Semarang, TeropongJakarta.com – Bagi sebagian orang, hobi hanya menjadi aktivitas untuk mengisi waktu luang. Namun bagi Aprilia Sekar, yang dikenal dengan nama panggung DJ April, hobi justru menjadi titik awal perubahan besar dalam hidupnya. Berawal dari seorang tenaga kesehatan (perawat), perempuan asal Semarang, Jawa Tengah, ini sukses meniti karier sebagai resident DJ di Holywings sekaligus membangun sejumlah bisnis kuliner yang terus berkembang.
Perjalanan tersebut bukanlah kisah sukses yang hadir dalam semalam. Di balik penampilannya di atas panggung, DJ April menyimpan cerita tentang keberanian mengambil peluang, kerja keras, serta tekad membuktikan bahwa perempuan mampu meraih kesuksesan di berbagai bidang tanpa meninggalkan impian masa depannya.
Kecintaannya pada musik membuat DJ April mulai belajar menjadi DJ pada 2019. Keputusan itu sempat mendapat penolakan dari kedua orang tuanya yang memiliki pandangan berbeda terhadap profesi tersebut. Namun, ia memilih menjawab keraguan itu dengan prestasi, bukan perdebatan.

DJ April aktif mengikuti berbagai kompetisi dan battle DJ. Dari ajang-ajang tersebut, ia berhasil membawa pulang piala, piagam penghargaan, hingga hadiah uang tunai. Berbagai pencapaian itu perlahan mengubah pandangan keluarganya dan menjadi bukti bahwa profesi DJ dapat dijalani secara profesional.
Dukungan keluarga pun mulai mengalir. Bahkan pada masa-masa awal tampil di klub malam, sang ibu selalu menemaninya saat bekerja. Kehadiran orang tua menjadi penyemangat sekaligus pengingat agar ia tetap menjaga sikap dan profesionalisme dalam menjalani karier.
Seiring waktu, perjalanan kariernya terus berkembang. Dari panggung-panggung kecil, DJ April kini dipercaya menjadi resident DJ di Holywings. Baginya, pencapaian tersebut bukan sekadar tentang popularitas, melainkan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik melalui profesi yang dicintainya.

Meski dikenal sebagai DJ, DJ April menegaskan dirinya tidak benar-benar meninggalkan dunia kesehatan. Ia tetap mempertahankan latar belakangnya sebagai tenaga kesehatan dan memiliki impian besar untuk membuka klinik umum sendiri di masa depan. Menurutnya, profesi DJ menjadi jalan untuk mengumpulkan modal sekaligus memperluas peluang usaha yang akan menjadi bekal setelah pensiun dari dunia hiburan.
Dari hasil pekerjaannya sebagai DJ, ia berhasil membuka bisnis restoran spesialis iga serta usaha camilan homemade. Operasional usahanya kini dibantu oleh tim dan karyawan sehingga dapat dikelola secara profesional tanpa mengganggu jadwal tampil di berbagai acara.

Menurut DJ April, memilih bisnis kuliner bukanlah keputusan yang datang begitu saja. Kecintaannya pada dunia memasak menjadi alasan utama mengapa ia yakin mengembangkan usaha di bidang tersebut. Baginya, bisnis yang dibangun dari hobi akan lebih mudah dijalankan dengan penuh komitmen dan konsistensi.
Di tengah berkembangnya industri kreatif di Indonesia, kisah DJ April menjadi gambaran bahwa profesi di dunia hiburan juga dapat menjadi batu loncatan untuk membangun bisnis yang berkelanjutan. Perjalanannya menunjukkan bahwa keberanian mengambil peluang, disiplin, dan kemauan untuk terus belajar mampu membuka jalan menuju kemandirian finansial sekaligus mewujudkan impian jangka panjang.
Dalam menjaga konsistensi, DJ April memegang prinsip untuk tidak pernah berhenti belajar. Ia selalu meningkatkan kemampuan, memperluas relasi, serta menjaga sikap rendah hati di mana pun berada.

“Terus upgrade skill, jangan pernah bosan belajar, tetap humble, jangan sombong, dan perbanyak relasi. Itu yang membawa saya bisa berkembang sampai hari ini,” ujarnya.
Melalui kisahnya, DJ April berharap semakin banyak anak muda, khususnya perempuan, berani mengejar passion tanpa takut pada keraguan orang lain. Menurutnya, perempuan harus mampu berdiri di atas kaki sendiri, memiliki penghasilan, serta terus mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Fokuslah mengembangkan diri, libatkan orang tua dalam setiap langkah karena doa mereka adalah kekuatan terbesar. Dan kalau hobi bisa menghasilkan uang, kenapa tidak diperjuangkan?” tutup DJ April.
