Palembang, TeropongJakarta.com – “Apakah keputusan saya sudah benar? Bagaimana kalau saya tidak kuat?”
Pertanyaan itu terus menghantui pikiran Tessa Eka Angganish, Amd.Keb, saat pertama kali memutuskan meninggalkan Indonesia untuk bekerja di Riyadh, Arab Saudi. Jauh dari keluarga, menghadapi budaya yang berbeda, hingga keterbatasan bahasa asing membuat langkahnya saat itu dipenuhi keraguan.
Namun perempuan asal Palembang, Sumatera Selatan, tersebut memilih melawan rasa takutnya. Kini, hampir lima tahun berlalu, Tessa berhasil membuktikan bahwa keberanian mengambil langkah pertama mampu mengubah masa depan seseorang.
Sebagai tenaga kesehatan di Alsalam Health Medical Hospital Riyadh, Tessa mengaku perjalanan merantau bukanlah hal mudah. Ia harus beradaptasi dengan lingkungan kerja internasional yang mempertemukannya dengan tenaga medis dari berbagai negara, mulai dari Filipina, India, Timur Tengah hingga negara-negara Barat.

“Awalnya saya mengalami culture shock. Bahasa berbeda, cuaca sangat panas, makanan tidak familiar, bahkan cara berbicara masyarakat Arab yang terdengar keras membuat saya harus belajar beradaptasi,” kata Tessa.
Meski demikian, tantangan tersebut justru menjadi proses pembelajaran yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih kuat dan mandiri.
Selama bekerja di Arab Saudi, Tessa belajar menyelesaikan berbagai persoalan tanpa bergantung kepada orang lain. Mulai dari menjaga kesehatan, mengatasi rasa rindu kepada keluarga, hingga menghadapi tekanan pekerjaan yang membutuhkan ketelitian tinggi.
Menurutnya, salah satu pelajaran hidup paling berharga yang diperoleh selama merantau adalah kemampuan menghargai perbedaan.

“Bekerja dengan orang dari berbagai negara membuat saya memahami bahwa setiap orang memiliki budaya, karakter, dan cara komunikasi yang berbeda. Dari situ saya belajar untuk lebih terbuka dan memiliki wawasan global,” ujarnya.
Selain itu, profesinya juga mengajarkan pentingnya disiplin, kesabaran, dan manajemen waktu. Dalam dunia kesehatan, setiap keputusan harus dilakukan dengan penuh kehati-hatian karena berkaitan langsung dengan keselamatan pasien.
Tak hanya berkembang secara profesional, Tessa juga mengaku lebih bijak dalam mengelola keuangan. Bekerja jauh dari kampung halaman membuatnya sadar pentingnya menyiapkan masa depan melalui tabungan dan investasi.
“Merantau membuat saya belajar disiplin finansial. Kita harus memikirkan masa depan dan memanfaatkan hasil kerja dengan bijak,” katanya.

Kepada calon pekerja migran Indonesia yang masih ragu karena merasa belum berpengalaman atau belum fasih berbahasa Inggris, Tessa berpesan agar tidak membatasi diri dengan ketakutan.
Menurutnya, kemampuan bahasa dapat dipelajari seiring waktu. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus belajar dan keberanian untuk mencoba.
“Jangan takut memulai hanya karena merasa belum siap. Saya juga berangkat dengan banyak kekhawatiran. Tetapi ketika kita berani melangkah, kita akan menemukan cara untuk berkembang,” tuturnya.

Bagi Tessa, kesuksesan di negeri orang tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis. Ada tiga hal yang menurutnya menjadi fondasi utama, yakni niat yang kuat, usaha yang konsisten, dan restu orang tua.
“Niat menjadi alasan kita bertahan. Usaha membuat kita terus berkembang. Sedangkan restu orang tua adalah kekuatan yang tidak terlihat, tetapi dampaknya sangat besar dalam perjalanan hidup,” katanya.
Kini, setelah hampir lima tahun berkarier di Arab Saudi, Tessa semakin yakin bahwa setiap mimpi memiliki peluang untuk diwujudkan. Syaratnya hanya satu: berani mengambil langkah pertama meski diliputi rasa takut.
Sebab menurutnya, keberanian bukan berarti tidak memiliki ketakutan, melainkan tetap melangkah meski rasa takut itu ada.
