Close Menu
Teropong Jakarta
    What's Hot

    Sepuluh Hari dari Teks ke Panggung Berakhir Haru, Tangis Peserta Warnai Perpisahan

    Evelyn Imeldinata Comeback ke Industri Kreatif, Bawa Misi Buka Peluang Talent

    Gak Harus Jago Main, Ini Deretan Profesi di Balik Industri Game dan Esports

    Facebook X (Twitter) Instagram
    Facebook X (Twitter) Instagram
    Teropong Jakarta
    • News
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Health
    • Sport
    • Lifestyle
      • Entertaiment
      • Fashion
      • Food & Travel
    Subscribe
    Teropong Jakarta
    Beranda » Blog » Dari Niat Mandiri hingga Medan Bencana, Perjalanan Vidya Dwiyan Jadi Rescuer
    News

    Dari Niat Mandiri hingga Medan Bencana, Perjalanan Vidya Dwiyan Jadi Rescuer

    AdminBy AdminJanuary 21, 2026No Comments3 Mins Read
    Share Facebook Twitter Pinterest Telegram LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Follow Us
    Google News Flipboard
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email Copy Link

    Mentawai, TeropongJakarta.com – Pilihan hidup Vidya Dwiyan tidak berangkat dari hasrat menjadi pahlawan. Keputusannya bergabung dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) didorong alasan yang lebih praktis. “Saya ingin bekerja, mandiri, dan bisa membantu keluarga,” kata Vidya saat dihubungi. Baginya, mampu berdiri di atas kaki sendiri adalah pencapaian awal yang ingin ia raih.

    Tak lama setelah bergabung, Vidya menyadari bahwa menjadi rescuer bukan sekadar pekerjaan. Ia terjun langsung ke lapangan, menghadapi medan ekstrem, dari operasi di ketinggian, memasuki bangunan runtuh, hingga mengoperasikan alat-alat SAR. Risiko menjadi bagian dari keseharian. Pada awalnya, keluarga sempat diliputi kekhawatiran. “Mereka kaget lihat kegiatannya. Takut, wajar,” ujarnya. Namun perlahan, kekhawatiran itu berubah menjadi dukungan setelah melihat Vidya mampu melewati setiap tahapan dengan baik.

    Di lingkungan kerja yang mayoritas diisi laki-laki, Vidya tak menutup mata terhadap stigma yang masih ada. Ia memilih bersikap pragmatis. “Stigma itu ada sampai sekarang, tapi saya tidak terlalu ambil pusing. Saya fokus saja ke proses dan tanggung jawab,” katanya. Baginya, kemampuan beradaptasi adalah kunci untuk bertahan.

    Tantangan terberat justru datang dari dalam diri. Dalam sejumlah pelatihan, Vidya menjadi satu-satunya peserta perempuan. Situasi itu memunculkan berbagai pertanyaan dalam benaknya. “Saya sempat berpikir, apakah saya bisa mengimbangi mereka, apakah saya akan merepotkan tim,” ujarnya. Keraguan itu menjadi beban mental tersendiri, bahkan lebih berat dibanding tuntutan fisik.

    Namun Vidya memilih bertahan. Ia meyakinkan diri bahwa ketangguhan tidak ditentukan oleh jenis kelamin. “Saya bilang ke diri sendiri, saya juga bisa. Saya tidak boleh bikin malu kantor,” katanya. Pelatihan demi pelatihan berhasil ia lewati. Sertifikat kompetensi yang diraihnya menjadi bukti bahwa ia mampu memenuhi standar sebagai rescuer.

    Pengalaman lapangan kemudian menjadi ruang pembelajaran berikutnya. Salah satu operasi yang paling membekas terjadi saat bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat. Vidya terlibat dalam pencarian seorang nenek yang tertimbun longsor di wilayah perbukitan. Akses menuju lokasi hanya berupa jalan setapak dengan kontur naik turun. Medan berat dan kelelahan fisik tak terhindarkan. “Waktu itu saya benar-benar sudah capek, mendaki sambil bawa peralatan,” katanya.

    Meski demikian, ia menahan diri untuk tidak menunjukkan kelemahan. Di lokasi, keluarga korban dan masyarakat menunggu dengan harap. Proses pencarian dilakukan sesuai prosedur, dibantu warga dan tim SAR lainnya. Jasad korban akhirnya ditemukan. “Lelahnya lumayan terbayar karena kami berhasil menemukan korban,” ujar Vidya.

    Dari pengalaman itu, ia belajar menjaga fokus dan mengendalikan emosi. “Sebagai rescuer, bukan cuma fisik yang diuji, tapi mental juga harus kuat,” katanya. Ia menyadari pentingnya komunikasi dalam setiap operasi, baik dengan pimpinan, rekan kerja, masyarakat, maupun keluarga korban. “Berkomunikasi bukan cuma soal bicara, tapi bagaimana menyampaikan dengan empati dan bahasa yang tepat,” ujarnya.

    Vidya Dwiyan berasal dari Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat. Kini ia bertugas di Kantor SAR Mentawai. Di tengah pekerjaan yang kerap bersentuhan dengan risiko dan duka, ia memilih berjalan tenang, menuntaskan tugas, dan terus meneguhkan keyakinan pada pilihan hidup yang telah ia ambil.

    Basarnas Berita Mentawai news TeropongJakarta Vidya Dwiyan
    Add as Preferred on Google Follow on Google News Follow on Flipboard
    Share. Facebook Twitter Pinterest LinkedIn Tumblr Email Copy Link
    Previous ArticleEka Tyanta dan Panggung Dangdut Pasuruan: Jalan Hidup yang Mengantar Jodoh
    Next Article Belajar Mendengar Tubuh, Jalan Sunyi Yovika Winda Yanuarriski
    Admin
    • Website

    Related Posts

    Gak Harus Jago Main, Ini Deretan Profesi di Balik Industri Game dan Esports

    September 16, 2026

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    September 15, 2026

    Nana Yusnita Ungkap Perjuangan Bangkit Usai Alami KDRT dalam Rumah Tangga

    September 14, 2026
    Add A Comment
    Leave A Reply Cancel Reply

    Teropong

    Hello, We’re content writer who is fascinated by content fashion, culture, food, culture and lifestyle. We helps clients bring the right content to the right people.

    Explore Topics
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Meta
    • Log in
    • Entries feed
    • Comments feed
    • WordPress.org
    Tentang

    TeropongJakarta.com

    Melihat Lebih Jauh, Menginspirasi Lebih Besar!

    Pedoman Media Siber - Kontak Kami - Susunan Redaksi - Tentang Kami

    Useful Links
    • Brand
    • Culture
    • Education
    • Entertaiment
    • Fashion
    • Food & Travel
    • Health
    • Lifestyle
    • News
    • Sport
    Tag Clouds

    atlit Bali Bandung Bekasi Berita BeritaBaru Berita Utama Bogor Conten Creator culture Diana Dewi education enterpreneur Entertainment fashion Food Gaya hidup sehat Health Health Lifestyle Hongkong Influencer Inspirasi Inspirasi perempuan Indonesia Jakarta jambi Kesehatan Kisah inspiratif Kisah inspiratif perempuan Lampung Lari Lifestyle malang media model news olahraga perempuan inspiratif Perempuan inspiratif Indonesia PMI Sport Surabaya TeropongJakarta Teropong Jakarta TeropongJakarta.com Travelling

    Latest Posts

    Sepuluh Hari dari Teks ke Panggung Berakhir Haru, Tangis Peserta Warnai Perpisahan

    Evelyn Imeldinata Comeback ke Industri Kreatif, Bawa Misi Buka Peluang Talent

    Gak Harus Jago Main, Ini Deretan Profesi di Balik Industri Game dan Esports

    Shine Management Perluas Ruang Kreatif, dari Dance Crew hingga Kelola Event

    Trending Posts

    Subscribe to News

    Get the latest sports news from NewsSite about world, sports and politics.

    Facebook Instagram LinkedIn WhatsApp TikTok Threads
    • Tentang Kami
    • Susunan Redaksi
    • Pedoman Media Siber
    • Kontak
    © 2023 TeropongJakarta.com by PT Arunika Media Nusantara

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.