Jakarta, TeropongJakarta.com – Dunia tata rias bagi Tari Safitri bukan sekadar tentang mempercantik penampilan. Bagi perempuan asal Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, tersebut, makeup menjadi bagian dari perjalanan panjang yang tumbuh sejak masa kanak-kanak hingga akhirnya mengantarkannya membangun karier sebagai makeup artist (MUA) melalui brand Tarisafitri MUA.
Ketertarikan Tari terhadap dunia seni dan tata rias sudah terlihat sejak kecil. Saat masih duduk di bangku TK, ia pernah meraih juara pertama lomba mewarnai antar sekolah. Bakat tersebut semakin berkembang karena sang ayah merupakan seorang seniman. Tari juga tumbuh di lingkungan keluarga yang dekat dengan seni melalui Sanggar Seni Jepin Manis, yang didirikan oleh sang kakek dan kemudian diteruskan oleh paman serta bibinya.

Sejak berusia enam tahun, Tari sudah aktif mengikuti kegiatan sanggar. Ketika tampil menari, ia terbiasa menggunakan makeup untuk mendukung penampilan di atas panggung. Dari pengalaman tersebut, ketertarikannya terhadap dunia tata rias perlahan tumbuh.
“Sejak mengikuti sanggar dari umur enam tahun, kami terbiasa makeup pada saat tampil menari. Bakat itu semakin berkembang hingga saya besar,” ujar Tari.
Perjalanan menuju profesi MUA tidak langsung berjalan mulus. Setelah menyelesaikan SMA, Tari sempat dua kali gagal dalam tes Polwan. Ia kemudian melanjutkan pendidikan kuliah pada 2018. Ketika pandemi COVID-19 membuat aktivitas perkuliahan berlangsung secara daring, Tari memanfaatkan waktu tersebut untuk kembali mengasah kemampuan makeup.
Ia kemudian mengikuti private makeup hingga memperoleh sertifikat dan mulai membangun langkah sebagai MUA dari nol.
Dalam proses merintis usaha, Tari menghadapi tantangan berupa keterbatasan modal hingga pandangan sebelah mata dari orang-orang di sekitarnya. Saat hasil makeup belum maksimal dan perlengkapan yang dimiliki masih terbatas, tidak sedikit yang meremehkan pilihannya berkarier di bidang kecantikan.

Namun, kondisi tersebut justru menjadi motivasi bagi Tari untuk terus berkembang. Ia rutin mengikuti private class, meningkatkan kualitas tools makeup, hingga mengembangkan studio. Baginya, menjaga kualitas layanan merupakan kunci untuk mempertahankan kepercayaan klien.
“Saya berusaha tidak pernah berhenti belajar dan selalu upgrade di dunia permakeupan, baik dari private class, tools makeup, maupun studio makeup,” katanya.
Selain meningkatkan kemampuan teknis, Tari juga berusaha membangun hubungan baik dengan sesama MUA dan terbuka terhadap masukan dari klien. Menurutnya, kenyamanan klien menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan terbaik.
Bagi anak muda yang ingin mengikuti jejaknya di industri kecantikan, Tari berpesan agar tidak mudah merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki.

“Selalu semangat dan tetap terus belajar. Jangan merasa kita yang terbaik. Tetap rendah hati dan selalu berusaha upgrade,” tuturnya.
Ke depan, Tari ingin terus meningkatkan kemampuan sebagai MUA dan memperluas kiprahnya di industri beauty. Ia memilih untuk menjadikan proses belajar sebagai bagian dari perjalanan karier yang tidak pernah berhenti.
“Target saya semoga bisa selalu upgrade di dunia makeup artist dan tidak merasa puas dengan apa yang didapatkan. Selalu belajar dan terus belajar,” pungkas Tari.
