Jakarta, TeropongJakarta.com – Tidak semua perempuan memiliki perjalanan hidup yang mulus. Bagi Sri Dewi Darmawan, menjadi seorang single mom sekaligus mengejar kembali karier sebagai flight attendant adalah perjalanan panjang yang dipenuhi air mata, perjuangan, dan tekad untuk bangkit. Di tengah berbagai tantangan, ia membuktikan bahwa perempuan tetap bisa berdiri tegak, meraih mimpi, dan menjadi inspirasi bagi anak-anaknya.
Ada masa ketika Sri Dewi merasa kehilangan arah setelah harus menjalani kehidupan sebagai orang tua tunggal. Beban sebagai ibu sekaligus pencari nafkah membuatnya harus memulai kembali dari titik nol. Namun, di balik semua itu, ia memiliki satu alasan yang tidak pernah berubah: sang buah hati.
“Anak saya membutuhkan sosok ibu yang kuat. Dari situlah saya memutuskan untuk bangkit dan kembali mengejar impian saya di dunia penerbangan,” ujar Sri Dewi.
Keputusan tersebut bukan perkara mudah. Untuk kembali dipercaya mengemban profesi sebagai flight attendant, ia harus mempersiapkan diri secara menyeluruh. Mulai dari menjaga kondisi fisik, memperkuat mental, hingga meningkatkan kompetensi profesional agar mampu memenuhi standar industri penerbangan.

Usaha itu akhirnya membuahkan hasil. Sri Dewi kembali mengenakan seragam flight attendant, sebuah momen yang baginya memiliki makna lebih dari sekadar kembali bekerja.
“Seragam ini menjadi simbol bahwa setiap orang selalu memiliki kesempatan untuk bangkit. Masa lalu tidak menentukan masa depan kita,” katanya.
Di balik senyum yang selalu ia tampilkan saat bertugas, tersimpan tantangan besar dalam menjalankan dua peran sekaligus. Sebagai ibu, ia harus rela meninggalkan anak ketika mendapat jadwal terbang. Rasa bersalah kerap datang, tetapi ia memilih menjadikannya sebagai motivasi untuk terus memberikan kehidupan yang lebih baik.

Menurut Sri Dewi, menjadi ibu yang bekerja bukan berarti mengurangi kasih sayang kepada anak. Sebaliknya, ia ingin menunjukkan bahwa perempuan tetap boleh memiliki cita-cita, berkarya, dan berkembang tanpa meninggalkan tanggung jawab sebagai orang tua.
“Saya percaya kualitas kebersamaan jauh lebih penting. Setiap pulang bekerja, saya berusaha memberikan waktu terbaik untuk anak,” ungkapnya.
Di tengah kesibukan sebagai awak kabin, Sri Dewi juga konsisten menjalani gaya hidup sehat. Gym, pilates, dan lari menjadi rutinitas yang hampir tidak pernah ia tinggalkan. Awalnya, olahraga dilakukan untuk menjaga kebugaran agar tetap prima saat bekerja. Namun seiring waktu, ia menyadari bahwa manfaat terbesar justru dirasakan pada kesehatan mentalnya.

Olahraga membantunya mengelola stres, membangun kembali rasa percaya diri, dan menjaga semangat untuk terus melangkah. Baginya, tubuh yang sehat akan melahirkan pikiran yang lebih tenang sehingga setiap tantangan dapat dihadapi dengan lebih bijaksana.
Melalui kisah hidupnya, Sri Dewi berharap semakin banyak perempuan, khususnya para single mom, berani membuka lembaran baru dalam hidup. Ia percaya setiap kegagalan bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal dari kesempatan untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih kuat.
“Hidup tidak berhenti hanya karena satu bab yang sulit. Tidak apa-apa berjalan pelan, tidak apa-apa merasa lelah. Yang penting jangan berhenti melangkah. Teruslah bermimpi, terus belajar, bekerja keras, dan jangan lupa mencintai diri sendiri. Ketika seorang ibu bertumbuh dan bahagia, anak-anaknya akan belajar bahwa harapan selalu ada, bahkan setelah badai sekalipun,” tutup Sri Dewi.
