Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Devrin Cahyanto Pratama, Dari Event Esports hingga Menggerakkan Piala Sedulur Purworejo

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Waspada! Biaya Kuliah di PTN dan PTS Bisa Naik, Ini Penyebabnya
    Education

    Waspada! Biaya Kuliah di PTN dan PTS Bisa Naik, Ini Penyebabnya

    AdminBy AdminFebruary 16, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Jakarta, TeropongJakarta.com – Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) berencana melakukan efisiensi anggaran sebesar Rp14,3 triliun dari pagu awal Rp56,607 triliun. Langkah ini dilakukan untuk menyeimbangkan pengeluaran negara, namun dampaknya bisa langsung dirasakan oleh mahasiswa. Jika rencana ini direalisasikan, biaya kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) kemungkinan akan mengalami kenaikan.

    Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Satryo Soemantri Brodjonegoro, mengungkapkan bahwa pemotongan ini akan sangat mempengaruhi Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN). Selama ini, BOPTN digunakan untuk membantu universitas dalam menekan biaya operasional agar tetap terjangkau bagi mahasiswa.

    “Jika BOPTN mengalami pemangkasan hingga 50%, maka universitas tidak memiliki pilihan selain menyesuaikan biaya kuliah. Kami memahami kekhawatiran mahasiswa, tetapi ini adalah bagian dari penyesuaian fiskal yang harus dilakukan,” jelas Satryo, Sabtu (17/2).

    Selain itu, pemotongan anggaran juga berdampak pada Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) yang dikelola oleh PTN Berbadan Hukum (PTN-BH). Karena PTN-BH memiliki keleluasaan dalam mengelola keuangan, mereka kemungkinan akan menyesuaikan Uang Kuliah Tunggal (UKT) guna menutupi kebutuhan operasional yang meningkat.

    Perguruan Tinggi Swasta (PTS) juga tak luput dari dampaknya. Anggaran bantuan untuk PTS dipangkas hingga 50%, dari pagu awal Rp365,3 miliar. Padahal, banyak PTS yang bergantung pada bantuan ini untuk menjaga stabilitas biaya operasional.

    Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Agus Wiranto, menyatakan bahwa pemotongan ini bisa berdampak buruk bagi kampus swasta.

    “Sebagian besar PTS tidak memiliki sumber pendapatan lain selain dari biaya kuliah mahasiswa. Jika subsidi pemerintah dipangkas, tentu beban akan dialihkan ke mahasiswa. Kami berharap pemerintah bisa meninjau kembali kebijakan ini,” tegas Agus.

    Di sisi lain, mahasiswa mulai menyuarakan kekhawatiran mereka. Banyak yang merasa kebijakan ini bisa menjadi penghalang dalam melanjutkan pendidikan tinggi, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

    Nadira Putri, mahasiswa semester 4 di salah satu PTN di Yogyakarta, mengaku resah dengan potensi kenaikan UKT.

    “Saya berasal dari keluarga menengah ke bawah, dan orang tua saya sudah kesulitan membayar UKT saat ini. Jika biaya kuliah naik, saya tidak tahu apakah masih bisa lanjut kuliah atau harus berhenti,” ujarnya.

    Menanggapi polemik ini, Kemendikti Saintek menyatakan bahwa mereka tengah berupaya mencari solusi agar dampak pemotongan anggaran tidak terlalu besar. Salah satu langkah yang dipertimbangkan adalah menyesuaikan skema bantuan pendidikan, sehingga mahasiswa tetap mendapatkan subsidi atau keringanan biaya.

    “Kami memahami kekhawatiran mahasiswa dan orang tua. Saat ini, kami sedang mencari cara agar dampak dari efisiensi anggaran ini bisa ditekan seminimal mungkin. Salah satunya dengan mengalokasikan dana dari sektor lain untuk pendidikan tinggi,” ujar Joko Pranoto, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi.

    Selain itu, pemerintah juga meminta perguruan tinggi untuk melakukan efisiensi anggaran dan lebih kreatif dalam mencari sumber pendapatan baru. Kampus didorong untuk menjalin kerja sama industri, penguatan riset, dan optimalisasi aset kampus sebagai langkah alternatif dalam menghadapi keterbatasan dana dari pemerintah.

    Namun, para ekonom memperingatkan bahwa pemotongan anggaran ini bisa berdampak negatif pada kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Dr. Adrian Kusuma, seorang ekonom pendidikan dari Universitas Indonesia, menilai bahwa pemerintah perlu mempertimbangkan dampak jangka panjang dari kebijakan ini.

    “Memotong anggaran pendidikan bisa berdampak serius pada kualitas SDM di Indonesia. Jika mahasiswa kesulitan mengakses pendidikan tinggi, dampaknya tidak hanya pada individu, tetapi juga pada daya saing bangsa secara keseluruhan,” jelasnya.

    Kemendikti Saintek sendiri telah mengajukan usulan agar pemotongan anggaran tidak sebesar yang direncanakan. Hingga kini, pemerintah masih dalam tahap diskusi dan evaluasi terkait dampak kebijakan ini.

    Sementara itu, mahasiswa dan masyarakat diharapkan tetap mengikuti perkembangan ini agar bisa memahami langkah-langkah yang diambil pemerintah dalam menjaga keseimbangan biaya pendidikan tinggi di Indonesia.

    “Kami harap keputusan yang diambil nanti tetap berpihak pada akses pendidikan yang terjangkau bagi semua,” tutup Menteri Satryo.

    Badan Riset dan Inovasi Nasional BeritaBaru Kemendiktisaintek news PTN PTS TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleAnggaran Riset Dipangkas, Peneliti Khawatir Dampaknya bagi Inovasi
    Next Article Sibuk Modeling dan Skripsi, Nadia Lavela Buktikan Perempuan Berhijab Bisa Berkarya Tanpa Batas
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    September 29, 2026

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    September 28, 2026

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    September 25, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Devrin Cahyanto Pratama, Dari Event Esports hingga Menggerakkan Piala Sedulur Purworejo

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.