Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Mareta Rara Sintatia: Perjuangan Bidan Asal Blitar Menjadi Perawat Dermatologi di Arab Saudi
    Health

    Mareta Rara Sintatia: Perjuangan Bidan Asal Blitar Menjadi Perawat Dermatologi di Arab Saudi

    AdminBy AdminJune 12, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Blitar, TeropongJakarta.com – Dari Blitar menuju padang pasir, Mareta Rara Sintatia tak hanya membawa gelar bidan, tetapi juga semangat perempuan Indonesia yang ingin belajar, bekerja, dan merawat dunia dengan penuh kelembutan.

    Mareta Rara Sintatia, perempuan asal Blitar, Jawa Timur, saat ini bekerja sebagai asisten dokter dermatologi di Arab Saudi. Meskipun latar belakang pendidikannya adalah kebidanan, ia kini lebih dikenal sebagai perawat di bidang kecantikan kulit (dermatologi). “Saya sering bingung sendiri, saya ini bidan atau perawat,” ujarnya sambil tertawa saat di hubungi teropongjakarta.

    Di klinik tempatnya bekerja, Rara bukan hanya menjadi asisten dokter. Ia kerap menangani prosedur perawatan seperti laser hingga face bleaching. “Kalau pasien sedang ramai, saya bisa langsung meng-cover bagian laser atau face bleaching,” katanya. Tugas itu dilakukan dengan profesionalisme tinggi, demi menjaga kenyamanan pasien.

    Rara memiliki prinsip sederhana tapi kuat: membuat pasien merasa nyaman dan senang. Ia menerapkan cara komunikasi soft spoken, selalu tersenyum, menjaga privasi pasien, dan bahkan sering memuji penampilan mereka. “Sebagai tenaga kesehatan, kita harus tahu cara membangun kepercayaan pasien,” ujarnya.

    Sebelum bekerja di Arab Saudi, Rara sempat bekerja di Singapura, negara maju yang menurutnya sangat menekankan standar prosedural. “Di sana, semua harus sesuai dengan SOP. Dan perawat perempuan memiliki peran penting karena mereka bisa merawat pasien laki-laki, tidak seperti perawat laki-laki yang hanya untuk pasien sesama jenis,” jelasnya.

    Pengalaman di Singapura menjadi bekal penting saat ia pindah ke Arab Saudi. Di negeri gurun ini, ia tetap bisa menangani pasien pria selama prosedur medis tidak berkaitan dengan area sensitif. “Yang penting adalah profesionalitas dan tahu batasan,” katanya menegaskan.

    Menjadi perawat di luar negeri, jauh dari keluarga, bukan perkara mudah. Tantangan emosional terbesar baginya adalah ketika anak atau orang tuanya sakit. “Kadang saya menangis diam-diam. Tapi saya tetap harus kuat,” katanya. Meski ada fasilitas cuti darurat, Rara bersyukur sejauh ini keluarganya hanya mengalami sakit ringan seperti flu dan batuk.

    Untuk mengobati rindu dan menjaga kedekatan, Rara selalu menyempatkan waktu untuk video call setiap hari. Bahkan saat bekerja dan tak ada pasien, ia menyempatkan melihat anaknya lewat CCTV. “Bahkan saat dia tidur pun, saya pantau dari jauh,” tuturnya dengan mata berkaca.

    Setiap tahun, ia mengambil cuti selama 30 hari untuk pulang ke Indonesia. Waktu yang ia manfaatkan sepenuhnya untuk berkumpul dengan keluarga tercinta. “Itu masa paling berharga buat saya,” ujarnya.

    Bekerja sebagai tenaga kesehatan di luar negeri juga memberinya peluang spiritual. Saat hari libur, ia bisa berkunjung ke Mekkah dan Madinah. “Itu bonus dari kerja keras. Saya bisa ibadah di tempat suci,” kata Rara.

    Ia berharap kisah hidupnya bisa menjadi inspirasi bagi perempuan muda Indonesia, terutama para bidan dan perawat yang ragu mengambil langkah besar. “Jangan takut kerja di luar negeri. Gaji lumayan, pengalaman berharga, dan bisa bantu keluarga,” katanya memberi semangat.

    Mareta Rara Sintatia adalah potret nyata tenaga kesehatan perempuan Indonesia yang sukses di luar negeri. Di balik seragam putihnya, ada keberanian, ketekunan, dan cinta yang tak pernah putus untuk keluarga dan negeri. Ia adalah wajah Indonesia yang bekerja diam-diam, penuh pengabdian, dari Blitar hingga Timur Tengah.

    Berita Bidan asal Blitar Bidan kerja di luar negeri Blitar Cerita sukses perawat Indonesia Cerita TKI perempuan Indonesia Health Inspirasi perempuan Blitar Kerja di klinik kecantikan Arab Saudi Kesehatan kulit dan kecantikan Kisah bidan jadi perawat dermatologi Kisah inspiratif PMI Mareta Rara Sintatia news Pahlawan devisa perempuan Pekerja migran Indonesia di Arab Saudi Pengalaman kerja perawat di Timur Tengah Perawat dermatologi Arab Saudi Perawat kecantikan Indonesia Perawat Muslimah di Arab Saudi Perjuangan ibu bekerja di luar negeri TeropongJakarta.com TKI Arab Saudi 2025 TKI tenaga kesehatan Perempuan Indonesia sukses di luar negeri TKW Blitar
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleMia Sulestari dan Lari sebagai Bahasa Cinta untuk Diri Sendiri
    Next Article Rya, Perempuan Pelari di Tengah Rimba Tambang Bahodopi
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    September 29, 2026

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    September 28, 2026

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    September 25, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Lima Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Kevin Akhirnya Jadi Kowad: Berangkat dari Keluarga Sederhana

    Gagal Berkali-kali, Serda Zahra Kini Bawa Nama Indonesia dalam Misi Perdamaian PBB

    Tak Pernah Berhenti Mencoba, Gita Octaviani Mengubah Kemampuan Menjadi Peluang

    Bukan Sekadar Mama Anak Bulu, Hanatahikaru Ajak Masyarakat Peduli Satwa di Tengah Karhutla

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.