Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Pernah Runtuh, Hanny Triana Bangun Rumah Aman untuk Jiwa yang Lelah
    Education

    Pernah Runtuh, Hanny Triana Bangun Rumah Aman untuk Jiwa yang Lelah

    AdminBy AdminAugust 2, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Bali, TeropongJakarta.com – Pagi itu, di sebuah sudut rumah sederhana di Bali, Hanny Triana duduk di depan cangkir teh yang sudah dingin. Matanya menatap kosong ke halaman, mengingat masa-masa ketika hidupnya nyaris runtuh. Ia pernah berada di titik di mana semua terasa kehilangan makna, dan ia hampir menyerah.

    Namun, dari luka itulah sebuah gagasan lahir. Hanny teringat percakapan dengan sahabat-sahabatnya yang juga pernah mengalami jatuh serupa. Mereka sama-sama merasakan satu hal: tidak punya ruang aman untuk menjadi diri sendiri. “Aku tahu rasanya ingin didengar tapi tak tahu harus cerita ke siapa,” kata Hanny, lirih.

    Ia kemudian membayangkan sebuah tempat yang tidak menghakimi, tempat di mana orang boleh hadir apa adanya. Tidak perlu terlihat kuat. Tidak perlu berpura-pura baik-baik saja. “Kamu boleh menangis di sini tanpa merasa lemah. Boleh diam tanpa dipaksa menjelaskan,” ujarnya. Dari situlah, Rumah Aman lahir.

    Rumah Aman bukan sekadar wadah curhat. Hanny ingin membentuk komunitas yang menjadi support system nyata, di mana proses pemulihan terjadi melalui koneksi antar manusia. “Rumah Aman bukan untuk melupakan luka, tapi untuk belajar berdampingan dengannya dan menjadikannya sumber kekuatan,” katanya.

    Fenomena lain ikut mendorongnya. Di era media sosial, terutama di kalangan Gen Z, istilah seperti anxiety, depresi, atau inner child wounded kian akrab di telinga. Banyak anak muda menempelkan label pada diri sendiri tanpa pemeriksaan profesional. “Self-diagnose itu bukan solusi, tapi sinyal awal,” tegasnya.

    Menurut Hanny, memberi label tanpa pemahaman yang utuh justru bisa membuat seseorang terjebak. “Kadang, kita jadi bersembunyi di balik label itu, seolah itu alasan untuk tidak bertumbuh,” ujarnya. Bagi perempuan, kondisi ini sering diperparah oleh tuntutan sejak kecil untuk selalu ‘kuat’ dan tidak membebani orang lain.

    Hanny mengerti betul bagaimana rasanya memendam. Ia tahu bahwa banyak perempuan takut bersuara karena khawatir dianggap terlalu emosional atau egois. Rumah Aman hadir untuk meretas pola pikir itu. “Menangis tidak membuat perempuan menjadi kecil. Punya idealisme tidak membuatnya egois,” katanya.

    Di Rumah Aman, prosesnya pelan tapi penuh makna. Ada sesi journaling, diskusi reflektif, hingga ruang berbagi yang mendorong perempuan mengenal ulang dirinya. Mereka diajak menantang narasi lama dan merumuskan hidup dengan standar serta mimpi versi mereka sendiri.

    Bagi Hanny, healing hanyalah awal. “Aku tidak mau mereka berhenti di fase pemulihan. Dari proses ini harus lahir keberanian untuk bermimpi dan melangkah,” katanya. Ia percaya perempuan bisa punya cita-cita besar dan arah hidup yang kuat.

    Semangat itu ia tuangkan dalam sebuah buku antologi berjudul Melewati Masa Sulit: Runtuh Tapi Tidak Hancur. Awalnya hanyalah catatan pribadi jurnal sunyi yang ia tulis saat tak tahu harus berbagi kepada siapa. Lama-lama, ia sadar tulisan itu bisa menjadi pelukan dalam bentuk kata untuk orang lain.

    Pesannya sederhana: setiap orang punya waktu pulih yang berbeda. Tidak ada tenggat untuk sembuh, dan tidak ada kewajiban untuk cepat-cepat “baik-baik saja”. “Buku ini undangan untuk berdamai, bukan untuk lupa,” ujar Hanny.

    Ia berharap Rumah Aman bisa menjangkau sekolah, kampus, hingga komunitas kecil di berbagai daerah. Di benaknya, ada program literasi emosional, pelatihan kepemimpinan berbasis empati, dan mentoring untuk perempuan muda.

    Hanny juga ingin berkolaborasi dengan psikolog, aktivis, dan penulis perempuan. “Aku tidak menargetkan angka atau popularitas. Yang aku inginkan adalah dampaknya terasa buku ini menjadi cermin bagi mereka yang pernah merasa hancur, agar sadar bahwa mereka tidak sendiri,” katanya.

    Baginya, perempuan muda adalah agen perubahan, bukan sekadar objek yang diminta selalu sabar. “Karena perempuan yang berdamai dengan dirinya akan menciptakan dunia yang lebih lembut, lebih sadar, dan lebih berani,” ujarnya.

    Rumah Aman adalah ruang. Bukunya adalah suara. Dan keduanya, Hanny berharap, akan menjadi pelita kecil bagi siapa pun yang sedang berjalan pelan melewati masa sulit mengajarkan bahwa meski dunia pernah membuatmu jatuh, kamu tetap layak untuk tumbuh.

    Bali Berita education Hanny Triana healing perempuan Health journaling untuk kesehatan mental Kesehatan mental perempuan komunitas perempuan Bali news ruang aman perempuan Rumah Aman Rumah Aman Bali self diagnose Gen Z support system perempuan Teropong Jakarta
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleAnabella Putri Hutami: Dari Trauma Masa Kecil hingga 1st Runner Up Putri Hijabfluencer Lampung 2025
    Next Article Bendera Bajak Laut One Piece dan Salam Tiga Jari: Simbol Perlawanan Baru Anak Muda Indonesia
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    September 14, 2026

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    September 9, 2026

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    September 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Advertisement
    Demo
    Latest Posts

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    Dari Bekal Rp20 Ribu hingga Jadi Kandidat Doktor, Kisah Perjuangan Indah Trie

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.