Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Buy SmartMag Now
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Anabella Putri Hutami: Dari Trauma Masa Kecil hingga 1st Runner Up Putri Hijabfluencer Lampung 2025
    Entertaiment

    Anabella Putri Hutami: Dari Trauma Masa Kecil hingga 1st Runner Up Putri Hijabfluencer Lampung 2025

    AdminBy AdminAugust 2, 2025Updated:August 2, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Lampung, TeropongJakarta.com – Anabella Putri Hutami, 22 tahun, tak pernah menyangka perjalanan hidupnya yang penuh stigma sejak kecil justru mengantarnya menjadi sosok inspiratif. Perempuan asal Lampung ini baru saja dinobatkan sebagai 1st Runner Up Putri Hijabfluencer Lampung 2025. Pada September mendatang, ia akan mewakili Lampung ke tingkat nasional di Bandung.

    Sejak usia sekolah dasar, Anabella kerap dihadapkan pada pandangan miring. Dari kelas 1 hingga 4 SD, ia tak pernah sekalipun meraih juara kelas. Kondisi ini membuatnya sering dianggap “tidak pintar”, meski datang dari keluarga besar tenaga pendidik. “Ibunya guru, kakeknya guru, neneknya guru, kok tidak bisa juara?” begitu kalimat yang sering ia dengar.

    Namun, keluarga justru memberi dukungan penuh. Sang ibu tak pernah mempermasalahkan capaian akademis anaknya. Meski begitu, Anabella kecil tumbuh dengan tekad membuktikan diri. Memasuki kelas 5, ia mulai mengejar prestasi dan berhasil masuk tiga besar hingga lulus. Stigma orang-orang pun berbalik: dari diremehkan menjadi “wajar pintar” karena latar belakang keluarganya.

    Dari pengalaman itulah, Anabella merenung. “Mengapa kita harus membuktikan nilai atau juara kelas dulu baru dianggap berharga? Padahal, setiap anak sudah berharga jika mau berusaha dengan versinya masing-masing,” ujarnya. Renungan ini yang kemudian melahirkan gagasan advokasi pendidikan yang ia beri nama BelAction (Anabella in Action for Education).

    Lewat BelAction, Anabella ingin menyemangati anak-anak yang merasa tak pintar, tak berharga, atau tak mendapat dukungan. Ia percaya setiap anak punya kesempatan yang sama, meski tidak selalu diukur lewat nilai akademis. “Saya ingin menyuarakan kepada mereka bahwa potensi tidak hanya soal juara kelas,” katanya.

    Menurut Anabella, paradigma masyarakat soal prestasi akademis adalah sebuah “lingkaran setan” yang sudah turun-temurun. Banyak orang tua masih menganggap nilai tinggi sebagai tolok ukur utama kecerdasan anak. Padahal, kata dia, setiap anak memiliki bakat yang bisa berkembang di banyak bidang lain, bukan hanya di sekolah.

    Kesadaran masyarakat inilah yang ingin ia ubah. Ia memulai dengan pendekatan melalui media sosial. Di akun Instagram pribadinya, ia aktif membuat konten edukasi yang sederhana namun menyentuh. Selain itu, ia juga mendatangi sekolah-sekolah. “Bulan lalu saya ke salah satu sekolah di Kota Gajah, Lampung Tengah. Anak-anak sangat antusias. Itu membuat saya semakin yakin,” ujarnya.

    Bagi Anabella, pendidikan nonformal sama pentingnya dengan pendidikan formal. Di era digital, kesempatan belajar bisa datang dari mana saja: pelatihan, komunitas, maupun pengalaman hidup. “Belajar bisa dari siapa saja. Dunia ini luas, terlalu sayang jika hanya dibatasi ruang kelas,” tuturnya.

    Ia ingin generasi muda berani menggali potensi diri, tanpa harus takut dianggap berbeda. Baginya, kesempurnaan bukan tujuan utama, melainkan pengembangan diri sesuai kekuatan masing-masing. “Cukup gali potensi positif yang kita miliki dan kembangkan itu. Kesuksesan akan mengikuti,” katanya.

    Langkah kecil lewat BelAction memang belum bisa mengubah pola pikir masyarakat secara instan. Namun, ia berharap gerakan ini mampu membuka kesadaran bahwa setiap anak layak dihargai meski tidak mengikuti standar lama. “Kalau terus dipaksakan, justru akan banyak anak kehilangan percaya diri,” tambahnya.

    Kini, setelah kemenangannya di ajang Putri Hijabfluencer Lampung, panggung Anabella kian luas. Ia tak hanya membawa nama daerah, tapi juga misi advokasinya. September nanti, Bandung akan menjadi saksi langkah barunya di tingkat nasional.

    “Bagi saya, kompetisi hanyalah pintu. Yang lebih penting adalah dampak setelahnya. Saya ingin terus mengobarkan semangat belajar dan menggali potensi generasi penerus,” kata Anabella dengan yakin.

    Bandung Entertainment Influencer Lampung TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleNggak Mau Kerja Sama Orang, Nuri Bangun Bisnis Sendiri dan Sukses!
    Next Article Pernah Runtuh, Hanny Triana Bangun Rumah Aman untuk Jiwa yang Lelah
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    September 9, 2026

    5 Tahun Jadi Kowal, Adila Wujudkan Mimpi Masa Kecil Melihat Salju di Eropa

    September 9, 2026

    8 Tahun Jadi PMI di Hong Kong, Septiana Rela Jauh dari Anak demi Masa Depan Keluarga

    September 7, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta Kesehatan Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model Music news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya Technology TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travel Travelling Video

    Advertisement
    Demo
    Latest Posts

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    5 Tahun Jadi Kowal, Adila Wujudkan Mimpi Masa Kecil Melihat Salju di Eropa

    Trending Posts

    Maersk CEO Vincent Clerc Speaks to ‘Massive Impact’ of the Red Sea Situation

    January 20, 2021

    These Knee Braces Help With Arthritis Pain, Swelling, and Post-Surgery Recovery

    January 15, 2021

    How to Keep Your Pets Safe During the Solar Eclipse 2024

    January 15, 2021

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.