Jakarta, TeropongJakarta.com – Sebuah event tidak selesai hanya karena pertandingan dimulai atau panggung telah berdiri. Di baliknya terdapat rangkaian pekerjaan yang dimulai dari konsep, koordinasi, komunikasi dengan peserta dan mitra, hingga memastikan seluruh agenda berjalan sesuai rencana. Bagi Devrin Cahyanto Pratama, proses panjang tersebut menjadi bagian dari perjalanan profesionalnya di dunia event organizer (EO).
Ketertarikan Devrin pada penyelenggaraan kegiatan berkembang melalui keterlibatannya di industri esports. Sejak Januari 2020, ia tercatat sebagai Small Business Owner Arena Esports ID. Dalam profil profesionalnya, Devrin menyebut telah menangani lebih dari 50 event hingga 2024.
Pengalaman mengelola puluhan kegiatan membuat Devrin bersentuhan dengan berbagai aspek penyelenggaraan event. Dalam sebuah kompetisi, misalnya, penyelenggara harus memastikan peserta mendapatkan informasi yang jelas, jadwal tersusun, venue siap, perangkat pertandingan tersedia, serta koordinasi antartim berjalan hingga acara selesai.
Di sisi lain, pengalaman Devrin di bidang sales dan marketing turut menjadi bagian dari pekerjaannya. Penyelenggaraan event kerap membutuhkan komunikasi dengan komunitas, brand, sponsor, venue, maupun pihak lain yang terlibat. Karena itu, kemampuan membangun relasi menjadi salah satu unsur yang mendukung aktivitasnya di dunia EO.
Perjalanan tersebut juga membawanya ke ranah organisasi esports. Situs resmi Esports Indonesia Provinsi DKI Jakarta mencatat Devrin Cahyanto Pratama sebagai Ketua Bidang Kompetisi.
Posisi tersebut semakin memperkuat keterlibatannya dalam penyelenggaraan kompetisi. Dunia esports memberinya pengalaman menghadapi event dengan karakter peserta dan komunitas yang beragam, sekaligus memahami pentingnya pengelolaan pertandingan secara terstruktur.
Namun, aktivitas Devrin kemudian berkembang melampaui event esports. Ia ikut menggagas Indonesia Brand Circle (IBC) bersama Perdana Bintang dan Aji Amdani. Komunitas tersebut mempertemukan pemilik brand, pelaku UMKM, profesional marketing, dan industri kreatif.
Dalam konteks EO, forum networking semacam itu membutuhkan pendekatan yang berbeda dari turnamen. Jika kompetisi memiliki struktur pertandingan yang ketat, event networking lebih menekankan pada bagaimana menciptakan suasana yang memungkinkan peserta berinteraksi dan menemukan peluang kolaborasi.
Pengalaman tersebut kembali terlihat pada 2026 ketika Devrin dipercaya menjadi Ketua Panitia Piala Sedulur Purworejo 2026. Kegiatan ini mempertemukan warga Purworejo di Jabodetabek melalui sejumlah cabang pertandingan, yakni bulu tangkis, tenis meja, catur, biliar, dan Mobile Legends.
Piala Sedulur Purworejo tidak hanya berbicara mengenai kompetisi. Event tersebut juga dirancang sebagai ruang pertemuan masyarakat Purworejo yang berada di perantauan. Semangat kebersamaan menjadi bagian dari kegiatan yang mempertemukan berbagai komunitas dalam satu agenda.
Bagi penyelenggara, format seperti itu menghadirkan tantangan tersendiri. Event harus mampu mengakomodasi kepentingan kompetisi sekaligus menjaga suasana kebersamaan. Koordinasi panitia, peserta, wasit, komunitas, hingga pihak pendukung menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan.
Rangkaian pengalaman tersebut memperlihatkan perjalanan Devrin dalam dunia EO yang berkembang melalui berbagai jenis kegiatan. Esports memberinya pengalaman mengelola kompetisi, networking memperluas pemahamannya mengenai event berbasis bisnis, sementara kegiatan komunitas membawanya pada penyelenggaraan acara dengan dimensi sosial yang lebih kuat.
Pada akhirnya, pekerjaan seorang EO bukan sekadar membuat sebuah acara terlihat ramai. Ada proses panjang untuk memastikan konsep diterjemahkan menjadi pelaksanaan yang terukur dan setiap pihak yang terlibat dapat menjalankan perannya.
Bagi Devrin Cahyanto Pratama, pengalaman dari berbagai event menjadi bekal untuk terus mengembangkan kiprahnya di industri penyelenggaraan kegiatan. Dari arena esports hingga turnamen komunitas, setiap event menjadi ruang untuk mengasah koordinasi, memperluas jejaring, dan menciptakan pengalaman bagi mereka yang hadir.
