Lamongan, TeropongJakarta.com – Keputusan meninggalkan kehidupan kota besar bukan hal mudah bagi sebagian orang. Namun, bagi Arifah Sari, perjalanan dari Jakarta menuju sebuah desa di Lamongan, Jawa Timur, justru menjadi langkah baru untuk menemukan makna hidup, membangun keluarga, sekaligus mengembangkan potensi diri.
Lahir dan besar di Jakarta membuat Arifah terbiasa dengan kehidupan yang dinamis. Namun setelah menikah, ia memilih menjalani kehidupan baru sebagai ibu rumah tangga di desa yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Perubahan lingkungan tersebut menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam proses beradaptasi dengan kebiasaan dan suasana yang berbeda.
“Yang paling penting adalah tetap menjaga komunikasi dengan sahabat dan keluarga di Jakarta. Tantangan terbesarnya adalah berani keluar dari zona nyaman,” ujar Arifah.

Alih-alih merasa tertinggal karena tinggal jauh dari kota besar, Arifah justru menjadikan perubahan tersebut sebagai ruang untuk bertumbuh. Ia mulai menemukan kebahagiaan dari hal-hal sederhana, salah satunya melalui impian memiliki rumah yang nyaman bersama keluarga.
“Sebelumnya aku belum punya rumah. Saat itu cita-citaku hanya ingin punya rumah sederhana di desa, bukan di kota besar,” ungkapnya.
Dari perjalanan tersebut, Arifah mulai membagikan cerita kesehariannya melalui konten homeliving. Ia menghadirkan inspirasi tentang bagaimana menciptakan rumah yang nyaman, menata ruang dengan sederhana, serta menikmati kehidupan rumah tangga dengan penuh rasa syukur.
Konsistensinya dalam membuat konten membuat Arifah dikenal sebagai sosok inspiratif di bidang homeliving. Ia membuktikan bahwa kreativitas dan kesempatan untuk berkembang tidak hanya milik mereka yang tinggal di kota besar.

Bagi Arifah, menjadi ibu rumah tangga bukan berarti harus berhenti mengejar mimpi. Dengan memanfaatkan teknologi dan media sosial, ia mampu mengubah aktivitas sehari-hari menjadi karya yang memberikan inspirasi bagi banyak orang.
Di balik perjalanan suksesnya sebagai content creator, terdapat dukungan besar dari sang suami. Arifah mengaku, peran suami menjadi salah satu faktor penting yang membuatnya tetap semangat menjalani berbagai aktivitas.
“Suami sangat mendukung. Saat aku sedang sibuk take dan edit konten, dia bisa menyiapkan makanan bahkan menyuapi aku. Dia juga selalu menyempatkan waktu menjadi driver aku di tengah kesibukannya sebagai FM,” cerita Arifah.
Dukungan tersebut membuat Arifah semakin percaya diri untuk terus berkarya. Tidak hanya fokus sebagai content creator, ia juga aktif mengembangkan diri melalui kegiatan positif seperti yoga dan freedive di Surabaya.

Bagi Arifah, menjaga keseimbangan hidup menjadi hal penting. Ia percaya bahwa perempuan tetap bisa memiliki ruang untuk berkembang, baik dalam keluarga maupun dalam mengejar passion.
“Keluarga tetap menjadi prioritas, tetapi jangan lupa terus mencari kegiatan yang membuat diri berkembang, baik dari sisi skill maupun finansial,” tuturnya.
Perjalanan Arifah Sari menjadi bukti bahwa inspirasi bisa datang dari mana saja. Dari sebuah desa di Lamongan, ia menunjukkan bahwa perempuan tetap mampu berkarya, membangun mimpi, dan menciptakan dampak positif meski jauh dari pusat kota.
Baginya, keluar dari zona nyaman bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal untuk menemukan versi terbaik dari diri sendiri.
