalnya.
“Olahraga tidak hanya soal fisik, tetapi juga mental. Saya sering membuat jadwal harian khusus untuk olahraga agar tetap konsisten,” ujar Ayu. Menurutnya, tantangan terbesar yang sering muncul dalam rutinitas olahraganya adalah semangat yang naik turun. “Minggu ini semangatnya tinggi, minggu depan kadang malas,” kata Ayu sambil tersenyum.
Namun, ia menyadari besar sekali pengaruh olahraga terhadap produktivitas dan kesehatan mentalnya. “Olahraga membuat saya lebih fokus, lebih enerjik, dan mood saya jauh lebih stabil. Stres berkurang, dan saya merasa lebih percaya diri,” ujarnya dengan penuh keyakinan.

Bagi Ayu, kunci agar olahraga tetap menjadi bagian dari gaya hidup adalah dengan menjadikan olahraga sebagai investasi jangka panjang untuk kesehatan di hari tua, bukan sebagai beban yang harus dilakukan setiap hari. “Jangan menjadikan olahraga sebagai tugas yang wajib. Fokuskan pada tujuan besar, yaitu tetap sehat dan bugar hingga tua,” tambahnya.
Ayu memiliki rutinitas olahraga yang sangat terjadwal dan terorganisir. “Biasanya saya berolahraga di pagi hari setelah bangun lebih awal. Karena saya suka lari, pilates, dan renang, saya jadwalkan untuk bergantian. Hari ini lari, besok pilates, dan lusa renang. Agar tidak bosan dan lebih bersemangat,” terang Ayu.

Tidak hanya itu, Ayu juga aktif di komunitas lari yang bernama RIOT, yang menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga semangatnya. “Bergabung dengan komunitas lari membuat saya lebih termotivasi dan merasa lebih terhubung dengan sesama orang yang punya semangat sama,” katanya.
Namun, ada kalanya tantangan lain muncul, seperti gangguan tidur yang mempengaruhi rutinitas paginya. “Kadang-kadang, ketika saya kesulitan tidur di malam hari, saya menjadi malas untuk bangun pagi. Oleh karena itu, saya berusaha tidur lebih awal untuk memastikan rutinitas olahraga saya tidak terganggu,” jelasnya.

Bagi Ayu, olahraga bukan hanya soal kebugaran tubuh, tetapi juga soal kebahagiaan. “Setelah berolahraga pagi, mood saya lebih baik sepanjang hari. Ketika menghadapi masalah, saya bisa lebih santai dan berpikir dengan jernih,” katanya, mengakhiri wawancara dengan senyum cerah.
Dengan komitmen dan semangat yang terus dijaga, Ayu Suwantika Habibie menjadi contoh bagaimana menjaga keseimbangan antara pekerjaan, kehidupan pribadi, dan kesehatan melalui olahraga yang terjadwal dengan baik.
