Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Wijah Rahayu, Kisah Inspiratif Buruh Migran Asal Lampung yang Sukses Wujudkan Mimpi Keluarga
    News

    Wijah Rahayu, Kisah Inspiratif Buruh Migran Asal Lampung yang Sukses Wujudkan Mimpi Keluarga

    AdminBy AdminJanuary 13, 2025No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Lampung, TeropongJakarta.com – Perjalanan hidup penuh perjuangan tak membuat Wijah Rahayu, atau yang lebih dikenal dengan nama “Suci Dalam Debu,” menyerah pada nasib. Lulusan SMP asal Lampung ini sukses memberangkatkan kedua orang tuanya ke Baitullah dan membangun rumah pribadi berkat kerja kerasnya sebagai buruh migran.

    “Saya ingin membuktikan bahwa sukses tidak hanya milik mereka yang berpendidikan tinggi. Selama kita berusaha dengan cara yang halal, kita juga bisa sukses dengan versi kita sendiri,” ujar Wijah dalam wawancara eksklusif.

    Wijah mengisahkan masa kecilnya yang penuh tantangan. Lulus SMP pada 2015, ia terpaksa mengubur cita-citanya menjadi seorang guru karena kondisi ekonomi keluarga yang sulit. “Sedih pasti, melihat teman-teman berangkat sekolah sementara saya hanya bisa tinggal di rumah,” kenangnya.

    Namun, kondisi tersebut tak membuatnya menyerah. Pada tahun 2017, Wijah mengambil keputusan besar untuk merantau ke Singapura sebagai pekerja migran. Meski awalnya merasa minder dengan pekerjaannya, ia perlahan menyadari bahwa mencari nafkah dengan cara halal adalah suatu kehormatan. “Saya sempat menangis merasa rendah diri. Tapi akhirnya saya sadar, kerja keras dengan cara halal itu mulia,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

    Setelah kontraknya di Singapura selesai, Wijah memutuskan untuk melanjutkan perjuangannya ke Hong Kong pada tahun 2018. Di sana, ia mulai merancang rencana keuangan dengan cermat. “Saya buat planning jelas, dari memperbaiki rumah, membiayai pendidikan adik-adik, hingga membantu perekonomian keluarga,” jelasnya.

    Melalui perencanaan tersebut, hasil dari kontrak kedua di Hong Kong berhasil ia wujudkan dalam bentuk rumah impian yang kini ditempatinya. Namun, kesuksesannya tidak berhenti di situ. Pada kontrak ketiga, Wijah berhasil mewujudkan cita-cita besar lainnya: memberangkatkan kedua orang tuanya ke Baitullah.

    “Ini adalah momen paling mengharukan dalam hidup saya. Dulu hanya mimpi, tapi kini Allah benar-benar mewujudkannya,” ucapnya penuh haru.

    Sebagai anak kedelapan dari sepuluh bersaudara (dari total dua belas bersaudara), Wijah sering mendapat pandangan merendahkan dari lingkungan sekitar. “Banyak yang meremehkan karena kami berasal dari keluarga besar dengan banyak anak. Tapi saya yakin, di balik kesulitan pasti ada kemudahan,” tuturnya penuh keyakinan.

    Kini, di tengah kesibukannya bekerja, Wijah tetap aktif mengembangkan diri. Ia mengikuti berbagai kelas online seperti public speaking, baking, desain grafis, dan bahkan mulai merintis sebagai content creator. “Saya ingin berbagi inspirasi kepada banyak orang, terutama mereka yang merasa minder dengan pekerjaannya,” ungkapnya.

    Wijah juga pernah aktif dalam komunitas buruh migran di Hong Kong yang membantu pekerja menghadapi masalah dengan majikan. Dari situ, ia belajar mengasah kemampuan berbicara di depan umum hingga berkesempatan menjadi MC dalam acara internasional. “Pengalaman itu mengajarkan saya bahwa setiap tantangan adalah kesempatan untuk bertumbuh,” tambahnya.

    Dalam wawancara, Wijah menyampaikan harapannya untuk masa depan. Ia bercita-cita membangun usaha di Indonesia yang mampu memberdayakan anak muda, terutama mereka yang tidak memiliki ijazah tinggi. “Sukses bukan soal gelar, tapi soal kemauan untuk bekerja keras dan berusaha dengan tekun,” tegasnya.

    Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan kemajuan teknologi dengan positif. “Sekarang banyak kelas gratis di YouTube, mulai dari kerajinan tangan sampai kuliner. Jangan sia-siakan smartphone hanya untuk hiburan semata, tapi manfaatkan untuk belajar hal baru,” pesannya.

    Wijah mengakui bahwa perjuangan menjadi pekerja migran bukanlah hal mudah. Rasa rindu terhadap keluarga di kampung halaman sering kali menghampirinya. “Terkadang ingin menyerah, tapi saya selalu ingat bahwa perjuangan ini demi keluarga. Itu yang membuat saya terus bertahan,” ucapnya.

    Ia mengingatkan bahwa kunci utama kesuksesan adalah niat, usaha, dan doa. “Tidak ada yang bisa mengubah nasib kita selain diri sendiri. Bahkan Tuhan pun baru akan mengubah nasib kita jika kita mau berusaha dan berdoa,” ujar Wijah dengan penuh semangat.

    Sebagai penutup, Wijah berharap kisahnya dapat menginspirasi banyak orang, terutama anak muda yang tengah berjuang menghadapi keterbatasan hidup. “Jangan malu dengan pekerjaan yang halal. Selama itu berkah, sukses pasti datang,” pesannya menutup wawancara.

    Semoga kisah Wijah Rahayu ini dapat menjadi motivasi bagi banyak orang bahwa setiap tantangan dalam hidup dapat diubah menjadi peluang untuk meraih kesuksesan.

    Berita BeritaBaru inspiratif Lampung Lifestyle news Teropong Jakarta Wijah Rahayu
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleAmalia EL Tari, Bidan Inspiratif yang Sukses Bangun Bisnis Hampers di Bandar Lampung
    Next Article Adella Alifha Yuliani: Perempuan Petualang yang Menemukan Kebebasan Lewat Riding dan Motocamp
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    September 29, 2026

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    September 28, 2026

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    September 25, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.