Surabaya, TeropongJakarta.com – Menjadi ibu dari dua anak, istri, sekaligus pekerja kantoran membuat Julie Maulana harus pandai membagi waktu. Di tengah rutinitas yang padat, ia tetap menyisihkan waktu untuk berlari. Bagi Julie, running bukan sekadar olahraga untuk menjaga kebugaran, melainkan cara merawat diri dan terus berkembang di tengah berbagai tanggung jawab.
Kesibukan sehari-hari membuat Julie harus mempertimbangkan banyak hal sebelum menentukan jadwal latihan. Ia tidak ingin hobinya mengurangi waktu bersama keluarga atau mengganggu pekerjaan. Karena itu, manajemen waktu menjadi kunci agar keduanya tetap berjalan seimbang.
Julie berusaha menyesuaikan jadwal latihan dengan rutinitas harian. Salah satu pilihannya adalah berlari pada malam hari setelah pulang kantor, ketika ia tidak sedang mendampingi anak-anak.
“Bagi saya, kuncinya adalah manajemen waktu dan menentukan prioritas. Saya berusaha mengatur jadwal latihan agar tidak mengganggu waktu bersama keluarga dan pekerjaan,” ujar Julie.

Ia menyadari bahwa tidak setiap hari berjalan sesuai rencana. Namun, menurutnya, keinginan untuk melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dapat menjadi dorongan untuk mencari waktu yang tepat.
Awalnya, Julie tertarik berlari untuk menjaga kesehatan dan kebugaran. Seiring waktu, ia mulai menikmati proses latihan, melihat perkembangan kemampuannya, hingga memberanikan diri mengikuti berbagai ajang lari.
Targetnya pun berkembang. Jika sebelumnya ia hanya ingin menyelesaikan jarak tertentu, kini Julie juga berusaha memperbaiki pace dan mencapai personal best.
Hal yang paling ia sukai dari olahraga ini adalah kesempatan untuk berkompetisi dengan diri sendiri. Baginya, kemajuan tidak selalu diukur dari kemampuan mengalahkan pelari lain, tetapi juga dari keberhasilan melampaui batas kemampuan sebelumnya.

“Hal yang paling saya sukai dari running adalah kita bisa berkompetisi dengan diri sendiri. Kita tidak harus mengalahkan orang lain, tetapi berusaha menjadi lebih baik daripada diri kita yang kemarin,” tuturnya.
Berlari juga menjadi waktu bagi Julie untuk melepaskan penat, mengisi kembali energi, dan menikmati ruang pribadi di tengah kesibukan.
Tantangan terbesar Julie adalah membagi waktu dan energi. Setelah bekerja seharian serta menjalankan tanggung jawab keluarga, rasa lelah terkadang membuatnya kesulitan mempertahankan jadwal latihan.
Ia juga pernah menghadapi kondisi tubuh yang kurang fit atau hasil latihan yang belum sesuai harapan. Pengalaman tersebut mengajarkannya bahwa konsistensi bukan berarti harus berlari setiap hari atau memaksakan diri ketika tubuh membutuhkan istirahat.
Julie memilih membuat jadwal latihan yang realistis, disiplin menjalaninya, sekaligus tetap fleksibel ketika keluarga dan pekerjaan membutuhkan perhatian lebih.

Melalui pengalamannya, Julie ingin mengingatkan perempuan agar tidak melupakan kebutuhan diri sendiri saat menjalankan berbagai peran. Menjadi ibu, istri, dan pekerja bukan berarti harus berhenti mengejar tujuan pribadi.
“Jangan merasa bersalah ketika meluangkan waktu untuk berolahraga. Selama kita bisa mengatur prioritas dan tetap menjalankan tanggung jawab, merawat diri bukanlah bentuk keegoisan,” katanya.
Bagi Julie, running mengajarkannya tentang disiplin, kesabaran, dan keberanian menetapkan target. Ia berharap perempuan lain berani memulai dari langkah kecil sesuai kemampuan masing-masing.
“Menjadi ibu bukan berarti kita harus berhenti bermimpi. Kita tetap bisa hadir untuk keluarga, bertanggung jawab dalam pekerjaan, sekaligus bertumbuh sebagai individu,” pungkasnya.
