Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Bertugas di Lebanon Saat Pandemi, Kowad Shelly Wahyu Handayani Jadi Garda Depan Pelayanan Kesehatan
    News

    Bertugas di Lebanon Saat Pandemi, Kowad Shelly Wahyu Handayani Jadi Garda Depan Pelayanan Kesehatan

    AdminBy AdminAugust 14, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Menjadi seorang prajurit TNI sekaligus tenaga kesehatan bukanlah pekerjaan yang mudah. Namun, bagi Shelly Wahyu Handayani, pengabdian kepada bangsa justru menjadi panggilan hidup yang dijalani dengan penuh dedikasi. Perempuan yang kini bertugas di Kesdam XII/Tanjungpura itu pernah dipercaya menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon pada 2020 hingga 2021, tepat ketika pandemi COVID-19 melanda dunia.

    Lulusan D3 Kebidanan ini mengawali kariernya sebagai tenaga medis yang memiliki keinginan besar untuk membantu sesama. Kesempatan bergabung di lingkungan TNI AD menjadi jalan baginya untuk menggabungkan dua panggilan sekaligus, yakni mengabdi sebagai prajurit dan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

    Pengalaman bertugas dalam misi perdamaian PBB menjadi salah satu babak paling berkesan dalam hidupnya. Saat sebagian besar negara sedang berjuang menghadapi pandemi, Shelly harus menjalankan tugas jauh dari keluarga dengan berbagai keterbatasan yang ada di daerah penugasan.

    “Ketika berada di daerah misi, kami harus lebih disiplin menjaga kesehatan. Situasinya tidak mudah karena dunia sedang menghadapi pandemi. Bahkan saya menerima vaksin COVID-19 pertama kali saat berada di daerah misi,” ungkapnya.

    Menurut Shelly, tantangan terbesar bukan hanya menjaga kondisi fisik tetap prima, tetapi juga memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik bagi masyarakat yang membutuhkan. Dalam berbagai situasi, tenaga medis dituntut tetap hadir memberikan bantuan tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

    Selama berada di Lebanon, Shelly melihat langsung bagaimana konflik dan berbagai persoalan kemanusiaan berdampak pada kehidupan masyarakat. Pengalaman itu membuatnya memahami bahwa akses terhadap kesehatan merupakan kebutuhan mendasar yang belum tentu dapat dinikmati semua orang.

    Ia menilai perempuan dan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan dalam situasi konflik maupun krisis kemanusiaan. Karena itu, kehadiran tenaga medis perempuan memiliki peran yang sangat penting.

    “Perempuan dan anak-anak membutuhkan perhatian khusus. Selain pelayanan kesehatan, mereka juga membutuhkan dukungan moril. Kehadiran tenaga medis perempuan sering kali membuat mereka merasa lebih nyaman dan aman,” jelasnya.

    Sekembalinya ke Indonesia, Shelly kembali menjalankan tugas di Kesdam XII/Tanjungpura. Selain bekerja di lingkungan militer, ia juga aktif memberikan pelayanan kesehatan di poliklinik, khususnya untuk ibu dan anak.

    Bagi Shelly, setiap tugas yang dijalani selalu menghadirkan pelajaran berharga. Salah satu yang paling membekas adalah pentingnya rasa syukur. Melihat kehidupan masyarakat di daerah misi membuatnya semakin menghargai kondisi Indonesia yang relatif aman dan damai.

    “Kita harus lebih bersyukur dengan negeri tempat tinggal kita. Tidak semua orang memiliki kesempatan hidup dengan aman dan mendapatkan fasilitas yang layak,” katanya.

    Melalui perjalanan kariernya, Shelly ingin menginspirasi generasi muda untuk tidak takut bermimpi besar. Ia percaya bahwa kerja keras, pendidikan, dan semangat belajar dapat membuka banyak peluang untuk berkontribusi bagi bangsa.

    “Teruslah belajar dan berjuang demi menggapai cita-cita. Jangan mudah menyerah karena setiap proses akan membawa kita pada pengalaman yang berharga,” tutupnya.

    Kisah Shelly Wahyu Handayani menunjukkan bahwa pengabdian dapat dilakukan dalam banyak cara. Sebagai Kowad, tenaga medis, dan mantan personel misi perdamaian PBB, ia membuktikan bahwa perempuan Indonesia mampu hadir di garis depan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, baik di dalam negeri maupun di panggung dunia.

    berita inspiratif Indonesia COVID-19 Lebanon dokter dan bidan TNI Kesdam XII Tanjungpura Kisah inspiratif perempuan Kowad bertugas saat pandemi Kowad TNI AD misi PBB Lebanon Pasukan Perdamaian Indonesia pelayanan kesehatan TNI pengabdian kepada bangsa perempuan hebat Indonesia perjuangan prajurit TNI Prajurit wanita Indonesia profil prajurit wanita Shelly Wahyu Handayani sosok perempuan tangguh tenaga kesehatan TNI TeropongJakarta.com TNI perempuan UNIFIL Lebanon
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleUsia 32 Tahun Tak Jadi Penghalang, Mantan PMI Hong Kong Ini Berani Mulai Karier Baru di Jepang
    Next Article Dari Salatiga hingga Congo, Perjalanan Serda (K) Salsyabilla Mengejar Mimpi Menjadi Kowad PBB
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    September 15, 2026

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    September 14, 2026

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    September 14, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Advertisement
    Demo
    Latest Posts

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.