Jakarta, TeropongJakarta.com — Aerostreet meluncurkan koleksi sepatu Toleranshoes “One Step of Peace” bertepatan dengan momentum Hari Kemerdekaan Indonesia. Produk tersebut menjadi medium kampanye toleransi dengan melibatkan enam pemuka agama dari latar keyakinan berbeda.
Enam tokoh yang terlibat dalam kampanye itu adalah Husein Hadar, Dhira Punno, Adon Syukmana, Dyaksana, D1antara, dan Kris Tan. Mereka tampil mengenakan Toleranshoes sebagai simbol keberagaman dan ajakan untuk tetap hidup berdampingan di tengah perbedaan.
Aerostreet menggunakan sepatu sebagai simbol perjalanan. Setiap orang memiliki keyakinan, tradisi, dan cara menjalani kehidupan yang berbeda. Namun, perbedaan tersebut tidak menghalangi masyarakat untuk menempuh kehidupan bersama dengan saling menghormati.
Pesan itu menjadi gagasan utama dalam kampanye One Step of Peace. Toleransi tidak ditempatkan sebagai konsep yang jauh dari kehidupan sehari-hari, melainkan diterjemahkan melalui benda yang digunakan dalam aktivitas masyarakat.
Koleksi Toleranshoes juga membawa misi sosial. Seluruh hasil penjualan sepatu tersebut akan disalurkan sebagai donasi kepada salah satu veteran Indonesia.
Langkah itu menjadi bentuk penghargaan kepada veteran yang pernah berkontribusi dalam perjuangan bangsa. Dengan demikian, peluncuran koleksi tidak hanya mengangkat isu keberagaman, tetapi juga dikaitkan dengan momentum kemerdekaan.
Aerostreet memproduksi Toleranshoes secara terbatas, yakni 1.945 pasang. Angka tersebut merujuk pada tahun kemerdekaan Indonesia.
Sepatu tersedia dalam ukuran 37 hingga 44 dengan harga Rp81.900 per pasang. Jumlah produksi yang terbatas membuat koleksi ini sekaligus menjadi bagian dari kampanye yang menggabungkan produk, pesan sosial, dan momentum nasional.
Toleranshoes dijadwalkan mulai tersedia pada 17 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB melalui Shopee Aerostreet.
Melalui One Step of Peace, Aerostreet membawa gagasan bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada ingatan terhadap sejarah. Nilai tersebut juga dapat diwujudkan melalui kehidupan masyarakat yang memberi ruang bagi perbedaan.
Keterlibatan enam pemuka agama dalam satu kampanye menjadi simbol bahwa keberagaman merupakan bagian dari kehidupan Indonesia. Pesannya sederhana: langkah setiap orang boleh berbeda, tetapi kehidupan bersama tetap dapat diarahkan pada perdamaian.
