Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » From Pain to Power, Gusti Ayu Gita Setiawati Bangkit dari Luka Batin
    Entertaiment

    From Pain to Power, Gusti Ayu Gita Setiawati Bangkit dari Luka Batin

    AdminBy AdminJanuary 28, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Bali, TeropongJakarta.com – Isu kesehatan mental kian menonjol dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan generasi muda. Tekanan sosial, budaya perbandingan di media sosial, serta tuntutan untuk selalu terlihat berhasil membuat banyak orang mengalami kecemasan, rasa tidak layak, hingga kehilangan arah hidup. Di tengah situasi tersebut, Gusti Ayu Gita Setiawati, S.Tr.Par., CPS, memilih menghadapi luka batinnya secara sadar dan mengubahnya menjadi sumber daya tumbuh.

    Gita menuturkan, titik balik kesadarannya bermula dari pertemuannya dengan pemikiran Stoisisme melalui buku The Art of Stoicism. Dari sana, ia memahami bahwa tidak semua hal dalam hidup bisa dikendalikan manusia. “Saya terlalu sering menghakimi diri sendiri atas kesalahan dan kejadian menyakitkan yang pernah saya alami,” kata Gita dalam wawancara. “Saat itu saya sadar, kalau terus terjebak di pikiran yang sama, saya akan berhenti berkembang.”

    Pemahaman tersebut membuatnya mengubah cara merespons masa lalu. Ia berhenti menyalahkan diri sendiri maupun orang lain, lalu fokus pada hal-hal yang masih berada dalam kendalinya. “Saya mulai mengontrol cara berpikir, cara merespons situasi, dan menjaga diri agar tetap tenang serta positif,” ujarnya. Menurut Gita, perubahan itu memperbaiki self-control dan berdampak langsung pada ketenangan serta kualitas hidupnya hingga kini.

    Namun, perjalanan tersebut berangkat dari pengalaman traumatis. Gita mengaku luka batinnya terbentuk sejak remaja, salah satunya akibat perundungan. Ia kerap diberi label “berlebihan”, “caper”, dan “norak” oleh lingkungan sekitarnya. “Saya dulu sangat introvert dan pendiam. Saat dibully, saya memilih diam karena tidak punya tempat untuk bercerita,” katanya. Semua pengalaman itu dipendam dan baru disadari dampaknya beberapa tahun terakhir.

    Selain perundungan, Gita juga pernah terjebak dalam hubungan yang toksik. Dalam relasi tersebut, ia mengalami kekerasan fisik dan emosional, namun memilih menyembunyikannya dari siapa pun, termasuk keluarga. “Saya terlalu sibuk mencari cinta di luar sampai tidak sadar bahwa hubungan itu justru merugikan saya dan mengubur banyak mimpi,” ujar Gita. Kesadaran untuk keluar dari hubungan itu menjadi titik balik penting dalam hidupnya.

    Pengalaman personal tersebut membuat Gita peka melihat tren kesehatan mental di kalangan anak muda saat ini. Ia menilai self-sabotage menjadi salah satu pola yang paling sering muncul. “Mindset merasa tidak layak, tidak mampu, dan tidak berbakat adalah bentuk paling umum dari membatasi diri sendiri,” katanya. Menurut Gita, persoalan generasi muda bukan semata soal kemampuan, melainkan minimnya kemauan untuk belajar dan bertumbuh akibat mental block.

    Media sosial, lanjut Gita, turut memperkuat tekanan psikologis. Banyak anak muda merasa tertinggal karena membandingkan proses hidupnya dengan pencapaian orang lain. “Padahal setiap orang punya latar belakang dan waktu yang berbeda,” ujarnya. Untuk mematahkan pola tersebut, Gita menekankan pentingnya self-control dan growth mindset. “Ketika seseorang mampu menguasai dirinya sendiri, ia akan lebih mudah mengarahkan hidup ke tujuan yang ingin dicapai,” kata Gita.

    Berangkat dari pengalaman dan kegelisahan tersebut, Gita kini merintis @kelaskuberdaya.id, sebuah platform yang ia rancang sebagai ruang aman untuk belajar, berbagi cerita, dan saling mendengarkan. “Saya paham rasanya kebingungan, merasa sendirian, dan berjuang tanpa arah. Setidaknya saya ingin menjadi orang yang berguna bagi mereka yang sedang berproses,” ujarnya.

    Di tengah meningkatnya kesadaran akan kesehatan mental, Gita menyampaikan pesan bagi mereka yang masih merasa tidak cukup atau tidak pantas. “Hidup tidak sepenuhnya bisa kita kontrol, tapi kita selalu punya kendali atas cara berpikir dan bersikap,” katanya. Menurutnya, selama seseorang mau berusaha dan membenahi diri, selalu ada peluang untuk bertumbuh bahkan dari luka terdalam sekalipun.

    bangkit dari luka batin bullying remaja From Pain to Power growth mindset Gusti Ayu Gita Setiawati hubungan toksik kekerasan emosional kesehatan mental Bali kesehatan mental generasi muda kisah inspiratif perempuan Bali mental block anak muda Motivasi hidup Pengembangan Diri penyintas trauma Perempuan tangguh Indonesia perjalanan hidup inspiratif self control self healing self sabotage stoisisme dalam kehidupan The Art of Stoicism
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleNadia Narsies: Investasi Sehat yang Dipanen Menjelang Usia 60 Tahun
    Next Article Anindiya Delia Renata Angkat Kebaya sebagai Simbol Karakter Perempuan Indonesia
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    September 25, 2026

    Agata Selia Keylani, dari Catwalk hingga Panggung Seni: Remaja 16 Tahun yang Berani Mengejar Mimpi

    September 23, 2026

    Anindiya Delia Renata Bawa Pesona Nusantara ke Panggung ASEAN Fashion Festival 2026

    September 21, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.