Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Di Balik Aksara: Sebuah Epifani Apriliana Soekir dari Lereng Gunung hingga menjadi karya sastra
    Education

    Di Balik Aksara: Sebuah Epifani Apriliana Soekir dari Lereng Gunung hingga menjadi karya sastra

    AdminBy AdminJune 26, 2025No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Ngawi, TeropongJakarta.com – Dalam sebuah wawancara telepon yang hangat dan penuh emosi, kami berkesempatan untuk berbincang dengan Apriliana, seorang penulis perempuan yang baru saja menerbitkan buku keduanya berjudul “Gadis Berkabung Senyap”. Buku ini terinspirasi dari kisah nyata masa kecilnya yang penuh liku, di mana ia tumbuh di lingkungan yang tidak mudah, sebagai anak penjual gorengan. Saat ini, Apriliana menempuh pendidikan di luar negeri, tepatnya di Hong Kong, dan bertekad untuk bangkit dari keterpurukan melalui tulisan.

    Apriliana memulai cerita tentang masa kecilnya yang penuh tantangan. “Saya dibesarkan di lingkungan yang sederhana. Ayah saya seorang penjual gorengan, dan kami seringkali harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Namun, di balik semua itu, saya menemukan kekuatan dalam menulis. Menulis adalah cara saya untuk meluapkan perasaan dan mengatasi kesedihan,” ujarnya dengan suara yang penuh semangat.

    Buku “Gadis Berkabung Senyap” adalah cerminan dari perjalanan hidupnya. “Buku ini bukan hanya tentang saya, tetapi juga tentang teman-teman saya yang pernah mengalami pelecehan. Saya ingin mengangkat suara mereka yang terpinggirkan, terutama mereka yang pernah menjadi korban pelecehan, termasuk pengalaman saya sendiri saat menjadi pendaki,” tambahnya.

    Apriliana tidak segan untuk berbagi tentang pengalaman pahit yang pernah dialaminya. “Saya pernah menjadi korban pelecehan saat mendaki gunung. Pengalaman itu sangat menyakitkan dan membuat saya merasa terpuruk. Namun, saya berusaha untuk bangkit. Saya percaya bahwa setiap luka bisa menjadi kekuatan jika kita mau mengubahnya menjadi sesuatu yang positif,” jelasnya.

    Melalui tulisannya, Apriliana berharap dapat memberikan inspirasi kepada banyak orang. “Saya ingin menunjukkan bahwa meskipun kita mengalami hal-hal buruk, kita masih bisa bangkit dan menemukan jalan kita sendiri. Menulis adalah cara saya untuk menyembuhkan diri dan berbagi harapan dengan orang lain,” katanya.

    Saat ini, Apriliana sedang menempuh pendidikan di Hong Kong. “Saya merasa beruntung bisa belajar di luar negeri. Ini adalah kesempatan untuk memperluas wawasan dan menggali lebih dalam tentang sastra. Saya ingin menulis lebih banyak lagi, dan mungkin suatu saat bisa menerbitkan karya-karya yang lebih besar,” ungkapnya dengan penuh harapan.

    “Saya sengaja memilih Hong Kong karena ingin mempelajari trauma melalui lensa sastra Timur,” jelasnya. Di sela kuliah, ia aktif di Hong Kong Women Writers’ Circle, sebuah forum yang mendukung korban kekerasan.

    Meskipun jauh dari rumah, Apriliana tetap terhubung dengan akar budayanya. “Saya selalu membawa cerita-cerita dari kampung halaman saya ke dalam tulisan saya. Saya ingin agar orang-orang di luar sana tahu bahwa meskipun saya berada di tempat yang jauh, saya tetap mencintai tanah air saya,” tambahnya.

    Di akhir wawancara, Apriliana menyampaikan pesan yang menyentuh hati. “Saya berharap kisah saya bisa menjadi inspirasi bagi mereka yang sedang berjuang. Jangan pernah menyerah, karena setiap orang memiliki kekuatan untuk bangkit dari keterpurukan. Melalui tulisan, kita bisa menyuarakan kebenaran dan memberikan harapan bagi orang lain,” tutupnya dengan penuh keyakinan.

    Apriliana juga menyisipkan surat-surat anonym dari korban pelecehan dalam bukunya. “Saya ingin mereka tahu: kalian tidak sendiri. Luka boleh membekas, tapi tidak perlu menjadi rantai,” tegasnya lagi.

    la juga mengkritik budaya victim-blaming di Indonesia: “Banyak korban justru disalahkan karena dianggap ‘provokatif’. Ini harus diubah.”

    Ke depan, Apriliana berencana mendirikan perpustakaan keliling di desa-desa sekitar Ngawi. “Saya ingin anak-anak seperti saya dulu punya akses ke buku tanpa harus menunggu jadi kaya dulu,” ujarnya.

    Apriliana adalah contoh nyata dari seseorang yang mampu mengubah pengalaman pahit menjadi kekuatan. Dengan buku “Gadis Berkabung Senyap”, ia tidak hanya menceritakan kisah hidupnya, tetapi juga mengajak pembaca untuk merenungkan pentingnya keberanian dan harapan dalam menghadapi tantangan hidup. Semoga kisahnya dapat menginspirasi banyak orang untuk terus berjuang dan tidak pernah kehilangan harapan.

    Apriliana Soekir Gadis Berkang Senyap Hong Kong Women Writers' Circle Korban pelecehan bangkit Penulis dari Ngawi penulis perempuan Indonesia Perpustakaan keliling Ngawi Sastra trauma TeropongJakarta Victim blaming Indonesia
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleUKM Bias Nusantara UNINUS Gelar Talkshow Strategi Publikasi untuk Seniman Gen Z, Hadirkan Soni Bebek
    Next Article Ketika Setiap Kilometer Menjadi Guru: Pelajaran Hidup yang Ira Dapatkan dari Berlari
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    October 10, 2026

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    October 10, 2026

    Dedikasikan Diri untuk Kesehatan Perempuan, Ini Kiprah Dr. Ratna Dewi Puspita Sari

    October 6, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Tujuh Kali Gagal Seleksi, Serda (K) Aulyra Regina Marta Kini Bertugas dalam Misi Perdamaian Dunia

    Julie Maulana, Ibu Dua Anak di Surabaya yang Menemukan Ruang Bertumbuh lewat Running

    Dari Iseng Berbagi Konten hingga Menghasilkan, Ayu Buktikan Ibu Rumah Tangga Bisa Tetap Berkarya

    Tari Safitri, MUA Asal Kapuas Hulu yang Bangun Karier dari Nol dengan Terus Belajar

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.