Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Sempat Tunda Kuliah, Ratih Purwasih Kini Bangun Golden Club dan Kejar Mimpi

    Dari Praktisi Hukum ke Dunia Digital, Eko Sepritama Kembangkan Bisnis TREN

    Kompol Herdi Pratama Kembangkan Bisnis TREN, Tekankan Integritas dan Kemandirian Finansial

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » 8 Tahun Jadi PMI di Hong Kong, Septiana Rela Jauh dari Anak demi Masa Depan Keluarga
    News

    8 Tahun Jadi PMI di Hong Kong, Septiana Rela Jauh dari Anak demi Masa Depan Keluarga

    AdminBy AdminSeptember 7, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Oplus_131072
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Kebumen, TeropongJakarta.com – Ada harga yang harus dibayar ketika seorang ibu memilih mencari penghidupan jauh dari rumah. Bagi Septiana, perempuan asal Kebumen, Jawa Tengah, harga itu adalah waktu bersama anak. Lebih dari delapan tahun menjalani kehidupan sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Hong Kong, ia bertahan dengan satu harapan: perjuangannya hari ini bisa menjadi bekal kehidupan yang lebih baik untuk sang buah hati.

    Keputusan Septiana bekerja ke luar negeri bukan karena ingin meninggalkan keluarga. Faktor ekonomi menjadi alasan utama. Menurutnya, mencari pekerjaan di Indonesia bukan perkara mudah, terlebih bagi perempuan yang sudah menikah dan memiliki anak.

    Situasi tersebut membuat Septiana mencoba mencari peluang di luar negeri. Namun, perjalanan pertamanya tidak berjalan mulus.

    Pada 2015, Septiana berangkat ke Singapura untuk bekerja. Ia hanya bertahan sekitar lima bulan. Selama berada di sana, ia mengaku mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan dari majikan. Ia pernah mengalami kekerasan fisik dan juga menghadapi waktu istirahat yang sangat terbatas.

    Pengalaman tersebut menjadi bagian berat dari perjalanan hidupnya sebagai pekerja migran. Namun, Septiana tidak berhenti. Ia kemudian memilih Hong Kong sebagai tempat untuk melanjutkan perjuangan mencari penghasilan.

    Hingga kini, sudah lebih dari delapan tahun Septiana bekerja di Hong Kong.

    Bertahun-tahun berada di negeri orang tentu bukan sesuatu yang mudah. Terlebih, Septiana harus menjalani hari-hari tanpa selalu bisa berada di dekat anak.

    Ia menyadari, tidak ada orang tua yang benar-benar ingin berjauhan dengan buah hatinya. Namun, kebutuhan hidup membuatnya harus mengambil keputusan yang tidak mudah.

    “Ga ada yang benar-benar mau jauh dari anak, dari keluarga. Tapi semua ini tentu buat masa depannya juga,” ujar Septiana.

    Baginya, kebutuhan anak menjadi salah satu alasan terbesar untuk tetap bertahan. Keinginan sederhana seperti membeli jajanan atau mendapatkan sesuatu yang diinginkan anak mungkin terlihat kecil, tetapi bisa menjadi persoalan ketika kondisi ekonomi keluarga belum memungkinkan.

    Sebagai orang tua, melihat anak menginginkan sesuatu tetapi belum mampu memenuhinya tentu menimbulkan rasa sedih. Dari situlah Septiana berusaha menguatkan diri untuk terus bekerja.

    Sementara dirinya berada jauh di Hong Kong, sang anak tinggal bersama kakek dan neneknya. Septiana berharap jarak tersebut tidak menghalangi anaknya untuk tumbuh menjadi pribadi yang baik.

    Ia juga berharap penghasilan yang diperoleh selama bekerja dapat disisihkan menjadi tabungan untuk masa depan anak.

    “Gapapa jauh dulu lah, semoga ada tabungan untuk masa depannya nanti,” katanya.

    Bagi Septiana, menjadi PMI bukan hanya tentang mencari penghasilan. Ada mimpi sederhana yang ingin ia wujudkan sebagai seorang ibu: memberikan kesempatan kepada anak untuk memiliki masa depan yang lebih baik daripada kehidupan yang pernah ia jalani.

    Delapan tahun lebih di Hong Kong menjadi bukti bahwa perjuangan tersebut tidak selalu mudah. Ada rindu yang harus ditahan, keluarga yang harus ditinggalkan sementara, serta pengalaman pahit yang pernah dilalui.

    Namun, Septiana memilih tetap melangkah. Ia percaya, selama perjuangan itu dilakukan untuk keluarga dan masa depan anak, jarak sejauh apa pun layak dijalani.

    cerita pekerja migran ekonomi keluarga kehidupan PMI Hong Kong kisah ibu dan anak Kisah inspiratif perempuan Kisah inspiratif PMI kisah PMI Hong Kong masa depan anak Pekerja Migran Indonesia pekerja migran Indonesia di Hong Kong perempuan Kebumen perjuangan ibu perjuangan ibu untuk anak PMI asal Kebumen PMI Hong Kong Septiana PMI Hong Kong TeropongJakarta.com TKI Hong Kong TKW Hong Kong
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticlePernah Jadi Penerima Beasiswa Penuh KL-YES, Ni Luh Putu Elsy Jadi Exchange Student ke Amerika Serikat
    Next Article Ratusan Gamers Padati Turnamen Esport MLBB HUT ke-25 Partai Demokrat
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Sempat Tunda Kuliah, Ratih Purwasih Kini Bangun Golden Club dan Kejar Mimpi

    October 21, 2026

    Dari Praktisi Hukum ke Dunia Digital, Eko Sepritama Kembangkan Bisnis TREN

    October 18, 2026

    Kompol Herdi Pratama Kembangkan Bisnis TREN, Tekankan Integritas dan Kemandirian Finansial

    October 18, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Sempat Tunda Kuliah, Ratih Purwasih Kini Bangun Golden Club dan Kejar Mimpi

    Dari Praktisi Hukum ke Dunia Digital, Eko Sepritama Kembangkan Bisnis TREN

    Kompol Herdi Pratama Kembangkan Bisnis TREN, Tekankan Integritas dan Kemandirian Finansial

    Kabut Asap Kepung Kalteng, Saffanadine Putri Ihsan Ajak Generasi Muda Jaga Hutan

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.