Manado, TeropongJakarta.com – Menjalani profesi sebagai anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia sekaligus membangun rumah tangga bukan perkara mudah. Hal tersebut dirasakan oleh Brigpol Helend J. A. Singkoh, S.H., personel Satbrimob Polda Sulawesi Utara, yang setiap hari harus menyeimbangkan tugas kedinasan dan peran sebagai seorang istri dalam kehidupan keluarga.
Helend menikah pada tahun 2023 dengan suaminya yang juga seorang prajurit TNI Angkatan Darat. Sejak awal pernikahan, keduanya harus menjalani hubungan jarak jauh karena penugasan di satuan dan wilayah yang berbeda. Helend bertugas di Sulawesi Utara, sementara suaminya saat itu berdinas di Kodam XV/Pattimura, Ambon, Maluku.
Menurut Helend, tantangan terbesar dalam menjalani kehidupan rumah tangga jarak jauh adalah pembagian waktu di tengah tuntutan pekerjaan yang sama-sama padat. Meski demikian, ia menegaskan bahwa komunikasi menjadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga.

“Tantangan terbesar ada pada waktu, karena kami sama-sama memiliki tanggung jawab pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dalam menjalani kondisi tersebut, dirinya dan suami telah berkomitmen untuk saling memahami prioritas tugas sebagai bentuk pengabdian kepada negara. Namun, di sisi lain, keduanya tetap berupaya menjaga kualitas hubungan dengan komunikasi yang intens dan saling memberi dukungan.
“Kami sudah berkomitmen untuk tetap mengutamakan tugas masing-masing, tetapi tetap saling menguatkan sebagai pasangan,” kata Helend.
Kabar baik datang pada November 2025 ketika suaminya dimutasi ke Kodam XIII/Merdeka di Manado. Penugasan tersebut membuat pasangan ini dapat kembali tinggal lebih dekat dan mulai membangun kehidupan rumah tangga yang lebih stabil setelah sebelumnya menjalani hubungan jarak jauh.
Di tengah kesibukan sebagai aparat negara, Helend dan suaminya memiliki hobi yang sama, yaitu menjelajahi alam. Aktivitas tersebut menjadi salah satu cara untuk mengurangi tekanan pekerjaan sekaligus mempererat hubungan emosional.

Keduanya diketahui telah mendaki sejumlah gunung di Indonesia, di antaranya Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat, Gunung Latimojong di Sulawesi Selatan, serta Gunung Api Banda di Maluku. Momen tersebut tidak hanya menjadi aktivitas rekreasi, tetapi juga sarana memperkuat ikatan kebersamaan.
Selain itu, perjalanan mereka juga didokumentasikan melalui kanal media sosial sebagai bentuk berbagi pengalaman kepada publik. Melalui aktivitas tersebut, keduanya ingin menunjukkan bahwa keseimbangan antara karier dan keluarga dapat tetap terjaga melalui komunikasi, komitmen, dan saling pengertian.
Kisah Brigpol Helend menjadi gambaran bahwa pengabdian kepada negara dan cinta dalam keluarga dapat berjalan beriringan, meski harus melewati tantangan jarak, waktu, dan tugas yang menuntut dedikasi tinggi.
