Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » “Dihujat Rezeki Datang”: Strategi Emosional Cut Zahratul Sahira di Dunia Sosmed
    Entertaiment

    “Dihujat Rezeki Datang”: Strategi Emosional Cut Zahratul Sahira di Dunia Sosmed

    AdminBy AdminJuly 18, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Aceh, TeropongJakarta.com – Di antara deretan wajah selebgram yang ramai di media sosial, nama Cut Zahratul Sahira menyelinap dengan gaya yang jujur dan apa adanya. Perempuan asal Aceh ini tak pernah membayangkan akan dikenal publik hanya karena hal yang awalnya ia lakukan sekadar untuk bersenang-senang.

    “Awalnya tuh enggak ada niatan sama sekali, kak. Cuma main sosmed biasa,” ujar Sahira, mengenang masa-masa SMA ketika media sosial hanya sekadar tempat berbagi foto dan cerita. Saat itu, dia aktif mengikuti komunitas fotografi lokal. Dalam komunitas itulah, Sahira kerap diminta jadi “ledom” istilah becandaan untuk model.

    Wajahnya yang ekspresif dan gayanya yang lepas dari konstruksi formal menjadikannya cepat mencuri perhatian. Ia rajin mengunggah hasil pemotretan dari komunitas hunting foto tersebut ke akun pribadinya. Tanpa strategi, tanpa skrip, jumlah pengikutnya melonjak.

    “Sehari bisa nambah banyak banget yang follow,” tuturnya. Awalnya teman-teman mendukung. Bahkan salah satu dari mereka menyebut Sahira bisa jadi selebgram. Sebuah istilah yang saat itu masih asing di telinganya.

    Tapi semakin tinggi pohon tumbuh, angin yang datang pun makin kencang. Sahira mulai dihujat. “Katanya aku beli-beli followers, padahal aku bahkan enggak ngerti soal gituan,” ucapnya sambil terkekeh. Namun alih-alih terpukul, ia memetik pelajaran. Tidak semua orang akan suka, dan itu tak perlu dipaksakan.

    “Saya diam aja. Ambil sisi positifnya. Karena enggak semua orang penting di hidup kita,” katanya tegas. Hujatan justru menjadi cambuk. Sahira terus membuat konten. Terus belajar. Dan rezeki pun mulai berdatangan.

    Ia mulai dilirik brand lokal untuk promosi produk. Lalu merambah ke brand nasional seperti Scarlett. Bahkan, ia diminta menjadi model busana adat untuk kampanye budaya di Aceh. Semua datang bukan karena ia meminta, tapi karena kerja konsistennya di media sosial.

    “Menurut saya yang bikin brand tertarik itu ya karena kontennya menarik. Gimana cara kita bikin video, cara ngomong, cara bikin orang nonton sampai habis,” jelasnya. Ia sadar, menjadi selebgram bukan cuma soal wajah dan jumlah pengikut, tapi soal narasi yang bisa dijual.

    Bagi Sahira, media sosial adalah panggung bebas, dan dia menari di atasnya dengan irama yang dia pilih sendiri. Ia tak takut dikritik, karena dari sana pula ia belajar membedakan mana suara yang harus didengar, mana yang cukup dibiarkan lewat.

    Kini, setiap unggahannya bukan lagi sekadar konten iseng. Di balik caption yang santai dan video endorse yang estetik, Sahira menyelipkan pesan untuk anak muda lainnya: jangan takut mulai. Jangan gentar pada omongan.

    “Awal yang baik itu kita sendiri yang bangun. Bukan orang lain,” tuturnya. “Jadikan semua hujatan pelajaran, dan ingat, enggak semua orang penting buat hidup kita.”

    Cut Zahratul Sahira tak lagi hanya seorang “ledom” di komunitas foto kecil. Ia kini menjadi wajah dari keteguhan hati, dari seseorang yang memilih naik meski sempat dijatuhkan. Dan dari Aceh, ia menunjukkan: kita bisa bersinar, bahkan ketika yang pertama kali kita hadapi adalah gelapnya komentar negatif.

    Aceh Conten Creator Cut Zahratul Sahira Dihujat rezeki datang Entertainment Kisah sukses selebgram Indonesia Konten jujur selebgram Model lokal jadi selebgram Perjalanan Cut Sahira Selebgram Aceh Selebgram yang viral karena hujatan Sosmed sebagai peluang karier Strategi emosional di media sosial TeropongJakarta.com
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleTak Sekadar Penerima Beasiswa, Fadya Iasha Nasution Mahasiswa UI Kini Justru Jadi Penggerak Pendidikan Gratis
    Next Article Novia Okny: Dari Langkah Kecil di Cibubur Menuju Hidup yang Lebih Sehat dan Bermakna
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    September 10, 2026

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    September 9, 2026

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    September 9, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta Kesehatan Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model Music news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya Technology TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travel Travelling Video

    Advertisement
    Demo
    Latest Posts

    Sertu Dhea, Kowal Asal Bangka yang Jadi Peacekeeper di Kongo

    Fraksi Partai Demokrat Dorong Esports Jadi Ruang Kreativitas dan Ekonomi Kreatif, 320 Pemain Ikut Turnamen MLBB

    Dari Atlet Selam hingga Psikolog, Esa Kartika Bantu Orang Bangkit dari Tekanan

    5 Tahun Jadi Kowal, Adila Wujudkan Mimpi Masa Kecil Melihat Salju di Eropa

    Trending Posts

    Maersk CEO Vincent Clerc Speaks to ‘Massive Impact’ of the Red Sea Situation

    January 20, 2021

    These Knee Braces Help With Arthritis Pain, Swelling, and Post-Surgery Recovery

    January 15, 2021

    How to Keep Your Pets Safe During the Solar Eclipse 2024

    January 15, 2021

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.