Tangerang, TeropongJakarta.com – Empat tahun lalu, Regina Nastalia Shanifa harus menerima kenyataan pahit saat gagal pada tahap pertama seleksi Kang dan Nong Kabupaten Tangerang 2021. Namun alih-alih menyerah, perempuan muda asal Kabupaten Tangerang itu memilih menjadikan kegagalan sebagai titik awal untuk terus bertumbuh dan mempersiapkan diri menjadi versi terbaiknya.
Perjalanan hidup Regina kemudian membawanya pada pengalaman yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Pada 2022, di usia 19 tahun, ia berhasil lolos proses rekrutmen pramugari dan memulai karier profesionalnya di dunia penerbangan.
Bagi Regina, profesi pramugari bukan sekadar pekerjaan, tetapi juga sekolah kehidupan yang membentuk karakter dan cara pandangnya terhadap dunia.
“Saya bersyukur bisa bertemu banyak orang dari berbagai daerah dan negara, mengenal budaya yang berbeda, mencoba kuliner khas di setiap daerah, serta belajar memahami karakter manusia yang beragam,” ujar Regina.
Pengalaman tersebut membuatnya terbiasa beradaptasi dengan lingkungan baru dan berkomunikasi dengan berbagai latar belakang masyarakat. Kemampuan interpersonal, empati, serta ketenangan dalam menghadapi situasi yang penuh tekanan menjadi nilai yang terus berkembang selama menjalani profesi tersebut.

Meski telah memiliki karier yang menjanjikan, Regina tidak melupakan pentingnya pendidikan. Di tengah kesibukannya bekerja, ia tetap melanjutkan studi S1 Manajemen Komunikasi Bisnis di Universitas Terbuka.
Kesibukan kuliah dan bekerja ternyata tidak menghapus mimpi yang pernah tertunda. Pada 2025, Regina kembali teringat akan impian lamanya untuk mengikuti ajang pemilihan Kang dan Nong Kabupaten Tangerang.
Saat audisi kembali dibuka, ia memutuskan untuk mencoba sekali lagi. Kali ini, Regina datang dengan persiapan yang jauh lebih matang dibandingkan empat tahun sebelumnya.
“Bagi saya, kegagalan di tahun 2021 bukan berarti saya tidak mampu. Saat itu saya hanya belum siap dan masih perlu banyak belajar. Selama empat tahun saya terus berproses, sehingga ketika kesempatan datang kembali, saya ingin tampil lebih baik,” katanya.
Dengan semangat Comeback Stronger, Regina berhasil melewati tahap demi tahap seleksi. Ia lolos audisi tahap pertama dan kedua, kemudian terpilih sebagai Finalis Nong Kabupaten Tangerang 2025.
Setelah menjalani masa pembinaan selama satu bulan dan karantina selama tiga hari, Regina berhasil meraih gelar Nong Kabupaten Tangerang 2025.
Keberhasilan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam hidupnya karena diraih melalui proses panjang yang tidak selalu mudah.
Menurut Regina, pengalaman sebagai pramugari memberikan bekal yang sangat berharga saat mengikuti ajang pageant. Ia terbiasa berbicara dengan banyak orang, memahami kebutuhan orang lain, serta belajar membawa diri dalam berbagai situasi.
“Menjadi pramugari mengajarkan saya untuk matang sebelum waktunya. Saya belajar mendengar dengan baik, berbicara dengan santun namun tegas, dan menyelesaikan masalah dengan kepala dingin,” ungkapnya.
Berbekal pengalaman tersebut, Regina kembali mendapatkan kepercayaan pada 2026. Ia ditunjuk sebagai delegasi Kabupaten Tangerang untuk mengikuti ajang Putri Otonomi Indonesia 2026.

Saat ini, Regina telah mengikuti tahapan pra-karantina dan tengah berjuang menuju jajaran 20 besar finalis Putri Otonomi Indonesia 2026.
Baginya, kesempatan tersebut bukan hanya tentang kompetisi, melainkan juga kesempatan untuk membawa nama Kabupaten Tangerang dan memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas.
Regina berharap kisah perjalanannya dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda yang sedang berjuang meraih impian mereka.
“Jangan pernah membiarkan satu kegagalan menentukan masa depan kita. Kegagalan hanyalah bagian dari proses untuk menjadi lebih kuat. Pendidikan, karier, dan mimpi bisa berjalan bersama jika kita memiliki komitmen, disiplin, dan keyakinan pada diri sendiri,” tuturnya.
Perjalanan Regina Nastalia Shanifa membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari sebuah cerita. Terkadang, kegagalan justru menjadi awal dari perjalanan yang lebih besar. Dari seorang peserta yang gagal pada seleksi tahap pertama tahun 2021, kini ia berdiri sebagai Nong Kabupaten Tangerang 2025 dan delegasi daerah menuju panggung Putri Otonomi Indonesia 2026.
