Jakarta, TeropongJakarta.com – Setiap perjalanan hidup memiliki cerita yang berbeda. Ada proses yang berjalan sesuai harapan, tetapi ada pula fase yang menghadirkan keraguan, tantangan, hingga kegagalan. Bagi Ariqoh Arista Nurfaizah, perempuan asal Makassar yang kini menetap di Jakarta, setiap pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam membentuk dirinya menjadi sosok yang lebih kuat, mandiri, dan terus berkembang.
Ariqoh melihat kehidupan sebagai proses panjang untuk belajar mengenal diri sendiri. Baginya, keberhasilan bukan hanya tentang pencapaian akhir, tetapi juga bagaimana seseorang mampu bertahan melewati berbagai fase sulit dan tetap memilih untuk melangkah.
“Perjalanan hidup saya tidak selalu berjalan sesuai dengan apa yang saya rencanakan. Ada banyak proses yang mengajarkan saya tentang kesabaran, keberanian, dan bagaimana menerima bahwa tidak semua hal bisa terjadi sesuai dengan keinginan,” ujar Ariqoh.

Dalam perjalanannya, Ariqoh pernah mengalami masa ketika muncul rasa ragu terhadap kemampuan diri sendiri. Ia sempat mempertanyakan apakah dirinya mampu mencapai impian yang ingin diwujudkan. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi titik pembelajaran untuk lebih percaya kepada proses dan tidak menyerah terhadap keadaan.
Menurutnya, kegagalan bukanlah akhir dari sebuah perjalanan. Justru melalui kegagalan, seseorang dapat lebih mengenal dirinya, memahami kekuatan yang dimiliki, serta belajar mengambil langkah yang lebih baik ke depannya.
“Saya belajar bahwa tidak semua kehilangan adalah sesuatu yang buruk dan tidak semua jalan yang tertunda berarti kita gagal. Terkadang ada pelajaran yang membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.

Bagi Ariqoh, menjadi perempuan mandiri bukan berarti harus mampu melakukan segala hal seorang diri. Kemandirian menurutnya adalah keberanian untuk menentukan pilihan hidup, bertanggung jawab atas keputusan yang diambil, serta memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri.
Ia percaya bahwa setiap perempuan memiliki hak untuk memiliki mimpi, berkarya, belajar, dan menciptakan masa depan sesuai dengan nilai yang diyakininya.
“Perempuan yang kuat adalah perempuan yang tetap memiliki kelembutan, tetapi tidak kehilangan keberanian untuk memperjuangkan apa yang diyakininya,” kata Ariqoh.
Melalui kisahnya, Ariqoh ingin mengajak perempuan lain agar tidak merasa rendah diri ketika sedang menjalani proses. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki waktu dan perjalanan masing-masing sehingga tidak perlu membandingkan diri dengan pencapaian orang lain.

Menurutnya, rasa takut dan ragu merupakan hal yang wajar, tetapi jangan sampai menjadi alasan untuk berhenti mengejar impian.
“Jangan menunggu sampai merasa sempurna untuk mulai melangkah. Tidak apa-apa berjalan perlahan, tidak apa-apa mengalami kegagalan, dan tidak apa-apa harus memulai kembali. Yang terpenting adalah tetap percaya kepada diri sendiri dan terus berusaha,” tuturnya.
Kini, Ariqoh terus melanjutkan perjalanannya dengan semangat untuk berkembang dan memberikan manfaat bagi orang lain. Baginya, menjadi versi terbaik dari diri sendiri bukan tentang menjadi sempurna, melainkan tentang keberanian untuk terus belajar, bangkit, dan menciptakan perubahan positif dalam kehidupan.
