Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Devrin Cahyanto Pratama, Dari Event Esports hingga Menggerakkan Piala Sedulur Purworejo

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Shafira Inby Chandra, Role Model Baru Gen Z di Era Digital
    Entertaiment

    Shafira Inby Chandra, Role Model Baru Gen Z di Era Digital

    AdminBy AdminSeptember 2, 2025No Comments4 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Bekasi, TeropongJakarta.com – Usianya baru 20 tahun. Namun, Shafira Inby Chandra sudah menapaki panggung yang jarang diraih anak muda seusianya. Dari modeling, bisnis, hingga pendidikan global, Shafira tampil sebagai representasi Gen Z yang menolak hanya sekadar jadi tren sesaat.

    Shafira lahir pada 13 Agustus 2005. Ia tumbuh di keluarga yang sarat dengan atmosfer seni dan fashion. Kedua neneknya pernah memiliki salon ternama di Jabodetabek: satu perias pengantin, satu lagi pemilik hair salon. Ibunya, seorang mantan model era 1990-an, mewariskan dunia catwalk kepadanya. “Fashion itu sudah seperti napas dalam keluarga kami,” kata Shafira.

    Warisan itu tak sekadar menjadi cerita keluarga. Sejak kecil, Shafira sudah akrab dengan panggung dan riasan. Ia tiga kali berturut-turut menjuarai kompetisi modeling catwalk. Meski begitu, ia tak ingin berhenti di gelar juara. “Aku senang bukan hanya tampil, tapi juga merancang konsep di balik layar,” ujarnya.

    Jalur akademiknya mencuri perhatian. Shafira pernah lolos seleksi exchange ke Oxford University, Inggris, untuk belajar leadership dan public speaking. Tak berhenti di sana, ia juga terpilih ke program Harvard University untuk mempelajari bisnis. Hanya 50 anak muda Indonesia yang lolos, dan ia termasuk di dalamnya. “Belajar di luar negeri membuka perspektif global, tapi aku tetap harus setia pada jati diri,” katanya.

    Kemampuan berbicaranya diasah serius di Toastmasters Singapore. Di forum itu, ia meraih penghargaan Ice Breaker dan Best Speaker. Baginya, berbicara di depan publik bukan sekadar soal lancar bicara. “Public speaking itu bagaimana kita menyentuh hati audiens,” tuturnya.

    Di kampusnya, PSB Academy Singapura, Shafira dipercaya sebagai Student Ambassador. Ia kerap tampil sebagai MC hingga pembicara di acara resmi. Lebih jauh lagi, ia terpilih sebagai President of Indonesian Students, mewakili seluruh mahasiswa Indonesia. Ia juga aktif di PPIS (Perhimpunan Persatuan Indonesia di Singapura). “Kepemimpinan di luar negeri itu soal tanggung jawab, sekaligus menjaga identitas sebagai orang Indonesia,” katanya.

    Naluri bisnis Shafira sudah terbangun sejak dini. Saat duduk di bangku SD sudah mulai jualan alat tulis dan correction tape, kemudian saat kelas dua SMP, ia mendirikan brand IT’S ME, nama yang diberikan sang ayah. Ia menjual baju sablon hasil gambarnya sendiri, hingga jasa menggambar karakter kartun untuk teman-temannya. “Aku ingin mandiri sejak kecil. Aku suka mikir gimana caranya bisa punya uang tanpa bobok celengan,” ucapnya.

    Bisnis kecil itu tumbuh menjadi bekal. Kini Shafira ikut mengelola usaha keluarga di bidang fashion, skincare, hingga properti. Dari situ, ia belajar manajemen, strategi pemasaran, dan melayani konsumen. “Aku termotivasi mengikuti jejak orang tuaku. Dari kecil aku memang suka berdagang, apa saja aku dagangin,” katanya.

    Kini, Shafira semakin memperdalam bisnisnya secara langsung. Ia belajar property business bersama ayahnya, serta bisnis fashion di INBY HOUSE bersama ibunya. Pengalaman ini memberinya wawasan praktis tentang manajemen, strategi pemasaran, dan membangun brand yang kuat, sambil tetap menekankan identitas diri dan kreativitas.

    Identitas itu ia rangkum dalam sebuah semboyan. “Aku adalah aku, dan kamu adalah kamu. Jadilah dirimu versi terbaikmu. It’s Me.” Bagi Shafira, moto itu bukan sekadar kalimat, tapi arah perjalanan.

    Di ruang digital, Shafira hadir dengan konsistensi. Konten Instagram-nya menampilkan gaya busana elegan, tutorial make-up, hingga aktivitas sehari-hari di Singapura. Rapi, estetik, tapi juga sarat motivasi. Engagement ribuan interaksi tiap pekan mengalir, mayoritas dari Indonesia dan Singapura.

    Bagi para pengikutnya, gaya Shafira menjadi inspirasi. Bukan sekadar tren, tapi cara membangun percaya diri. “Kalau kamu nyaman dengan dirimu, orang lain akan lebih mudah melihat nilaimu,” katanya dalam sebuah unggahan.

    Olahraga juga memberi warna dalam perjalanannya. Saat SMP, Shafira menjadi kapten tim basket putri yang membawa sekolahnya meraih juara. Dari sana ia belajar disiplin, teamwork, dan daya juang. “Pengalaman itu berharga, meski sejak pandemi aku belum kembali aktif di olahraga,” katanya.

    Selain fashion dan akademik, musik menjadi ruang ekspresi. Shafira bisa bermain gitar dan piano. Ia kerap mengunggah video sederhana bernyanyi di kamar, yang kemudian viral ditonton puluhan ribu kali. “Musik adalah cara saya menenangkan diri sekaligus berbagi emosi,” ujarnya.

    Sejak kecil, orang tuanya memberi ruang untuk bereksperimen. Dari modeling, bisnis kecil, hingga seni. “Orang tua selalu membiarkan saya mencoba, sampai saya menemukan passion yang sesungguhnya,” katanya. Dari situ ia belajar bahwa bisnis adalah jalur utama yang paling melekat dalam dirinya.

    Kini, menjelang usia 20 tahun, Shafira menolak sekadar jadi influencer digital. Ia ingin dikenang sebagai role model yang meramu pendidikan, seni, bisnis, dan media sosial dalam satu identitas. “Saya tidak ingin hanya jadi tren sesaat. Saya ingin meninggalkan jejak yang berarti,” katanya tegas.

    Di mata publik, Shafira adalah simbol optimisme generasi Z: otentik, percaya diri, dan berani melangkah ke panggung global tanpa kehilangan akar keluarga. Dari catwalk hingga Harvard, dari bisnis kecil hingga komunitas mahasiswa, ia menegaskan satu hal: otentisitas adalah kekuatan.

    Bisnis fashion Indonesia Conten Creator enterpreneur Entertainment Harvard University INBY HOUSE Inspirasi Gen Z Modeling Indonesia Oxford University Properti Indonesia Public speaking Role model Gen Z Shafira Inby Chandra TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleAdvan Perkuat Komunitas Esports Mobile Legends Lewat Advan Esports Championship Jakarta 2025
    Next Article Tak Banyak yang Tahu, Konsep Healing Ala Alia Wijaya Justru Dimulai dari Luka
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Devrin Cahyanto Pratama, Dari Event Esports hingga Menggerakkan Piala Sedulur Purworejo

    September 30, 2026

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    September 25, 2026

    Agata Selia Keylani, dari Catwalk hingga Panggung Seni: Remaja 16 Tahun yang Berani Mengejar Mimpi

    September 23, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Devrin Cahyanto Pratama, Dari Event Esports hingga Menggerakkan Piala Sedulur Purworejo

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.