JAKARTA, TeropongJakarta.com – Setiap perjalanan menuju kesuksesan memiliki cerita perjuangan yang berbeda. Hal itu dirasakan oleh Winda Simanungkalit, perempuan asal Medan yang membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari sebuah mimpi, melainkan bagian dari proses untuk menjadi lebih kuat.
Ketertarikan Winda terhadap dunia penerbangan bermula dari sosok sang tante yang telah lebih dahulu berprofesi sebagai pramugari. Baginya, sang tante merupakan gambaran perempuan yang cantik, anggun, cerdas, dan memiliki profesionalisme dalam bekerja.
Dari sana, muncul keinginan Winda untuk mengikuti jejak tersebut. Setelah menyelesaikan pendidikan, ia mulai mencari peluang untuk mewujudkan impiannya menjadi seorang pramugari.
Namun, perjalanan tersebut tidak langsung berjalan mudah. Saat itu, kesempatan untuk mengikuti seleksi pramugari belum tersedia di kota kelahirannya, Medan. Di sisi lain, sang ayah telah memasuki masa pensiun sehingga Winda harus berusaha mandiri dengan bekerja sambil mempersiapkan masa depannya, termasuk untuk melanjutkan kuliah.
Di tengah kesibukannya bekerja, sebuah kesempatan datang ketika Winda menemukan informasi lowongan kerja pramugari melalui browser. Tanpa ragu, ia mengikuti seluruh proses seleksi hingga harus pergi ke Jakarta demi mengejar impiannya.
Sayangnya, perjuangan pertama tersebut belum membuahkan hasil. Winda harus menerima kenyataan tidak lolos pada tahap seleksi terakhir.

Kegagalan itu menjadi titik terberat dalam perjalanannya. Ia kembali ke Medan dengan perasaan kecewa, terlebih sebelumnya ia telah mengundurkan diri dari pekerjaan sehingga sempat berada dalam kondisi belum memiliki pekerjaan.
Namun, Winda memilih untuk tidak menyerah. Ia kembali menguatkan mental dan mengumpulkan keberanian untuk mencoba lagi. Dengan tekad besar, ia memutuskan merantau kembali ke Jakarta dan menunggu kesempatan rekrutmen berikutnya.
“Awal perjalanan saya karena melihat tante saya yang sudah menjadi pramugari. Orangnya cantik, anggun, dan pintar. Saya bersedia meninggalkan kota kelahiran saya karena yakin ada masa depan saya di Jakarta,” ujar Winda.
Menurut Winda, tantangan terbesar dalam perjalanan tersebut bukan hanya soal seleksi, tetapi bagaimana ia mampu mengalahkan rasa takut dan membangun kembali kepercayaan dirinya setelah mengalami kegagalan.
“Tantangan terbesar adalah diri sendiri. Saya belajar menerima dan menguatkan mental untuk kembali berjuang,” ungkapnya.
Berkat kegigihan dan doa, kesempatan kedua akhirnya datang. Saat rekrutmen kembali dibuka, Winda berhasil melewati seluruh tahapan seleksi dan mewujudkan impiannya menjadi seorang pramugari.
Dukungan sang ibu menjadi salah satu kekuatan terbesar bagi Winda untuk terus melangkah. Nasihat sederhana dari sang ibu selalu menjadi pengingat ketika dirinya menghadapi masa sulit.
“Ibu saya selalu berkata bahwa kegagalan adalah awal kesuksesan. Selagi masih bernapas pasti ada jalan. Saya percaya Tuhan punya rencana indah untuk hidup kita,” tuturnya.

Tidak berhenti pada pencapaian sebagai pramugari, pada tahun 2026 Winda kembali menantang dirinya dengan mengikuti ajang Miss Grand Kecantikan Indonesia. Baginya, ajang tersebut menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa perempuan perantau juga mampu berdiri mandiri, percaya diri, dan memberikan inspirasi.
Melalui perjalanan hidupnya, Winda ingin menyampaikan pesan kepada perempuan muda agar tidak takut mengejar impian meski harus melewati berbagai rintangan.
“Jangan takut bermimpi. Apapun tantangannya hadapi dengan memegang Tuhan Yesus dan percaya jalan terang akan dibuka lebar. Jangan pernah menyerah karena pernah gagal, karena kegagalan adalah guru terbaik yang akan membawa kita menuju keberhasilan,” pesan Winda.
Ia percaya setiap mimpi dapat diraih dengan integritas, kerja keras, ketekunan, serta semangat untuk terus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
