Purwokerto, TeropongJakarta.com – Bagi Liza Ranie, lari bukan sekadar olahraga, melainkan titik balik dalam hidupnya. Di tengah peran sebagai ibu aktif, ia menemukan bahwa kebiasaan sederhana seperti berlari mampu mengubah cara pandangnya terhadap kesehatan, kedisiplinan, dan keseimbangan hidup.
Liza berasal dari Cilacap, sebuah kota pesisir yang membentuk karakter hidupnya sejak kecil. Nilai kesederhanaan, keteguhan, dan kedekatan keluarga menjadi fondasi yang ia bawa hingga dewasa. Kini, ia menetap di Purwokerto bersama keluarga kecilnya dan menjalani kehidupan sebagai ibu sekaligus perempuan aktif yang terus berkembang.
Di sela rutinitas rumah tangga, Liza tetap meluangkan waktu untuk dirinya sendiri. Ia aktif sebagai Influencer dan juga menjalankan beberapa usaha kecil. Namun di antara berbagai peran tersebut, lari menjadi kebiasaan yang paling berpengaruh dalam hidupnya.
“Lari adalah titik balik hidup saya. Dari situ saya belajar konsisten menjaga diri, bukan hanya untuk kesehatan, tapi juga untuk keseimbangan sebagai ibu aktif,” ujar Liza.

Awalnya, lari hanya menjadi me time untuk melepas penat di tengah kesibukan. Namun seiring waktu, aktivitas itu berubah menjadi gaya hidup yang lebih terarah. Ia mulai memahami bahwa konsistensi dalam berlari tidak hanya membentuk fisik yang lebih sehat, tetapi juga melatih mental untuk lebih kuat dalam menghadapi tekanan hidup.
Liza mengaku, melalui lari ia belajar disiplin dalam mengatur waktu, menjaga stamina, serta lebih peduli pada kesehatan tubuh. Hal itu kemudian berdampak pada kehidupannya secara keseluruhan, termasuk dalam mengelola peran sebagai ibu, pekerja kreatif, dan individu.
“Dari lari saya belajar konsisten menjaga tubuh agar tetap sehat, bugar, dan merasa lebih percaya diri sebagai ibu aktif,” tambahnya.
Perubahan tersebut juga membuat Liza lebih menghargai dirinya sendiri. Ia menyadari bahwa menjaga tubuh bukan hanya soal penampilan, tetapi juga tentang bagaimana ia menghormati proses hidup yang dijalaninya setiap hari.
Dalam perjalanannya, Liza telah mengikuti berbagai ajang lari seperti Maybank Marathon, LPS Monas, SHA Solo, BTN Jakim hingga Borobudur Marathon. Setiap event memberikan pengalaman berbeda, namun semuanya mengajarkan hal yang sama: pentingnya proses, bukan hanya hasil akhir.

“Yang paling penting bukan seberapa cepat sampai, tapi bagaimana kita tetap konsisten menjalani prosesnya,” ungkapnya.
Meski menjalani banyak peran sekaligus, Liza tetap berusaha menjaga keseimbangan antara keluarga, pekerjaan, dan dirinya sendiri. Ada momen ketika tubuh merasa lelah setelah latihan atau race, namun tanggung jawab sebagai ibu tetap harus dijalani dengan penuh kesadaran.
Bagi Liza, kebahagiaan tidak selalu datang dari pencapaian besar. Ia justru menemukannya dalam hal-hal sederhana: tubuh yang sehat, keluarga yang bahagia, serta kesempatan untuk terus bergerak aktif setiap hari.
“Menjadi ibu bukan berarti berhenti merawat diri. Justru dari situ saya belajar bahwa merawat diri itu penting agar tetap kuat menjalani banyak peran,” ujarnya.
Kini, Liza Ranie menjadi gambaran perempuan masa kini yang mampu menjalani banyak peran sekaligus tanpa kehilangan dirinya sendiri. Melalui lari, ia tidak hanya menemukan kebugaran fisik, tetapi juga kekuatan mental, disiplin, dan rasa percaya diri yang baru dalam hidupnya.
