Batam, TeropongJakarta.com – Tidak semua perjalanan menuju dunia usaha dimulai dengan rencana untuk menjadi pengusaha. Ada yang berawal dari sebuah keputusan dalam kehidupan pribadi, kemudian berkembang menjadi perjalanan panjang yang mempertemukan bisnis, keluarga, dan kesempatan untuk terus belajar.
Itulah yang mewarnai perjalanan Suliastini Sulistasniem, perempuan asal Batam yang bersama suaminya membangun sejumlah lini usaha sekaligus memperluas kiprah ke bidang pendidikan.
Perjalanan tersebut bermula setelah Suliastini menikah pada 2005. Saat itu, ia memutuskan meninggalkan pekerjaannya di sebuah perusahaan Jepang dan memilih menjalani babak baru bersama sang suami.
Keputusan tersebut menjadi titik awal yang membawanya mengenal dunia kewirausahaan secara langsung.

Bersama suaminya, Suliastini memulai usaha tour and travel & mengembangkan bisnis dunia pengecatan. Dari sana, ia berhadapan dengan dinamika bisnis yang tidak selalu berjalan sesuai rencana. Mengelola usaha menuntut ketekunan, kemampuan beradaptasi, serta kemauan untuk memahami kebutuhan pelanggan.
Pengalaman tersebut kemudian menjadi bekal ketika Suliastini dan suaminya mengambil langkah di bidang yang berbeda.
Pada 2010, keduanya dipercaya menjadi dealer resmi Jotun Paint. Kesempatan tersebut membuka perjalanan baru di sektor bahan bangunan.
Usaha yang mereka jalankan kemudian berkembang hingga memiliki enam toko yang tersebar di Kota Batam.
Perkembangan itu tidak hadir hanya melalui ekspansi usaha. Di baliknya terdapat proses panjang untuk mempertahankan operasional, membangun hubungan dengan pelanggan, serta menjaga kepercayaan yang menjadi bagian penting dari keberlangsungan sebuah bisnis.
Bagi Suliastini, dunia usaha juga menjadi ruang untuk terus bertumbuh. Pengalaman dari satu bidang dapat menjadi pembelajaran ketika memasuki bidang berikutnya.
Hal tersebut membuat perjalanan kewirausahaannya tidak berhenti pada aktivitas perdagangan. Bersama keluarga, ia kemudian memperluas langkah ke sektor yang memiliki karakter berbeda.
Pada 2011, Suliastini dan suaminya mendirikan sebuah sekolah Islam yang hingga kini masih beroperasi dan berkembang.

Langkah tersebut menjadi bagian penting lainnya dalam perjalanan mereka. Setelah berkecimpung dalam bisnis jasa dan perdagangan, mereka memasuki dunia pendidikan yang memiliki tantangan sekaligus tanggung jawab tersendiri.
Jika bisnis membutuhkan kemampuan menjaga keberlanjutan usaha, pendidikan membutuhkan proses yang lebih panjang karena hasilnya tidak selalu dapat dilihat dalam waktu singkat.
Di titik inilah perjalanan Suliastini memperlihatkan sisi lain dari seorang perempuan yang tumbuh bersama bisnis dan keluarga. Perannya tidak hanya berada pada satu bidang, tetapi berkembang mengikuti perjalanan usaha dan keputusan keluarga yang dijalani bersama.
Kisah Suliastini juga menunjukkan bahwa perjalanan perempuan dalam dunia bisnis tidak selalu harus hadir melalui satu profesi atau satu jenis usaha.
Dari meninggalkan pekerjaan setelah menikah, memulai tour and travel, mengembangkan bisnis bahan bangunan hingga memiliki enam toko, kemudian ikut mendirikan sekolah Islam, setiap fase memberikan pengalaman yang berbeda.

Ada proses belajar dalam setiap perpindahan langkah. Ada pula keberanian untuk memasuki bidang yang belum tentu mudah dijalani.
Perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa pertumbuhan dalam dunia usaha tidak selalu berbentuk angka atau ekspansi. Pengalaman, jaringan, kepercayaan, dan kemampuan menghadapi perubahan juga menjadi bagian dari proses membangun sesuatu dalam jangka panjang.
Bagi Suliastini Sulistasniem, perjalanan bisnis pada akhirnya berjalan berdampingan dengan perjalanan keluarga. Keduanya menjadi ruang untuk bertumbuh, mengambil keputusan, dan membuka peluang baru.
Dari Batam, kisahnya memperlihatkan bahwa sebuah perjalanan yang dimulai dari keputusan sederhana dapat berkembang menjadi rangkaian pengalaman panjang dari dunia kerja, kewirausahaan, hingga pendidikan.
Bukan tentang seberapa cepat seseorang sampai pada tujuan, melainkan bagaimana setiap langkah yang dijalani dapat menjadi bekal untuk melangkah lebih jauh.
