Jakarta, TeropongJakarta.com – Hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Bagi Hariyanti, perempuan asal Lampung yang dikenal lewat akun media sosial @riri_odyssey, perjalanan hidupnya dipenuhi berbagai kejutan, mulai dari viral karena sebuah kesalahpahaman, menghadapi tekanan mental, mengalami kecelakaan, hingga akhirnya dipercaya menduduki posisi Chief Marketing Officer (CMO). Semua pengalaman itu mengajarkannya bahwa setiap keterpurukan selalu menyimpan kesempatan untuk bangkit.
Perjalanan tersebut bermula pada 2017 ketika sebuah kesalahpahaman membuat namanya ramai diperbincangkan di media sosial. Alih-alih tenggelam dalam penilaian negatif, Hariyanti memilih memanfaatkan momentum tersebut sebagai awal untuk membangun personal branding. Jumlah pengikutnya meningkat pesat dan membuka jalan baginya untuk menekuni dunia content creator serta influencer.
“Awalnya saya tidak pernah membayangkan akan menjadi content creator. Tapi saya percaya setiap peristiwa pasti memiliki hikmah jika kita mau melihatnya dari sisi yang berbeda,” ungkapnya.
Di balik aktivitasnya di media sosial, Hariyanti tetap menjalani karier profesional. Sejak 2015 ia bekerja di Jakarta dan terus mengembangkan kemampuannya. Namun, pada 2023, ia mengambil keputusan besar untuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang telah dijalaninya selama bertahun-tahun. Keputusan itu bukan karena menyerah, melainkan karena kesehatan mentalnya mulai terganggu akibat tekanan dan situasi yang terus dipendam.

Belum sempat benar-benar pulih, cobaan kembali datang. Di penghujung 2023, persoalan dalam hubungan asmara membuat kondisi emosionalnya semakin rapuh. Saat pikirannya tidak fokus, ia mengalami kecelakaan hingga tangannya patah. Dampaknya begitu besar. Berat badannya turun drastis hingga hanya 36 kilogram.
“Masa itu menjadi titik terendah dalam hidup saya. Rasanya seperti semua datang bersamaan. Tapi justru dari sana saya belajar bahwa saya harus bangkit untuk diri sendiri,” katanya.
Semangat itu membawanya kembali mencoba memulai. Pada 2024, Hariyanti melamar pekerjaan baru dan dipercaya mengemban jabatan sebagai Supervisor. Kesempatan tersebut menjadi titik balik untuk membangun kembali rasa percaya diri yang sempat hilang.
Kerja keras dan konsistensinya akhirnya membuahkan hasil. Pada 2025, ia mendapatkan promosi menjadi Area Manager. Setahun kemudian, ia kembali mengambil keputusan besar dengan meninggalkan industri beauty clinic untuk memulai tantangan baru di industri Food & Beverage (F&B). Keputusan itu mengantarkannya dipercaya sebagai Chief Marketing Officer (CMO).

Di sisi lain, perjalanan sebagai influencer juga terus berkembang. Pengalaman membangun audiens di media sosial kini menjadi nilai tambah dalam pekerjaannya. Ia membantu perusahaan membangun branding, memperluas jangkauan promosi, hingga menghasilkan konten yang mampu menjangkau banyak orang.
Kini menetap di Bali, Hariyanti percaya bahwa setiap kegagalan bukanlah akhir dari perjalanan. Baginya, luka, kehilangan, dan berbagai tantangan justru membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat, lebih berani mengambil keputusan, dan tidak mudah menyerah.
“Keberanian bukan berarti kita tidak pernah jatuh. Keberanian adalah ketika kita memilih bangkit setiap kali kehidupan menjatuhkan kita,” tuturnya.
Kisah Hariyanti membuktikan bahwa masa lalu tidak menentukan masa depan. Dengan keberanian untuk memulai kembali, kerja keras, dan keyakinan kepada Allah SWT, ia berhasil mengubah titik terendah dalam hidup menjadi awal dari babak baru yang penuh harapan. Kisahnya menjadi inspirasi bahwa kesempatan terbaik sering kali hadir setelah seseorang mampu melewati masa-masa paling gelap dalam hidupnya.
