Tanggerang, TeropongJakarta.com – Tidak semua orang berani mengejar lebih dari satu mimpi dalam waktu bersamaan. Namun, Hardiyanti Putri Hasibuan membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti melangkah.
Perempuan asal Perdagangan, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, ini mengawali perjalanannya sebagai anak daerah yang merantau demi melanjutkan pendidikan. Jauh dari keluarga, Putri harus menjalani masa kuliah sambil bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dan memastikan mimpinya tetap berjalan.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, ia terus membuka diri terhadap berbagai kesempatan. Mulai dari mengikuti kompetisi, mengembangkan kemampuan public speaking, menjadi MC, moderator, hingga aktif sebagai speaker di berbagai forum.

Perjuangan panjang itu akhirnya membawanya ke panggung internasional. Pada Februari 2026, Putri berhasil meraih penghargaan Top 2 Speaker Global Education Chapter Turkiye, sebuah ajang yang mempertemukan anak-anak muda dari berbagai negara untuk berbagi gagasan dan pengalaman tentang pendidikan.
Bagi Putri, pencapaian tersebut bukan sekadar penghargaan. Lebih dari itu, pengalaman di Turki menjadi bukti bahwa setiap orang memiliki suara yang layak didengar, terlepas dari latar belakang yang dimiliki.
“Pelajaran terbesar yang saya bawa pulang adalah bahwa suara setiap orang memiliki nilai. Kita tidak harus berasal dari latar belakang yang sempurna untuk bisa memberikan dampak. Yang terpenting adalah keberanian untuk menyampaikan ide dan tetap menjadi diri sendiri,” ungkapnya.
Prestasi tersebut semakin memperkuat keyakinannya bahwa pendidikan dan komunikasi memiliki kekuatan besar untuk menciptakan perubahan. Karena itu, ia ingin terus berbagi manfaat dan inspirasi kepada lebih banyak orang, khususnya generasi muda Indonesia.

Menariknya, di tengah kesibukan sebagai pekerja profesional, MC, moderator, dan speaker, Putri tetap setia merawat passion lain yang telah menemaninya sejak kecil, yaitu musik.
Kecintaannya terhadap musik tumbuh sejak orang tuanya mengenalkannya pada piano dan dunia bernyanyi. Seiring waktu, musik menjadi ruang paling jujur baginya untuk mengekspresikan perasaan, pengalaman, dan berbagai cerita kehidupan yang sulit diungkapkan melalui kata-kata biasa.
Mei 2026 menjadi momen spesial lainnya dalam hidup Putri. Di bulan yang sama dengan kelulusannya, ia merilis single kedua berjudul “Tak Ada Lagi Pagi”, sebuah lagu folk-indie yang berkolaborasi dengan proyek musik Lelayu. Lagu tersebut mengangkat kisah tentang perpisahan, kehilangan, dan keberanian untuk merelakan seseorang yang memilih jalan hidup berbeda. Melalui karya tersebut, Putri ingin mengajak pendengar memahami bahwa mencintai tidak selalu berarti memiliki, tetapi juga memberi ruang bagi orang lain untuk menemukan kebahagiaannya sendiri.

Bagi Putri, pencapaian di dunia public speaking dan musik bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Justru keduanya saling melengkapi. Jika public speaking menjadi cara menyampaikan pesan melalui kata-kata, maka musik menjadi media untuk menyampaikan rasa melalui nada.
Kini, setelah berhasil menorehkan prestasi internasional, menyelesaikan pendidikan, dan merilis karya terbaru, Putri semakin yakin bahwa seseorang tidak harus memilih hanya satu mimpi untuk diwujudkan.
“Jangan kecilkan diri hanya karena kamu punya terlalu banyak mimpi. Bisa jadi itu bukan kelemahan, tetapi justru cara Tuhan membentuk versi terbaik dari dirimu,” tutup Putri.
Perjalanan Putri Hasibuan menjadi pengingat bahwa mimpi besar tidak ditentukan oleh tempat seseorang berasal. Dengan keberanian untuk memulai, konsistensi untuk bertahan, dan kemauan untuk terus belajar, setiap langkah kecil bisa membawa seseorang menuju pencapaian yang tak pernah dibayangkan sebelumnya.
