BLITAR, TeropongJakarta.com – Menjadi anggota Polri bagi Brigpol Riska Elviyanna, S.H. bukan sekadar menjalankan tugas negara. Perempuan yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Banggle, Polsek Kanigoro, Polres Blitar ini meyakini bahwa pengabdian sejati lahir dari ketulusan hati dan kepedulian terhadap sesama.
Di tengah kesibukannya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, Riska memilih untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga. Baginya, kehadiran seorang Bhabinkamtibmas tidak hanya diukur dari keberhasilan menyelesaikan tugas administratif atau penanganan masalah keamanan, tetapi juga dari kemampuan memahami dan merasakan apa yang dialami masyarakat.
“Bagi saya, hadir sebagai Bhabinkamtibmas bukan hanya menuntaskan tugas dan tanggung jawab. Saya ingin di mana pun dan bersama siapa pun, mereka bisa merasakan bahwa setiap hal yang saya lakukan berasal dari hati dan perasaan,” ujar Riska.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kebiasaannya berkunjung dari rumah ke rumah warga. Dalam setiap kunjungan, ia tidak hanya mendengarkan keluhan atau menerima laporan, tetapi juga berusaha memahami kondisi kehidupan masyarakat secara langsung. Dari sana, ia belajar banyak tentang perjuangan, harapan, hingga berbagai persoalan yang dihadapi warga sehari-hari.
Menurutnya, pengalaman tersebut membuat dirinya semakin bersyukur sekaligus termotivasi untuk terus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
“Saya merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari mereka. Melihat berbagai kondisi dan permasalahan yang ada membuat saya ingin berdiri lebih kuat dan terus belajar menjadi manusia yang lebih baik serta bermanfaat bagi sesama,” katanya.

Sebagai Bhabinkamtibmas, Riska juga berupaya hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat. Mulai dari kegiatan sosial, kerja bakti, pertemuan warga, hingga acara keagamaan. Melalui pendekatan yang santai dan akrab, ia menyisipkan pesan-pesan kamtibmas agar lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Baginya, membangun kepercayaan adalah kunci utama dalam menjalankan tugas. Karena itu, ia tidak ingin menciptakan jarak dengan warga. Sebaliknya, ia memilih untuk beradaptasi dengan berbagai situasi dan menjadi bagian dari lingkungan tempat ia bertugas.
Di balik pengabdiannya sebagai anggota Polri, Riska juga menjalankan peran penting sebagai seorang ibu. Menyeimbangkan kehidupan keluarga dan tugas negara tentu tidak selalu mudah. Namun, ia terus berusaha memberikan yang terbaik untuk keduanya.
“Saya mungkin belum sempurna sebagai seorang ibu maupun sebagai abdi negara. Namun saya akan terus berupaya agar kedua peran tersebut dapat berjalan dengan baik dan maksimal,” ungkapnya.

Melalui perjalanan pengabdiannya, Riska berharap dapat menjadi inspirasi bagi perempuan Indonesia yang memiliki cita-cita mengabdi di institusi Polri. Ia mengajak para perempuan untuk tidak takut bermimpi dan terus berjuang meraih tujuan yang diinginkan.
“Kejar, perjuangkan, dan upayakan apa yang kalian inginkan. Kalian tetap bisa menjadi versi terbaik untuk diri sendiri, untuk masyarakat, untuk keluarga, dan juga untuk sesama,” pesannya.
Dedikasi Brigpol Riska Elviyanna menunjukkan bahwa pengabdian tidak hanya tentang seragam dan tanggung jawab, tetapi juga tentang ketulusan hati yang mampu menghadirkan rasa aman, kedekatan, dan harapan bagi masyarakat yang dilayani.
