Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Di Tengah Arus Digital, Annisa Nur Fitriyani Menanamkan Karakter pada Anak Sejak Dini
    Education

    Di Tengah Arus Digital, Annisa Nur Fitriyani Menanamkan Karakter pada Anak Sejak Dini

    AdminBy AdminDecember 17, 2025No Comments2 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Lampung, TeropongJakarta.com – Di tengah derasnya arus digitalisasi yang menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan, pendidikan karakter anak menjadi tantangan tersendiri. Bagi Annisa Nur Fitriyani, guru muda yang tinggal di Kabupaten Pringsewu, Lampung, tantangan itu justru menjadi panggilan. Ia memilih berdiri di ruang kelas, berinteraksi langsung dengan anak-anak, dan menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan yang kian tergerus oleh perkembangan zaman.

    Dorongan Annisa untuk menjadi guru berangkat dari pengalaman personal yang sederhana namun bermakna. Interaksi dengan anak-anak, baginya, menghadirkan ketenangan tersendiri. “Ada rasa damai ketika bersama anak-anak. Dari situ saya merasa terpanggil untuk mendampingi mereka tumbuh, bukan hanya secara akademik, tetapi juga secara karakter,” ujar Annisa.

    Namun, menjadi guru di era digital bukan perkara mudah. Annisa menyadari bahwa tantangan pendidikan karakter saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan generasi sebelumnya. Akses informasi yang begitu luas, ragam pengaruh sosial, hingga pola interaksi anak yang banyak bergeser ke dunia digital membuat penanaman nilai luhur bangsa terasa semakin sulit. “Anak-anak sekarang sangat mudah terpapar berbagai pengaruh. Di sinilah peran guru menjadi penting untuk tetap menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan,” katanya.

    Di ruang kelas, Annisa menekankan nilai-nilai karakter yang ia anggap fundamental. Kejujuran menjadi pijakan utama, disusul sikap saling menghargai sesama, menjaga sopan santun, disiplin, empati, dan tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut, menurut Annisa, bukan sekadar materi pelajaran, melainkan bekal hidup yang akan menentukan bagaimana anak bersikap di tengah masyarakat yang semakin beragam.

    Dalam menerapkan pendidikan karakter, Annisa memilih pendekatan yang sederhana namun konsisten. Ia meyakini bahwa keteladanan adalah metode paling efektif. Nilai-nilai yang diajarkan kepada murid terlebih dahulu diterapkan dalam dirinya sendiri dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah. “Anak-anak belajar bukan hanya dari apa yang didengar, tetapi dari apa yang mereka lihat,” ujarnya.

    Proses tersebut tentu tidak selalu berjalan mulus. Annisa mengakui bahwa penolakan dan tantangan kerap muncul, terutama ketika siswa masih berproses memahami dan memaknai nilai-nilai yang diajarkan. Namun, dengan dukungan pihak sekolah dan keterlibatan wali murid, hambatan itu perlahan dapat diatasi. Kolaborasi antara guru dan orang tua menjadi kunci agar pendidikan karakter berjalan seiring antara sekolah dan rumah.

    Ke depan, Annisa berharap generasi muda Indonesia tumbuh menjadi pribadi yang tidak kehilangan jati diri. Ia membayangkan generasi yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, tercermin dari adab dan tingkah laku yang mulia, meski hidup di tengah kemajuan teknologi. “Kemajuan zaman seharusnya tidak menghapus karakter, justru harus memperkuatnya,” kata Annisa.

    Annisa Nur Fitriyani menanamkan nilai kejujuran dan empati pada anak di tengah tantangan era digital education Guru muda asal Pringsewu Lampung sopan santun TeropongaJakarta
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleDari Kapuas ke Panggung Nasional, Siti Amelia Norhayatun Raih Miss Hijab Indonesia Berbakat 2025
    Next Article Atika Hamid Raih 1st Runner Up Miss Hijab Indonesia 2025, Prestasi Tertinggi Puteri Maluku Utara
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    September 14, 2026

    Pernah Jadi Penerima Beasiswa Penuh KL-YES, Ni Luh Putu Elsy Jadi Exchange Student ke Amerika Serikat

    September 7, 2026

    Dari Perpustakaan Sekolah, Sofia Qolbu Ghena Dorong Siswa Berani Menulis dan Berkarya

    September 1, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.