Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Vely Syukran, Merawat Makna Mendengar di Tengah Bising Informasi
    Education

    Vely Syukran, Merawat Makna Mendengar di Tengah Bising Informasi

    AdminBy AdminJanuary 24, 2026No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Di tengah derasnya arus informasi dan budaya serba cepat, praktik mendengar perlahan kehilangan ruangnya. Pesan disampaikan dengan cepat, dikonsumsi sepintas, lalu segera tergantikan. Dalam lanskap semacam itu, suara kerap diposisikan sekadar alat teknis. Namun bagi Laili Fithriyah SIP, M.Ikom dikenal sebagai Vely Syukran suara justru menyimpan tanggung jawab yang lebih dalam: menghadirkan makna.

    Vely adalah radio broadcaster senior di Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (RRI) Jakarta. Ia telah menekuni dunia penyiaran lebih dari 25 tahun sejak memulai karier pada 2001. Pada fase awal, ia juga sempat berkiprah sebagai presenter dan news anchor TVRI hingga 2007. Dalam dunia siaran, ia terbiasa memperlakukan suara secara presisi: jelas, terukur, dan informatif.

    “Di radio dan televisi, suara itu teknis. Intonasi diatur, tempo dijaga, emosi dikendalikan. Pokoknya pesan sampai,” ujar Vely saat diwawancarai, Sabtu, 24 Januari 2026.

    Pandangan itu mulai bergeser ketika ia mendalami saritilawah seni membacakan terjemahan Al-Qur’an secara lisan. Sejak 2008, Vely dipercaya menjadi pembaca saritilawah dalam berbagai acara keagamaan tingkat kenegaraan, termasuk agenda resmi di Istana Negara, Masjid Istiqlal, dan Kementerian Agama. Dari pengalaman itulah ia menemukan dimensi lain dari suara.

    “Ada momen ketika saya membaca ayat, lalu audiens terdiam. Bahkan ada yang menangis,” kata Vely. Menurutnya, reaksi itu bukan karena kualitas vokal, melainkan karena pesan ayat yang tersampaikan. “Di situ saya sadar, suara bukan cuma bunyi. Ia bisa menjadi ruang menghadirkan makna.”

    Kesadaran tersebut berkelindan dengan kegelisahan yang lebih luas. Di Indonesia, saritilawah hampir selalu hadir dalam acara keagamaan resmi dan menjadi salah satu cabang lomba Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ). Namun, literasi tentang saritilawah relatif minim. “Ia sering tampil, tapi jarang dibahas secara serius. Hadir, tetapi seolah tidak pernah diajak duduk dan dijelaskan,” ujar Vely.

    Ia menilai kondisi ini diperparah oleh perubahan perilaku audiens. Tradisi mendengar kian terpinggirkan oleh budaya visual dan konten viral. Padahal, Al-Qur’an sejak awal hadir melalui lisan. “Tidak semua orang memahami bahasa Arab. Di situlah saritilawah bisa menjadi jembatan, agar pesan ayat tetap sampai ke hati,” katanya.

    Dari kegelisahan itu, Vely menulis buku Saritilawah: Seni Menyuarakan Pesan Ilahi, yang kini memasuki tahap akhir penyelesaian dan direncanakan terbit dalam waktu dekat, termasuk dalam format buku elektronik. Buku ini memuat refleksi praktik, asal-usul saritilawah, hingga panduan latihan. Namun ia menegaskan, karyanya bukan sekadar buku teknik.

    “Saritilawah itu bukan hanya keterampilan, tapi laku. Teknik penting, tapi teknik hanyalah alat,” ujarnya. Ia mengaku selalu memulai saritilawah dengan memahami konteks ayat, membaca tafsir, dan menangkap pesan utamanya. “Saya bertanya ke diri sendiri: pesan apa yang sedang disampaikan ayat ini, dan bagaimana suara saya bisa menjadi jembatan, bukan sekadar bunyi.”

    Di luar aktivitas tersebut, Vely juga tercatat sebagai dosen tetap Ilmu Komunikasi di Universitas Dian Nusantara. Ia aktif sebagai pelatih public speaking di berbagai kementerian, lembaga pemerintah, dan institusi pendidikan. Selain itu, ia juga tercatat sebagai pengajar dan trainer Master of Ceremony (MC) kehumasan pemerintah di Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Pusdiklat Kominfo), yang kini bernama Puspa Komdigi, dengan cakupan pelatihan nasional. Di ranah profesional, ia juga dikenal sebagai MC protokoler, voice over talent, serta pelaku UMKM melalui brand kuliner Rendang Sentosa.
    Namun di tengah seluruh kesibukan itu, saritilawah justru menjadi ruang pulang ruang untuk melambat dan berefleksi. “Di sini saya diingatkan bahwa tujuan suara bukan agar kita terdengar, tetapi agar pesan sampai ke hati,” kata Vely.

    Agustus 2025 lalu, bertepatan dengan usia ke-50, Vely menggelar pre-launching bukunya. Ia memandang fase ini sebagai momentum untuk lebih banyak berbagi. Jika melalui saritilawah dan buku tersebut orang menjadi lebih memahami pesan Al-Qur’an, ia berharap itu menjadi bagian dari ibadah dan amal jariah.

    Pada akhirnya, upaya untuk terus memberi manfaat sering kali bekerja dengan caranya sendiri: semakin seseorang berusaha menghadirkan kebaikan bagi orang lain, semakin banyak pula hal baik yang diam-diam menemukan jalan untuk kembali.

    Berita Buku Saritilawah Laili Fithriyah news Penyiar radio Indonesia Literasi keagamaan Public speaking Islami Pusdiklat Kominfo Puspa Komdigi RRI Jakarta Saritilawah Seni membaca Al-Qur’an TeropongJakarta.com Tradisi mendengar Vely Syukran
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleDari Hobi ke Profesi, Mala Menemukan Jalan Hidup di Dunia Seni dan Kecantikan
    Next Article Dari Jaga Lansia hingga Panggung Kompetisi, Kisah Yati Nurhayati di Hong Kong
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    September 25, 2026

    Agata Selia Keylani, dari Catwalk hingga Panggung Seni: Remaja 16 Tahun yang Berani Mengejar Mimpi

    September 23, 2026

    Anindiya Delia Renata Bawa Pesona Nusantara ke Panggung ASEAN Fashion Festival 2026

    September 21, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Agata Selia Keylani, dari Catwalk hingga Panggung Seni: Remaja 16 Tahun yang Berani Mengejar Mimpi

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.