Papua, TeropongJakarta.com – Perjalanan hidup Sertu Bek/W Rosaria Valensia Irene Radja menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Terlahir sebagai anak tunggal dari keluarga sederhana, Rosaria sejak kecil memiliki tekad kuat untuk tidak menjadi beban bagi kedua orang tuanya.
Kini, ia berdiri sebagai prajurit TNI Angkatan Laut yang menjalankan tugas negara di Kodaeral XI Merauke, Papua. Meski harus jauh dari keluarga di Makassar, langkahnya menjadi perjalanan panjang penuh perjuangan, pengorbanan, dan keteguhan hati.
“Sejak lulus SMA, saya sudah berpikir bagaimana caranya bisa melanjutkan pendidikan tanpa membebani orang tua. Saya ingin memiliki masa depan, tetapi juga ingin mereka tetap merasa tenang,” ujar Sertu Bek/W Rosaria Valensia Irene Radja.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Rosaria mencoba berbagai jalur untuk meraih impiannya. Salah satunya adalah mengikuti seleksi IPDN. Ia mempersiapkan diri dengan belajar dan latihan fisik, namun hasil yang didapat belum sesuai harapan.

“Saya memang sempat kecewa ketika gagal di IPDN, tetapi saya percaya setiap kegagalan pasti memiliki alasan dan ada jalan lain yang sudah dipersiapkan,” katanya.
Pantang menyerah, Rosaria kemudian mencoba kesempatan lain melalui Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Atma Jaya Jakarta dengan jalur beasiswa. Ia berhasil melewati berbagai tahapan seleksi hingga tahap akhir wawancara.
Namun, di titik tersebut, ia mendapat informasi bahwa saat menjalani fase koas terdapat kebutuhan operasional praktik yang harus dipenuhi secara mandiri. Hal itu membuatnya kembali dihadapkan pada keputusan berat.
“Saat itu saya membayangkan perjuangan orang tua saya. Saya tidak tega jika mereka harus kembali memikirkan biaya besar demi impian saya. Dengan berat hati saya memilih melepas kesempatan tersebut,” ungkapnya.
Setelah keputusan itu, Rosaria tidak berhenti mencari peluang. Ia kemudian mendaftar beasiswa Universitas Pertamina Jakarta sekaligus mengikuti seleksi penerimaan TNI Angkatan Laut.

Dalam waktu hampir bersamaan, ia harus menjalani serangkaian tes akademik dan fisik. Perjuangan tersebut akhirnya membuahkan hasil. Ia dinyatakan lulus di Universitas Pertamina jurusan Geofisika dan juga berhasil melewati seleksi tingkat daerah TNI AL untuk menuju seleksi pusat.
“Saat mengenal lebih jauh tentang TNI Angkatan Laut, saya mulai merasa bahwa ini adalah jalan yang tepat. Saya tertarik dengan nilai pengabdian, kedisiplinan, dan kesempatan menjaga negeri,” tuturnya.
Slogan “Join the Navy to see the world” menjadi salah satu motivasi yang semakin menguatkan pilihannya untuk bergabung dengan TNI AL.
“Bagi saya, menjadi prajurit TNI AL bukan hanya tentang pekerjaan. Ini adalah bentuk pengabdian kepada negara sekaligus cara saya membahagiakan dan membanggakan orang tua,” tambahnya.

Setelah berhasil melewati seluruh proses pendidikan dan seleksi, Rosaria resmi menjadi prajurit TNI Angkatan Laut. Kini, ia mengemban tugas di Kodaeral XI Merauke, Papua.
“Ketika melihat perjalanan ke belakang, saya sadar bahwa kegagalan dan keputusan sulit yang pernah saya ambil bukanlah akhir. Semua itu justru membawa saya ke jalan yang terbaik,” tutup Sertu Bek/W Rosaria Valensia Irene Radja.
Dari seorang anak tunggal dengan mimpi sederhana untuk membantu keluarga, kini Rosaria menjadi sosok prajurit perempuan yang membuktikan bahwa keberanian mengambil keputusan dapat membuka jalan menuju masa depan yang lebih besar.
